Puisi Nusantara Kumpulan Sastra Nusantara

Ayah by Ida Lestari

Posted on 25 December 2011 by (0) Comment

Ayah by Ida Lestari
2 Oktober 2011

ayah kamu dimana???
ayah apakah engkau tak rindu aku???
ayah apa kamu ngk sayang aku?
ayahh skrng apa kabarmuu?

ayah sungguh tega km tinggalkan aku ma ibukkuuu
ayah mana taggung jawabmu sebagai kepala keluargamu?
ayahh sungguh aku ingin tau wajah diriu
ayahh aku butuh kash cinta dareimu

mungkin rasa keceewa ini akan ku buang jauh2 dari hatiku
aku ngkkan benci kamu ayahku
stelah apa yang ayak lakukuan sama aku n ibuku…

ayah kembalilah supaya aku merasakan hangatya kasih darimu
ayahh walau kau jauh disana..
doakukan slalu mengiringi dirimu

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Pahlawan, Puisi Sahabat, Puisi Semangat



Cinta by Ida Lestari

Posted on 25 December 2011 by (0) Comment

Cinta by Ida Lestari
2 Oktober 2011

harapku padamu bukanlah sedikit
lebih besar dari samudra dan langit
sudah lama aku menahan sakit
mendapatkanmu sangatlah sulit

menahan rasa cinta ini
membuatku bingung begini
sangat sulit mencari orng yg disyngi
sampai diriku tak kuasa lagi

apakah ku hars pergi tuk slamanya
demi rasa cinta yg tak berguna
mungkin aku harus berusaha tuk lp dia
agar aq tak tersiksa lg mlhat dia bersamanya

kurela kamu bersamanya
kurala melihat kamu bahagia dgn dia
walaupun rasanya batin ini  tersiksa
kukan lupakan semua demi km dgnnya
………….

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Penantian, Puisi Umum



Bugs Cheats Three Kingdoms Games

Posted on 25 November 2011 by (1) Comment

Kisah Tiga Negara (Hanzi: ????, hanyu pinyin: s?nguó y?nyì, Bahasa Inggris: Romance of the Three Kingdoms) adalah sebuah roman berlatar-belakang sejarah dari zaman Dinasti Han dan Tiga Negara. Di kalangan Tionghoa di Indonesia, kisah ini dikenal dengan nama Samkok yang merupakan dialek Hokkian dari sanguo atau tiga negara.

Sering orang salah kaprah akan perbedaan Kisah Tiga Negara atau Kisah Tiga Kerajaan mengingat terjemahan bahasa Inggris dari roman ini adalah Romance of the Three Kingdoms, namun pada sebenarnya, yang tepat adalah Kisah Tiga Negara mengingat pada klimaks roman ini, ketiga pemimpin yang bertikai; Cao Cao (negeri Wei), Liu Bei (negeri Shu) dan Sun Quan (negeri Wu) masing-masing telah memaklumatkan diri sebagai kaisar dan mengklaim legitimasi sebagai kekaisaran yang mewarisi Dinasti Han yang telah runtuh.

Roman ini ditulis oleh Luo Guanzhong (???), seorang sastrawan dinasti Ming yang mengambil referensi dari literatur sejarah resmi mengenai Zaman Tiga Negara di Tiongkok dimulai dari penghujung Dinasti Han, pecahnya Tiongkok ke dalam tiga negara dan kemudian dipersatukan kembali di bawah Dinasti Jin. Selain dari sejarah resmi, Luo juga mengambil referensi dari cerita rakyat turun temurun yang dituturkan secara lisan di masyarakat pada masa hidupnya.

Kisah Tiga Negara adalah salah satu karya sastra klasik yang paling populer di dalam sejarah Tiongkok. Luo menuliskan roman ini dalam 120 bab yang mempunyai alur cerita bersambung dengan referensi Catatan Sejarah Tiga Negara oleh Chen Shou dan sedikit imajinasinya sendiri. Ada sekitar lebih 400 tokoh sejarah yang diceritakan di dalam Kisah Tiga Negara yang dilukiskan dengan karakter berbeda. Cao Cao, Liu Bei dan Sun Quan sama sebagai karakter pemimpin namun berbeda dalam sifat dan pemikiran. Demikian pula penasehat Zhuge Liang, Xun You, Guo Jia dan Zhou Yu masing-masing berbeda pandangan dan wataknya. Setiap karakter mempunyai watak dan sifatnya sendiri yang berbeda satu sama lain. Penggambaran perbedaan watak karakter ini menjadikan roman ini diakui sebagai salah satu wakil dari puncak perkembangan sastra Tiongkok dalam sejarah. Kisah Tiga Negara ditulis dalam bahasa klasik (???).

Categories: Review



Malam Tanpa Bintang

Posted on 25 November 2011 by (0) Comment

Distorsi malam ini
Datanglah wahai kalian
Aku berbesar hati bila dijemput
Tapi bila enggan kata kan saja
Dan aku kan berteriak lantang
Wahai diri yang mati
Bangkit lah kembaliberdiri dan berlari…

Categories: Alunan Puisi



DalamHeningnyaDiammu

Posted on 25 November 2011 by (0) Comment

Dunia yang ku rasa, dimana aku berdiri di atasnya sudah tak mengizinkan ku lagi beralaskan kepadanya
Hati yang ku rasa, dimana aku merasa dengannya sudah tak mampu lagi ku rasainya
Hidup yang ku rasa, dimana aku di dalamnya, sudah merasa enggan menghebuskan nafasnya lagi untukku
Dan dirimu yang ku rasa masih setia dalam diam, dimana aku gantungkan hasrat dan harapanku dan masih ku impikan lagi, semakin setia dalam bisu dan begitu cinta dan kasihnya dirimu … dalam diammu

Categories: Alunan Puisi