Posted on 9 January 2011 by
admin
Judul: goresan aksara luka
Oleh: boni syams
wahai bunga-bunga kesadaran
aku ajak engkau dengarkan nafas ringkih ini
yang ku hembuskan dari dalam relung sukma
ku kidungkan seruling jiwa dengan lirih berdarah
runcing sepucuk lesung tersayat sembilu
inikah wujud separuh ruhku
yang tersisih dari senyawa kekasih
aku terbuang kehilangan bentuk
ketika sebaris sya’ir merangkai ejaan terakhir
sepatah kata sepatah hati
tersirat makna tinggalku pergi
Incoming search terms:
- goresan patah hati
- curahan hati yang terluka
- puisi goresan luka
- klasiikasi tungau (paratetranychus yothersi hemitarsonemus latus) termasuk famili
- puisi sahabat berima
- Ukap kan perasaan cinta
- curahan hati yang sedih
- arti kata nornuceferine
- puisi bebas tentang persahabatan bersajak
- puisi goresan malam
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat
Posted on 9 January 2011 by
admin
Judul: ta ada arti
Oleh: obel idris
rebulan mu kini seperti leterah
bintang mu kini seperti mentari
mampu menyinari nmun ta bisa memberi arti
mampu menemanni nmun ta sehati
slalu kau senangi dan kau hayatti
nmun kau semakin ta berarti
ukap kan yang terjadi dan kau sesali
apa yang kau pilih adalah kesombongan hati yang tak pernah kau sadari
pahammi dan renungi kini kau ta berarti
dan bersujud pada illahi robbi
Incoming search terms:
- dari sujud ke sujud habiburrahman
- novel habiburrahman el shirazy dari sujud ke sujud
- ebook dari sujud ke sujud
- Dari Sujud ke sujud by Habbiburahman
- pdf dari sujud ke sujud
- novel habiburrahman terbaru dari sujud ke sujud
- novel habiburrahman el shirazy dari sujud ke sujud pdf
- Puisi sujud habiburahman el
- novel habiburrahman el shirazy terbaru dari sujud kesujud
- contoh novel ciptaan hamka
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih
Posted on 5 January 2011 by
admin
Aku iba
Aku risih
Aku menagis di akhir tahun malam ini
seperti biasa yang ku rasa
Ku lihat dari celah jendela
Ku sorotkan mata ke arah langit timur
Yang Terliahat hanyalah api yang mengelabuni arah pandang ku
Ku intip bulan dari balik kabut asap
Karena itu yang bias ku lakukan lewat jeruji besi jendela kamar ku
Ku pejamkan mata,dan aku pun menangis bebas
Karena kesepian ku hanya di temani pekik dari mulut mulut terompet
Dan hidupku hanya di temani kata kata yang sepi
2010….<<>>2011
Incoming search terms:
- tema dalam puisi terompet karya w s rendra
- cari tema puisi ulang tahun perusahaan
- puisi terompet
- akibatnya jika luka bekas cabut di semprot sodium hipoklorit
- terompet karya ws rendra
- sajak terompet
- puisi terompet-w s rendra
- puisi terompet karya ws rendra
- Makna puisi terompet
- ciri-ciri umum puisi terompet - ws rendra
Categories: Alunan Puisi, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Tahun Baru
Posted on 30 December 2010 by
admin
Puisi oleh Obel idris
Rembulan mu kini seperti letera
bintang mu kini seperti mentari
mampu menyinari nmun ta bisa memberi arti
mampu menemanni nmun ta sehati
slalu kau senangi dan kau hayati
namun kau semakin ta berarti
ungkapkan yang terjadi dan kau sesali
apa yang kau pilih adalah kesombongan hati
yang tak pernah kau sadari
pahammi dan renungi kini kau tak berart
dan bersujud pada illahi robbi
Incoming search terms:
- kumpulan puisi bintang
- contoh puisi bintang
- kumpulan puisi sombong
- analisis isi puisi dongeng pahlawan karya ws rendra
- puisi pendek bintang
- Puisi untuk sahabat yang sombong
- puisi tentang sahabat yang sombong
- Puisi pendek malam yg pilu
- Puisi pendek minggu menjelang malam
- puisi singkat bintang
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Islami, Puisi Kenangan, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 23 December 2010 by
admin
Sembilan bulan lamanya
Rahim dalam berada
Janin muda perut bunda
Pengorbanan tiada sia
Akhirnya aku lahir lahir juga
Dunia baru berseru
Pada diriku
Waktu dulu
Pada pangkuanmu
Jasa sejagat
Bercucuran keringat
Masih tetap semangat
Seiring kasih hangat
Dalam dekapan hanyat
Bunda
Waktu terus berporos
Pada kenyatan dunia
Dari balik tubuh polos
Doa pada bunda
Ananda bahagia
Bunda
Lanjut usia
Tetap saja kau setia
Terkadang ananda lupa
Masih terus bunda berdoa
Ku harap tak durhaka
Celakalah ananda
Neraka akan menyapa
Bunda
Ananda yang hina
Berharap tetap berguna
Walau jua tak ada
Selalu berusaha
Semoga bunda bahagia
Dunia memang berbeda
Tak mesti bersama
Bunda tetap di jiwa
Raga ananda,
Tetap bunda
Bunda
Untaian bunga
Ukiran bianglala
Lautan samudera
Intan permata
Kecantikan dunia
Tidak seberapa
Bunda tetaplah bunda
Terkenang sepanjang masa
Tak pernah ada akhirnya
Bunda
Wanita terhebat
Wanita terdekat
Ku kenal kau
Lewat nada merdu
Ku ucap kata ibu
Kaulah pelitaku
Tak akan padam
Terkadang meredam
Tetap tak mendendam
Dari kedingingan malam
Ananda memberi salam
Salam dari gubuk terdalam
Demi kerinduan terpendam
(Roil Jiwang Muhtadin : Jakarta, 14 Juni 209)
Sumber: revolusisenja.indosastra.com
Incoming search terms:
- geguritan nasionalisme
- geguritan judul ibu
- puisi pelit
- pelit puisi
Categories: Alunan Puisi, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum
Posted on 22 December 2010 by
admin
Judul: sahabat
oleh: Dienna
sahabat…
kaulah yang s’lalu ada
disaat q membutuhkanmu…
sahabat…
aku ingin kau terus di samping q
aku ta’k ingin kau jauh dariku..
karna kau belahan jiwa q..
sahabat …
okh,,,,
sahabat…
Incoming search terms:
- puisi sahabat bersajak
- puisi persahabatan yang bersajak abab
- kumpulan puisi berima
- puisi sahabat yang berima
- puisi berima
- puisi sahabat terbaikku yg berima abab
- puisi sahabatabat yang berima
- contoh puisi bersajak abab dan berima
- puisi sedih di malam hari
- puisi tentang laut yg berima a-b-a-b
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 22 December 2010 by
admin
Judul: Jika Tiba Saatnya
Oleh: Suhardi
Jika Tiba saatnya 2
Jika tiba saatnya
Manusia akan dibangkitkan dari tidurnya
Berkumpul di lapangan yang luasnya bernar-benar tak terkira
Itulah saatnya
Akan ditanyakan empat perkara
Umurmu kau habiskan untuk apa
Masa mudamu sampai habis dan tua kau pakai untuk apa
Hartamu kau dapatkan dari mana
dan kau belanjakan untuk apa
Saat itu pula
Karena menunggu putusan perkara
Tentang surga atu neraka
Manusia akan merasa sangat payah tersiksa
Karena matahari di dekatkan di atas kepala
Ada yang berkeringat sampai paha, dada, mata bahkan hingga menenggelamkannya
Semua tergantung dari dosa ketika dia di dunia
Lalu mereka menemui empat ulul azmi yang mulia
Agar memintakan safaat Tuhan kepada mereka
Tapi semua berkata yang sama
Kami semua pernah berbuat dosa
Dan pada hari ini Tuhan telah bernar-bernar murka tak terkira
Keempat-empatnya menyarankan agar mendatangi yang kelima, Kholilulloh dan penutup para Anbiya
Mereka pun bergegas pergi untuk meminta
Muhammad Rasul yang mulia pun setuju dengan mereka
Lalu naik ke atas Arsyi menghadap Tuhan Yang Esa
Syafaat pun diminta
Dengan kemurahaaNya
Syafaat diberikan terutama untuk umat Muhaammad agar masuk ke surga dalam urutan pertama
Selanjutnya nabi terdahulu, umatnya dan pembelanya
Begitulah kisah yang tersirat dalam Hadis yang mulia
Lewat sabda Rasul penutup Anbiya
Rawangkawo-Riau 1 Juli 2009
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Islami, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 22 December 2010 by
admin
Judul: Sketsa Malu
Oleh: Suhardi
Entah karena apa
Berjuta malu dalam jiwa telah sirna
Tak seorang pun tahu kenapa
Memang bodoh bertanya ada apa
Karena sudah nyata
Bukankah nafsu tak lebih dari ujung semua perkara
Menguasai hati manusia
Itulah sebabnya
Tak siang, tak sore, dan malam sama saja
Dia…..
Tetap saja angkuh dengan sombongnya
Seakan menang atas tuduhan perkara
Karena telah banyak merubah
Manusia jadi telanjang tanpa busana
Wanita
Pria
Tua renta
Hakim pemutus perkara
Polisi negara
Kepala desa
Telanjang tanpa malu tanpa busana
Di panggung sandiwara
Incoming search terms:
- habsyah pertama dipimpin oleh
- puisi cinta apa nafsu
Categories: Puisi Pahlawan, Puisi Presiden, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 22 December 2010 by
admin
Judul: Ibu
Oleh: Ahmad Sholihin
Ibu…..
ketika ku mengingatmu
ku terasa sepi
karna jauh dari tempat tinggalmu
jauhmu tak bisa menghapus atas jasamu
yang sungguh mulia
ku menerawang melalui sinar mentari
yang menerobos celah bilik yang sempit
anginpun menghantarkan rinduku pada ibu
rindu yang berisikan doa dan asa
Ibu….
maafkanlah
ku tak bisa bertemu
agar kau sehat selalu
asamu tak munkin terhutung
dau-daun dan lautanpun tak cukup dijadikan bahan baku tuk dijadikan bahan baku mencatat jasa-jasamu
aku selalu ingat dan merasakan
belaianmu yang masih hangat
Ibu…
ketika ku mengingatmu
ku terasa sepi
karna jauh dari tempat tinggalmu
jauhmu tak bisa menghapus atas jasamu
yang sungguh mulia
ku menerawang melalui sinar mentari
yang menerobos celah bilik yang sempit
anginpun menghantarkan rinduku pada ibu
rindu yang berisikan doa dan asa
Ibu….
maafkanlah
ku tak bisa bertemu
agar kau sehat selalu
asamu tak munkin terhutung
dau-daun dan lautanpun tak cukup dijadikan bahan baku tuk dijadikan bahan baku mencatat jasa-jasamu
aku selalu ingat dan merasakan
belaianmu yang masih hangat
Incoming search terms:
- puisi pendek untuk ibu
- puisi singkat tentang ibu
- puisi pendek tentang ibu
- puisi pendek ibu
- puisi pendek
- puisi bersajak laut
- puisi sederhana untuk ibu
- puisi singkat ibu
- puisi singkat untuk ibu
- puisi berantai perpisahan
Categories: Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat
Posted on 22 December 2010 by
admin
Saya tak tahu mengapa
Saya merasa agak melankolik malam ini
Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas kota ini
Dengan warna-warna baru
Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan
Semuanya terasa mesra tapi kosong
Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan
Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya
Saya ingin memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia
pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya
Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih
Hanya kemarahan yang membuat saya keluarkan air mata
Bagi saya ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam hidup
dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan
Akhir Tahun,2010 by Aprinol Zikri
Incoming search terms:
- Makna puisi terompet karya W S Rendra
- analisis amanat puisi dengan judul tangis rendra
- analisis puisi terompet karya W S rendra
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Tahun Baru