Firasat
Judul: Firasat
Oleh: Rahmatan Idul
Titik-titik hujan
Menggelayut di antara tangkai-tangkai hati
Perlahan, jatuh di atas pucuk-pucuk asa
Yang kuncup memendam putik-putik setia
Dan benang-benang nestapa
Dalam kelopak-kelopak kerinduan
Ada yang tak biasa dengan rintik ini
Tak sedikit pun tampak olehku mendung yang membingkai
atau pelangi yang memudar sepi
Kecuali senyuman angin pada sepasang awan yang beranjak pergi
Mungkin ku Cuma berfirasat
Atau ini sebuah hasrat?
Entahlah…
Aku seolah tak peduli pada rintik ini
Rintik yang mungkin nanti kan menusukku dengan sejuta duri
Ku hanya ingin
melukis segores cinta di tiap ufuk hatinya
Agar selaksa bahagia
Mekar bersama senyuman sang mentari
Di penghujung Fajar nanti
Tags: puisi keinginan, puisi harapan, puisi asa, puisi mendung, puisi cinta, cinta puisi, cinta dan keinginan, harapan dan keinginan
Mawar
Judul: Mawar
Oleh: Puas Adi Saputro
Dalam sedih ku berbunga
nyata sebuah penantianku
tuk lukiskan wangi hingga durimu…
Tersirat surat cinta layaknya paras menggoda
yang itu takkan tanam luka
yang mungkin satu tangis kan slalu menemani…
Tapi, aku pun sendiriku
slalu dan akan sambut setiap hadirmu
walau hanya sehembus bayang-bayang pilu
walau kan hujam jantungku dengan rindu pesonamu…..
Tags: Puisi Mawar, Puisi Cinta, Puisi Kenyataan, puisi penantian, puisi sendiri, puisi sepi, puisi hujan, puisi rindu
Penantian
Judul: PENANTIAN
Oleh: Rani
Sudah tiba saatnya membuka lembaran langit
membaca halaman terlipat
Selaksa rindu,engkau menari bersama hujan
Bidadariku berlari meniti angin yang menghantar
Taufan ditarik kenyataan
Memintaku untuk meniti waktu mencari nada sehati
Tuhan Anugerahkanlah cinta itu
Agar aku bisa dekat dengannya
Tuhan Anugerahkan rasa itu
Agar dapat menyatukan jiwa…
Jangan biarkan perasaanku gundah
Jangan biarkan penatianku Sia-sia
Oh…..Tuhan
apa yang dapat ku perbuat
aku seperti hilang
bagaikan ditelan bumi
Detik,menit dan jam…
Berlalu dengan sekedip mata
Apa yang ada hanya penantian
Yang kan slalu terhalang…..
Tags: syair cinta, syair anugrah, syair, sajak, sajak syair, sajak penantian, sajak rindu, syair penantian, syair rindu
Takut
Judul: Takut
Oleh: Chae
Aku bukan tak mau bicara,
Tapi aku tak sanggup bicara..
Aku terlalu takut untuk bicara,
Aku takut menyakitinya..
Aku takut dia menangis karenaku
Aku pun takut kau bersedih melihatnya menangis
Aku bukan tak bisa bicara..
Tapi aku tak mampu bersuara
Aku terlalu khawatir hatiku akan terluka
Aku terlalu khawatir aku akan membuka lukaku lagi
Aku takut ia tahu apa yang ku rasakan
Aku pun takut kau kecewa atas keegoisanku
Aku bukan tak mau jujur
Tapi aku terlalu malu untuk jujur
Aku malu pada diriku yang malu
Aku malu pada hatiku yag rapuh
Aku takut ia tahu kalau aku malu
Aku pun takut kau tahu kalau aku malu padamu
Aku bukan takut akan cinta
Tapi aku takut cinta ini menyakitiku
Aku takut cinta ini melukaiku
Aku takut kau tahu, kalau aku tak bisa berhenti mencintamu
Tagas: puisi rapuh, puisi cinta, puisi hati, puisi malu, puisi sayu, puisi takut, puisi jujur, love poem, love poems
Andai Kau Tahu
Judul: Andai Kau Tahu
Oleh: Rizka Hikma Juliana
Saat ku terdiam dan sendiri
Pandangan kosong tanpa arti
Terbayang wajahmu di hati
Di relung jiwa yang hampir mati
Mawar yang kau berikan waktu itu
Kini harumnya tak seperti dulu
Bahkan kelopaknya pun sudah layu
Hanya durinya yang masih tajam melukai hatiku
Andai kau tahu
Hatiku hancur olehmu
Menunggumu di depan pintu hatiku
Berharap kau akan kembali padaku
Menghampiriku dengan senyum di bibirmu
Dan berkata “ Aku kembali untukmu “
Getaran Jiwa
Judul: Getaran Jiwa
Oleh: Tri Ulan Taipe City
kepala tertunduk lesu
jiwa bergetar luluh pilu
air mata tak mampu terbendung
kala kusebut asmamu yang agung
yaaaaaa ……. alloh
mengapa baru teringat
seteleh semua terlanjur
mengaa baru tersadar
setelah semua hancur
terlalu jauh langkahkan kaki
pijak kenikmatan semu duniawi
tersenyum bangga
karena masih diatas segalanya
tak pernah tersadar
semua hanya sementara
yaaaaaa……..alloh
terangi jiwa yang dalam kegelapan
tuntun tangan-tangan rapuh ini
agar tak terulang
jatuh kelubang kenistaan
terima insafku
sebelum nafas diujung waktu
Home Security Systems
Keeping the home warm and cozy for the whole family is one of the top most agenda of every parent but did you know that because of the changing times, Home Security is also as equally important? Well, if you have noticed over the years, many families have been put to harm because of people breaking in their houses, some got hurt while others really lost their lives.
She asked me to help her look online and I found the best out of so many Home Security Systems online, the ADT Home Security System. They’ve been in the business for over 130 years and through the years their systems became more innovative and high technology plus with their 24/7 customer monitoring, you will always feel secure even if you go for some out of town trips. With their cheap packages, you will never go wrong.
we can avoid the danger that threatens our homes and families. If you want early to anticipate the danger at home we can use a ADT Security System is to improve both early detection and anticipation of danger.
Home security is also set at the same time comfort and readiness of our success to our lives, both human and in the eyes of the creator. It is necessary for detection of the Home Security System so that, in the comfort of going home, to maintain assets in order to improve the gratitude to god, and can also provide comfort to the opportunities around us as possible will be early detection.
Join together with Home Security Surveillance System so that the comfort and security of living and more assured on the Home Security System for all disaster
Untuk kamu
Judul: Untuk kamu
Oleh: Aruni Dyah Utami
Rindu itu selalu tumbuh menjalari seluruh tubuh,
bagai air yang selalu mengalir
hanya ia yang mengerti…
Lalu,
biarkanlah angin menyapu pasir
membawanya terbang bertemu awan
bersimpuh, menanti kening langit tak berkerut lagi,,
Lalu ia kehilangan cahaya surya,
berganti kelabu beku,
sampai kau menangis…
berteriak dan menghasilkan petir..
dan..
ketika tangis terasa tak berarti,
ia datang menghadiahkan mu.,
sebuah pelangi…
Blada Kapelaku
Judul: Balada Kapelaku
(bintang paling terang dalam susunan bintang auriga)
Karya: Mega Diza
Seperti Kemala, di kemit pekat
Rampas waktu sejenak,
Untuk melinangkan air mata.. .
Apakah harus menanti hujan ?
Agar bumi basah tuk sejenak saja.
Siasati kemauan rasa, rasa sakral yang tabu.
Lampion kecil terhempas ke pantai
Telacak pasir pantai, ombak menyapa perih.
“mengapa kau kejar sesuatu yang tak mungkin kau dapatkan?”
Lantunan harmoniku cukup mjenjawab smua teki2 alam.
Historisitas cinta dulu, hilang tanpa bukti
Intimasi karisma kusut masai
Keramat kasih maras sudah
Nostalgia itu amat pesam
Rasaku ramu jadi satu.
Daku dini tuk ditanya.
An Entrapment
Title: An Entrapment
By: Anthony Kolos
My love, I have tried with all my being
to grasp a form comparable to thine own,
but nothing seems worthy;
I know now why Shakespeare could not
compare his love to a summer’s day.
It would be a crime to denounce the beauty
of such a creature as thee,
to simply cast away the precision
God had placed in forging you.
Each facet of your being
whether it physical or spiritual
is an ensnarement
from which there is no release.
But I do not wish release.
I wish to stay entrapped forever.
With you for all eternity.
Our hearts, always as one.







