Posted on 22 December 2010 by
admin
Judul: sahabat
oleh: Dienna
sahabat…
kaulah yang s’lalu ada
disaat q membutuhkanmu…
sahabat…
aku ingin kau terus di samping q
aku ta’k ingin kau jauh dariku..
karna kau belahan jiwa q..
sahabat …
okh,,,,
sahabat…
Incoming search terms:
- puisi sahabat bersajak
- puisi persahabatan yang bersajak abab
- kumpulan puisi berima
- puisi sahabat yang berima
- puisi berima
- puisi sahabat terbaikku yg berima abab
- puisi sahabatabat yang berima
- contoh puisi bersajak abab dan berima
- puisi sedih di malam hari
- puisi tentang laut yg berima a-b-a-b
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 22 December 2010 by
admin
Judul: Jika Tiba Saatnya
Oleh: Suhardi
Jika Tiba saatnya 2
Jika tiba saatnya
Manusia akan dibangkitkan dari tidurnya
Berkumpul di lapangan yang luasnya bernar-benar tak terkira
Itulah saatnya
Akan ditanyakan empat perkara
Umurmu kau habiskan untuk apa
Masa mudamu sampai habis dan tua kau pakai untuk apa
Hartamu kau dapatkan dari mana
dan kau belanjakan untuk apa
Saat itu pula
Karena menunggu putusan perkara
Tentang surga atu neraka
Manusia akan merasa sangat payah tersiksa
Karena matahari di dekatkan di atas kepala
Ada yang berkeringat sampai paha, dada, mata bahkan hingga menenggelamkannya
Semua tergantung dari dosa ketika dia di dunia
Lalu mereka menemui empat ulul azmi yang mulia
Agar memintakan safaat Tuhan kepada mereka
Tapi semua berkata yang sama
Kami semua pernah berbuat dosa
Dan pada hari ini Tuhan telah bernar-bernar murka tak terkira
Keempat-empatnya menyarankan agar mendatangi yang kelima, Kholilulloh dan penutup para Anbiya
Mereka pun bergegas pergi untuk meminta
Muhammad Rasul yang mulia pun setuju dengan mereka
Lalu naik ke atas Arsyi menghadap Tuhan Yang Esa
Syafaat pun diminta
Dengan kemurahaaNya
Syafaat diberikan terutama untuk umat Muhaammad agar masuk ke surga dalam urutan pertama
Selanjutnya nabi terdahulu, umatnya dan pembelanya
Begitulah kisah yang tersirat dalam Hadis yang mulia
Lewat sabda Rasul penutup Anbiya
Rawangkawo-Riau 1 Juli 2009
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Islami, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 22 December 2010 by
admin
Judul: Ibu
Oleh: Ahmad Sholihin
Ibu…..
ketika ku mengingatmu
ku terasa sepi
karna jauh dari tempat tinggalmu
jauhmu tak bisa menghapus atas jasamu
yang sungguh mulia
ku menerawang melalui sinar mentari
yang menerobos celah bilik yang sempit
anginpun menghantarkan rinduku pada ibu
rindu yang berisikan doa dan asa
Ibu….
maafkanlah
ku tak bisa bertemu
agar kau sehat selalu
asamu tak munkin terhutung
dau-daun dan lautanpun tak cukup dijadikan bahan baku tuk dijadikan bahan baku mencatat jasa-jasamu
aku selalu ingat dan merasakan
belaianmu yang masih hangat
Ibu…
ketika ku mengingatmu
ku terasa sepi
karna jauh dari tempat tinggalmu
jauhmu tak bisa menghapus atas jasamu
yang sungguh mulia
ku menerawang melalui sinar mentari
yang menerobos celah bilik yang sempit
anginpun menghantarkan rinduku pada ibu
rindu yang berisikan doa dan asa
Ibu….
maafkanlah
ku tak bisa bertemu
agar kau sehat selalu
asamu tak munkin terhutung
dau-daun dan lautanpun tak cukup dijadikan bahan baku tuk dijadikan bahan baku mencatat jasa-jasamu
aku selalu ingat dan merasakan
belaianmu yang masih hangat
Incoming search terms:
- puisi pendek untuk ibu
- puisi singkat tentang ibu
- puisi pendek tentang ibu
- puisi pendek ibu
- puisi pendek
- puisi bersajak laut
- puisi sederhana untuk ibu
- puisi singkat ibu
- puisi singkat untuk ibu
- puisi berantai perpisahan
Categories: Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat
Posted on 22 December 2010 by
admin
Saya tak tahu mengapa
Saya merasa agak melankolik malam ini
Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas kota ini
Dengan warna-warna baru
Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan
Semuanya terasa mesra tapi kosong
Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan
Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya
Saya ingin memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia
pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya
Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih
Hanya kemarahan yang membuat saya keluarkan air mata
Bagi saya ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam hidup
dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan
Akhir Tahun,2010 by Aprinol Zikri
Incoming search terms:
- Makna puisi terompet karya W S Rendra
- analisis amanat puisi dengan judul tangis rendra
- analisis puisi terompet karya W S rendra
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Tahun Baru
Posted on 15 December 2010 by
admin
Judul: Tergoda
Oleh: Rizky Anggreini
Aku tergoda…
senyum yg begitu menggoda meluluhlantakkan sendi-sendi pertahanan ku…
Aku tak percaya ini…
Aku tak percaya bahwa apa yg menjadi prinsip ku, hancur luluh hanya karna senyuman itu….
Aku tergoda,
benar-benar tergoda, saat dia mulai menatap mataku dengan ribuan kata yg membuat ku lemah tak berdaya…
Aku tidak mau tergoda,
tapi aku tergoda…
Incoming search terms:
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Penantian, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 15 December 2010 by
admin
Judul: Pada Suatu Petang
Oleh: Aprinol Zikri
Dan di petang ini
Dengan kesepian yang masih sama
Aku duduk di dekat jendela
Melepas pandangan ke halaman yang tlah mulai gersang
Disinilah ku memulai hidup yang benar benar baru
Jauah dari masa lalu yang sering terisak isak tangis ku
Bilamana senja datang
Tersarang rindu yang datang tiba tiba
Merindukan hujan turun mengguyur masa lampau
10 desember 2010
Incoming search terms:
- analisis puisi burung karya ws rendra
- Puisi dengan judul sepi
- puisi sore yang gersang
- sajak pendek gersang
Categories: Alunan Puisi, Puisi Harapan, Puisi Penantian
Posted on 15 December 2010 by
admin
Judul: Di Depan Kaca Dunia
Oleh: Aprinol Zikri
Saat ini Tangis kembali terisak
Air mata yang terlempar dari kedamaian dan kecerian
Termangu diriku didepan kaca dunia
Aku berdiri dengan air mata menentang kuatnya dunia
dunia seperti menyudutkan aku,
dunia seperti menghina ku,
dan dunia seolah olah mentertawakan aku
Jiwa ku mencengkel di langit hati
Ini adalah masa yang penuh kenangan di dunia ku
Yang terkadang membuatku mengutuk diri ku sendiri
Dan juga peristiwa yang tak jarang pula membuat aku menumpahkan jutaan air mata
Kaca Dunia ,2010
Incoming search terms:
- puisi penghinaan
- nusantara ke depan emha ainun najib
- puisi penghinahan
- Puisi tentang penghinaan diriku sendiri
- sajak penghinaan
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 10 December 2010 by
admin
Judu: bulan dan bintang
oleh: “denny yarmawati”
malam ini..
ku termenung di kamar tidurku
paras wajah ku muram
mata ku tak henti mengeluarkan air mata
ku ter ingat pada hari ini
ku merasa perjuangan ku hanya sia-sia
tapi….
seketika aku ingin untuk melihat bulan dan bintang
malam begitu cerah..
ku lihat bulan seperti tersenyum padaku
ku lihat bintang seolah tak ingin ku menangis
sekarang ku sadar
hari ini adalah kegagalan ku
yang harus menjadi cambuk keberhasilan
untuk masa depan ku nanti
terima kasih bulan
terima kasih bintang
karna telah membangkitkan semangat ku
Incoming search terms:
- puisi bulan dan bintang
- contoh puisi tentang bulan
- syair bintang
- contoh puisi bulan
- contoh puisi tentang bintang
- contoh puisi etik
- puisi tentang bulan
- Puisi tentang bintang dan bulan
- puisi bulan dan bintang\
- puisi kemiskinan dan perjuangan
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Umum
Posted on 10 December 2010 by
admin
AKU RINDU KAU
Oleh : Karyadi (Ahmad Suaidi Muharrom)
Dulu kau sangat arif
Dulukau sangat kharismatik
Dulu kau sangat yudikatif
Dulu kau sangat normatif
Dulu kau bermoral
Dulu kau beradab
Dulu kau membawa kesejahteraan
Dulu kau memberikan kemakmuran
Kita merindukan kau
Kita menginginkan kau hadlir dalam kehidupankita
Untuk hidup kita bersama
Sedang kau biadab
Sedang kau memang pandai
Tapi hanya untuk kebohongan
Untuk kesalahan demi nafsumu yang menggelegar
Kita sangat merindukan kau
Tapi kau mencampakkan kita
Kita percaya kau
Namun jau dusta pada kita
Dulu kau berjanji untuk kita
Sekarang kau dusta
Binar-binar kebenaran
Cahaya-cahaya penerang
Suara-suara merdu
Alunan-alunan syahdu
Mengantarkan kita dalam tidur
Di bawah kekuasaanmu
Kini berganti gemuruh petir menggelegar
Rasa percaya berubah jadi dusta
Kebenaran berbalik kesalahan
Kemakmuran berganti pertempuran
Kesejahteraan melebur jadi kekuasaan individual
Hanya demi kepuasan sejengkal
Hanya demi kenikmatan saju jam
Kau abaikan akal….
Incoming search terms:
- puisi kemakmuran
- puisi kesejahteraan
- contoh sebait puisi tentang negara
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Islami, Puisi Kenangan, Puisi Penantian, Puisi Rumi, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 10 December 2010 by
admin
jalan setapak yang terlupakan
terkapar dibakar matahari
semak belukar di kedua tepi
berlomba menghapusnya?
Amuk belalai badai membantai,
gemuruh Beribu guruh menyerbu,
cambuk petir mengamuk,
Dan berjuta panah hujan susul-menyusul
Menggempur gempar jalan ku tak berampun.
APRINOL zIKRI Oktober , 2010
Categories: Alunan Puisi, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum