Luruh

Judul: Luruh
Oleh: HambaMu yang kotor padaMu.

Hidupku manai
Berkabung jiwa
Pikiran terkulai
Dahi layu
Hati kemelut
Masalah bak danawa
Gundah kapiran
Memegang danda bagi jiwa
Hanya iman yang kenan
Seolah dandapati akan menjemputku

Aku butuh Engkau ya Allah.
Agar semua ini segera luruh
Biarkan aku tetap berada di marcapadamu ini Ya Allah
Agar imanku tak luruh
Agar aku tak ikuti agitator setan
Jangan biarkan aku menjadi agnosia atas semua yang Kau anugerahkan
Maafkan aku yang begitu tambung ya Allah

UntukMu dan orang tuaku dan orang – orang yang ku sayangi
Aku beriman padamu ya Allah
Jadikan hati dan jiwaku afiat ya Allah.
Mutakadim mustajabkan doaku Ya Allah
Luruhlahkan kesalahanku

Jangan kau jadikan aku klaras
Tak ada yang langkara bagiMu ya Allah
Aku bertawakal padamu Ya Allah.
Allah bimbing aku, jaga aku, lindungi aku
Dengan hidayahMu wahai maha pemaaf
Maha pengasih dan penyayang.

Cinta & Rindu

Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat

Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi

Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat

Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali

Cinta & Rindu berjudul Rindu Puisi ini ditulis oleh friady Dilarang keras menyalin Cinta & Rindu ini di lain tempat tanpa menyebutkan URL website serta nama penulisnya.

waktuku didalamku

aku menulis sekarang
karena aku tahu tak lama akan sia-sia
aku berpikir sekarang
karena aku mempunyai banyak waktu setelah waktuku

hanya saja…
otakku kosong
tak ada yang berteriak…
tak ada yang berbisik…
bahkan tidak ada desahan nafas
apakah waktuku enggan disisiku?
pertanyaanku tidak masuk akal
karena aku tahu waktuku hanya milikku
tapi, aku tidak tahu bahwa dianya telah berubah
menekan kunci kekuranganku
dan membelai lembut tubuhku dengan taring racun
aku tidak berusaha untuk mencari kehidupan
karenanya sudah menjadi sesuatu yang berkabut
tidak ada rasa, tidak merasa
terbang dengan kelemahan yang dipaparkan
dan hilang seperti air yang diminum
inilah waktu setelah waktuku
waktu yang nyata
waktu yang sesungguhnya
dan…

persiapanku tidaklah berguna
harapanku tidaklah terduga
karena aku meninggalkan keinginanku pada akhir waktu permainanku
membiarkannya tanpa seseorang
jatuh pada karpet putih dengan suara menyayat hati
dengan genggaman tangan disekelilingnya,
dan garis perpisahan yang tak dapat diucapkan
aku meninggalkannya.

sekarang…
aku duduk menatapnya dari jauh
dan menunggu seseorang sepertiku mengambilnya kembali

Perjalanan

tetap setia dengan apa yang ku pegang dalam perjalanan ini,
telah menjadi kunci bagi ku,
untuk terus tegar,
ku kan slalu mengingat semuanya.

apakah betul,
semua yang ku jalani ini.
berkat hancurnya hidupku,
dalam 16 tahun lalu,

berawal dari perpisahan mereka,
ku jalani tanpa beban,
namun,
dengan segudang tanya
muncul di benakku,
satu tanya yang ku jawab sendiri,
tanpa mengharap kritik
dan anggapan dari yang lain.
“SIAPA yang salah dalam kehidupan ku ini?”

Read More this Article »»»

Mentari Kecil

aku bukanlah benalu,…
yang hanya bisa tumbuh dan hidup
dari kehidupan “tumbuhan” lain
mengganggu dan merugikan “tumbuhan” itu

bukan pula ku layaknya hama
yang hanya bisa merusak “tumbuhan” orang lain
yang dapat dihancurkan kapan saja
ketika sang pemilik “tumbuhan” menemui titik kebencian

bukan pula q layaknya pungguk yang merindukan rembulan
berharap dapat q rasakan
keindahan akan sinarnya,…
disaat musim penghujan

tp q ingin menjadi mentari kecil
senantiasa pancarkan sinaran
berikan kehidupan pada setiap insan
senyuman senantiasa aku lemparkan
pertanda bahagia dengan kehidupan “tumbuhan” itu
juga kebahagiaan setiap insan…

Alone

Judul: Alone
Oleh: “Achmad Dzoelay”

Hari demi hari kucoba melupakannya,
Tapi semuanya itu percuma.
Ku coba untuk menghapus kenangannya,
Tapi jawabannya tetap sama.

Apa yang harus ku lakukan?,
Jika dia tak bisa ku lupakan.
Apa yang harus ku korbankan?,
Demi melupakan dirinya seorang.

Aku hanya manusia biasa,
Yang tak akan pernah bisa mencinta.
Aku hanya sebuah bayang-bayang,
Yang tak akan pernah bisa untuk menyayang.

Kini aku pun mulai menyadari,
Aku hanya lelaki yang tak tahu diri.
Kini aku pun mulai merasa,
Aku memang lelaki yang tak pantas mencinta.

Rindu Kebebasan

Judul: Rindu Kebebasan
Oleh: “abigailroodee”

Aku rindu pada kebebasan,
Rinduku terpatri padanya…
Laksana sang anak rindu akan ibunya.

Tatkala bisikan dedaunan dan angin,
Mengumandangkan adagium kebebasan,
Aku rindu dan semakin rindu padanya.

Karena,
Aku tlahpun melihat, dan mencari tahu…
Tentang penindasan, penjajahan, dan pembodohan,
Oleh…penguasa negeri ini!

hiduplah dengan mataku

Judul: hiduplah dengan mataku
Oleh: “adhi”

“Aku ingin banget lihat indahnya dunia ini, dan melihat wajah seorang malaikat yang selalu menemani aku di !”
Ucap syanta dengan penuh harapan
“malikat…..?”
Tanya adhi bingung,
“ia malaikat, kamu itu seperti seorang malikat dhi, yang selalu menemani dan menjaga ku”
“kamu bisa aja syanta….”
“dhi, kenapa sih kamu mau menemani aku ?”
“karna aku sayang banget sama kamu dan aku ga mau terjadi apa-apa sama kamu”
Ucap adhi tulus sambil memegang telapak tangan kiri syanta,
“Sayang,,,,! Kamu sayang sama aku, bukannya kamu hanya kasihan dengan seorang gadis buta seperti aku ?”
“kenapa kamu bicara seperti itu, jadi kamu meragukan perasaan ku ?”
“bukanya aku meragukan dhi, mana ada sih seseorang yang ingin punya kekasih tunanetra, itu hanya dapat membuat ………..”
Belum selesai bicara syanta memutuskan kata-katanya
“membuat apa ?”
Syanta hanya terdiam sejenak,
“aku menyayangi kamu dengan tulus syanta, bukan karna aku kasihan dengan kamu, jadi buanglah keraguan kamu itu. Aku ingin menjadi kekasih yang selalu menjaga dan menemani kamu syanta”
“maafin aku dhi aku ga bisa menjadi kekasih kamu, kamu lebih pantas dengan wanita normal bukan seperti aku”
“kenapa kamu bicara seperti itu syanta ? aku ingin kamu bicara jujur bagaimana perasaan kamu selama ini sama aku ?”
“sudahlah dhi, ga ada sedikitpun perasaan aku untuk kamu, aku selama ini hanya mengganggap kamu sebagai teman !”
“kamu bohong syanta, kamu bohong………..!!!”
Teriak adhi dengan sedih dan ia segera berlari pergi dari hadapan syanta dengan membawa kehancuran di hatinya, syanta hanya terdiam dan merenung atas semua apa yang telah dikatakannya pada adhi. Dalam hatinya syanta berkata “maafin aku dhi, aku telah membohongi perasaan aku sebenarnya aku sayang sama kamu tapi aku tidak ingin menyusahkan kamu semoga kamu mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku”
Ternyata syanta juga memendam perasaan dengan adhi, terpaksa ia mengorbankan cintanya hanya karna ketidak sempurnaan dirinya, namun apa yang di lakukannya itu justru membuat dua hati menjadi hancur.

***

Read More this Article »»»

Kau Terindah

Judul: Kau Terindah
Oleh: Ibeh

sapaan lembut dari celah bibir merahmu
membuat hatiku lapang
tak ada lagi bimbang dalam
air mata yang berkubang
awalnya sudut mataku tlah berkunang-kunang
bersiap menetaskan semua penat dalam derita panjang
tapi kau hadir hapus semua lara
seolah jiwa takkan lagi merana
bagaimana bisa kulupakan semua
sedang kau terlalu berharga
walau lonceng perpisahan tlah berdentang
memaksa kita tuk pisah
tapi aku tetap disini
karena kau yang terindah
yang terindah

Replika Diorama Terbaptis

Judul: Replika Diorama Terbaptis
Oleh: Derrik Hudaya

Kala para birokrat berdebat tentang kemakmuran rakyat.
Ribuan budak tak henti di telanjangi mesin industri milik cukong tak bermartabat.
Penat mendera mereka, para pengabdi…
Habis diperas, dihisap, demi kebutuhan industri.

Sementara itu, dibalik awan, cukong laknat itu terbahak-bahak
Mendekap peti harta keringat para budak dengan tamak
Inilah kesaksian para penghuni jiwa
Dikala malaikat kabarkan duka…
dan Iblis leluasa menghuni Surga…