Puisi Cinta | Sastra Nusantara

Love Is …

Posted on 23 December 2010 by (0) Comment

Love Is …

Love is the greatest feeling,
Love is like a play,
Love is what I feel for you,
Each and every day,
Love is like a smile,
Love is like a song,
Love is a great emotion,
That keeps us going strong,
I love you with my heart,
My body and my soul,
I love the way I keep loving,
Like a love I can’t control,
So remember when your eyes meet mine,
I love you with all my heart,
And I have poured my entire soul into you,
Right from the very start.

- Meghan –

Incoming search terms:

  • syair i love you forever for y darling
  • puisi hari kartini
  • puisi kartini
  • puisi remember
  • puisi umum
  • sastra nusantra

Categories: Alunan Puisi, Love Poems, Puisi Cinta, Puisi Ulang Tahun, Puisi Valentine, Romantic Poem



Never Have I Fallen

Posted on 23 December 2010 by (0) Comment

Never Have I Fallen

Your lips speak soft sweetness
Your touch a cool caress
I am lost in your magic
My heart beats within your chest

I think of you each morning
And dream of you each night
I think of your arms being around me
And cannot express my delight

Never have I fallen
But I am quickly on my way
You hold a heart in your hands
That has never before been given away

- Rex A. Williams –

Categories: Puisi Cinta, Puisi Tahun Baru, Puisi Umum, Puisi Valentine



Poem Valentine Day

Posted on 23 December 2010 by (0) Comment

A gentle word like a spark of light,
Illuminates my soul
And as each sound goes deeper,
It’s YOU that makes me whole
There is no corner, no dark place,
YOUR LOVE cannot fill
And if the world starts causing waves,
It’s your devotion that makes them still

And yes you always speak to me,
In sweet honesty and truth
Your caring heart keeps out the rain,
YOUR LOVE, the ultimate roof
So thank you my Love for being there,
For supporting me, my life
I’ll do the same for you, you know,
My Beautiful, Darling Wife.

- David G. Kelly –

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Umum, Puisi Valentine



Perahu itu..

Posted on 23 December 2010 by (0) Comment

Perahu itu..

Saat, keinginan berlayar tak tertahan
Kubawa hati mengarungi samudera nan terbungkus awan
Indah, seindah rasa menyelimuti harapan
Tentang asa, cita-cita dan masa depan

Kupenuhi perahu dengan segumpal CINTA
Kugantungi secercah cahaya sebagai penyerta
Kuhiasi dinding-dindingya dengan rindu yang sejuta
Kukayuh sesekali dengan cemburu dan air mata

Dan….
Ketika perahu terlalu sarat akan beban
Ketika terbentuk hasrat memiliki perahu tambahan
Ketika aku tak sanggup mengayuh sendirian

Aku tergulung ombak demikian kencang
Terguncang keras menerpa bebatuan karang
Meninggalkan cerita tentang harapan, terbuang
Mengikis gumpalan CINTA yang terlanjur memberi terang

Aku tenggelam
Perahuku karam

http://www.bayumukti.com/puisi-di-hari-valentines/

Incoming search terms:

  • puisi tentang cita-cita
  • kumpulan puisi cita cita
  • puisi tentang cita cita
  • puisi cita-cita
  • pusi cita-cita yang singkatl
  • contoh puisi cita cita
  • puisi awan
  • puisi tentang awan
  • contoh puisi cita-cita
  • puisi cita cita

Categories: Puisi Cinta, Puisi Tahun Baru, Puisi Umum, Puisi Valentine



Puisi Valentine Penantian Tiada Arti

Posted on 23 December 2010 by (0) Comment

Penantian Tiada Arti

matahari menyinari kamar ini
ku dengar kokok ayam menyambut pagi
setiap hari selalu begini
menanti dan menanti lagi

ku matikan televisi ku
ku benahi ranjang kecil ku
ku tata ruang kamar ku
ku buang sampah makanan ku

ku pergi ke kamar mandi
membersihkan diri ini
juga menggosok gigi
tak lupa ku makan pagi

menanti kehadiranmu ke sini
mungkin kah itu hanya mimpi
atau hanya harapan yg dingin
yg tak kan pernah ku miliki

telpon dari mu cukup membuat ku tersenyum
tersenyum kagum melihat kau peduli thd ku
walau sedetik aku mendengarkan suaramu
cukup untuk senyum 1 menit ku

ku hanya berharap
semoga kau sehat-sehat saja
krn ku membutuhkan perhatian mu
krn ku sayang kepada mu

http://www.bayumukti.com/puisi-di-hari-valentines/

Incoming search terms:

  • puisi perhatian
  • puisi tentang perhatian
  • kumpulan puisi makanan
  • Puisi butuh perhatian
  • puisi perhatian cinta
  • pusis tentang perhatian
  • puisi masakan nusantara
  • kumpulan puisi perhatian
  • puisi kurang perhatian mu
  • puisi ingin perhatian

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Valentine



Tentang Merpati

Posted on 23 December 2010 by (0) Comment

Kabar burung
Merpati lambang cinta
Namun buntung
Simpati betambang duka

Gosip pagi di televisi
Merpati jalinan asmara
Tapi kasih tak pasti
Saksi perjalanan murka

Lidah orang bersahutan
Merpati itu suci
Pindah sarang berbarengan
Bertelur
Menetas
Lalu jadi burung kawakan
Apa yang suci?
Dasar tukang kawin

Pebincangan datuk
Merpati simbol kemakmuran
Sampai dibuatnya aku suntuk
Tetap merpati binatang sembarangan

Ribuan mata terpaku
Merpati putih berkicau
Indah menurut mereka
Menanjakan telinga pendengarnya
Damai bagi kalian
Masih saja aku sendirian

Merpati
Enyalah dariku
Kau cuma berbakhti
Tak bisa berpadu
Cinta antara dia dan daku

(Roil Jiwang Muhtadin : Jakarta, 15 Juni 2009)
Sumber: revolusisenja.indosastra.com

Incoming search terms:

  • lambang puisi
  • puisi dengan kata lidah
  • puisi guruku yang kucintai jasa makna jasa - jasa guruku
  • puisi lambang

Categories: Puisi Cinta, Puisi Umum



Puisi Sahabat

Posted on 22 December 2010 by (0) Comment

Judul: sahabat
oleh: Dienna

sahabat…
kaulah yang s’lalu ada
disaat q membutuhkanmu…
sahabat…
aku ingin kau terus di samping q
aku ta’k ingin kau jauh dariku..
karna kau belahan jiwa q..
sahabat …
okh,,,,
sahabat…

Incoming search terms:

  • puisi sahabat bersajak
  • puisi persahabatan yang bersajak abab
  • kumpulan puisi berima
  • puisi sahabat yang berima
  • puisi berima
  • puisi sahabat terbaikku yg berima abab
  • puisi sahabatabat yang berima
  • contoh puisi bersajak abab dan berima
  • puisi sedih di malam hari
  • puisi tentang laut yg berima a-b-a-b

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum



Jika Tiba saatnya 2

Posted on 22 December 2010 by (0) Comment

Judul: Jika Tiba Saatnya
Oleh: Suhardi

Jika Tiba saatnya 2

Jika tiba saatnya
Manusia akan dibangkitkan dari tidurnya
Berkumpul di lapangan yang luasnya bernar-benar tak terkira
Itulah saatnya
Akan ditanyakan empat perkara
Umurmu kau habiskan untuk apa
Masa mudamu sampai habis dan tua kau pakai untuk apa
Hartamu kau dapatkan dari mana
dan kau belanjakan untuk apa

Saat itu pula
Karena menunggu putusan perkara
Tentang surga atu neraka
Manusia akan merasa sangat payah tersiksa
Karena matahari di dekatkan di atas kepala
Ada yang berkeringat sampai paha, dada, mata bahkan hingga menenggelamkannya
Semua tergantung dari dosa ketika dia di dunia
Lalu mereka menemui empat ulul azmi yang mulia
Agar memintakan safaat Tuhan kepada mereka
Tapi semua berkata yang sama
Kami semua pernah berbuat dosa
Dan pada hari ini Tuhan telah bernar-bernar murka tak terkira
Keempat-empatnya menyarankan agar mendatangi yang kelima, Kholilulloh dan penutup para Anbiya

Mereka pun bergegas pergi untuk meminta
Muhammad Rasul yang mulia pun setuju dengan mereka
Lalu naik ke atas Arsyi menghadap Tuhan Yang Esa
Syafaat pun diminta
Dengan kemurahaaNya
Syafaat diberikan terutama untuk umat Muhaammad agar masuk ke surga dalam urutan pertama
Selanjutnya nabi terdahulu, umatnya dan pembelanya
Begitulah kisah yang tersirat dalam Hadis yang mulia
Lewat sabda Rasul penutup Anbiya

Rawangkawo-Riau 1 Juli 2009

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Islami, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum



puisi untuk ibu

Posted on 22 December 2010 by (0) Comment

Judul: Ibu
Oleh: Ahmad Sholihin

Ibu…..
ketika ku mengingatmu
ku terasa sepi
karna jauh dari tempat tinggalmu
jauhmu tak bisa menghapus atas jasamu
yang sungguh mulia

ku menerawang melalui sinar mentari
yang menerobos celah bilik yang sempit
anginpun menghantarkan rinduku pada ibu
rindu yang berisikan doa dan asa

Ibu….
maafkanlah
ku tak bisa bertemu
agar kau sehat selalu
asamu tak munkin terhutung

dau-daun dan lautanpun tak cukup dijadikan bahan baku tuk dijadikan bahan baku mencatat jasa-jasamu

aku selalu ingat dan merasakan
belaianmu yang masih hangat

Ibu…

ketika ku mengingatmu
ku terasa sepi
karna jauh dari tempat tinggalmu
jauhmu tak bisa menghapus atas jasamu
yang sungguh mulia

ku menerawang melalui sinar mentari
yang menerobos celah bilik yang sempit
anginpun menghantarkan rinduku pada ibu
rindu yang berisikan doa dan asa

Ibu….
maafkanlah
ku tak bisa bertemu
agar kau sehat selalu
asamu tak munkin terhutung

dau-daun dan lautanpun tak cukup dijadikan bahan baku tuk dijadikan bahan baku mencatat jasa-jasamu

aku selalu ingat dan merasakan
belaianmu yang masih hangat

Incoming search terms:

  • puisi pendek untuk ibu
  • puisi singkat tentang ibu
  • puisi pendek tentang ibu
  • puisi pendek ibu
  • puisi pendek
  • puisi bersajak laut
  • puisi sederhana untuk ibu
  • puisi singkat ibu
  • puisi singkat untuk ibu
  • puisi berantai perpisahan

Categories: Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat



Aku Tak Tahu Mengapa

Posted on 22 December 2010 by (0) Comment

Saya tak tahu mengapa
Saya merasa agak melankolik malam ini
Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas kota ini
Dengan warna-warna baru
Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan
Semuanya terasa mesra tapi kosong
Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan
Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya
Saya ingin memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia
pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya
Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih
Hanya kemarahan yang membuat saya keluarkan  air mata
Bagi saya ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam hidup
dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan

Akhir Tahun,2010 by Aprinol Zikri

Incoming search terms:

  • Makna puisi terompet karya W S Rendra
  • analisis amanat puisi dengan judul tangis rendra
  • analisis puisi terompet karya W S rendra

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Tahun Baru