Puisi Sahabat | Sastra Nusantara

Mimpi Hampir Terhenti

Posted on 4 December 2010 by (0) Comment

Judul: Mimpi Hampir Terhenti
Oleh: wahyu irwansyah

Semilir angin subuh belai wajah
tatkala baru dibasahi buliran perih
tetesan embun pagi perlahan , namun
pasti menghujam palung hati

Terbidik pandangan pada langit
masih buram , ragu fajar memancar sinar
seolah Cerminan raga rapuh
detak intuisi pun gagu

Sadar nalar akan kekhilafan
Keraguan atas cinta begitu dalam
Kefanaan bathin untuk wujud kepedulian
Bathin suci diabrasi hujan bisikan syaitan

Meski gelombang samudera mengering
Walau langit jatuh pada genggaman
Sungguhpun pena takdir diukir isyarat relung
Namun….., segala tiada arti secuil pun

Seiring getirnya suratan , terpatri di garis tangan
Menjulang tinggi rasa kemunafikan diri
bahkan hampir capai titik aporisma
Kepenatan akal , ku nilai sebagai beban
Rutinnya aliran tangis , ku yakini tiada harganya
Berliter peluh tercipta,perintah beribu kata memberontak sama
Sejenak menyibak tirai keikhlasan ,
Berganti kebencian : mengapa hidup seolah sporatis bersifat culas bagiku!

Akhirnya hanya miliki- Mu
Berjuta kali aku menampikkan -Mu
Bertriliun langkahku tak lepas dari sentuhan-Mu
Berujung segalanya pada cawan kuasa-Mu
peluh , airmata , darah , bahkan tulang belulangku

Dan kini setelah waktu ditentukan
Janji tersembunyi mulai menampakkan diri
Satu per satu asa tertunda menjelma nyata
secercah harap kembali membara
Dari serangkai pigura hidup ini kupadati
makna equilibrium putaran roda bumi
Mohon beri segenggam kesempatan
tuk hadiahi kebahagiaan….
Bagi para insan yang ditakdirkan di sisi

Incoming search terms:

  • sastra berontak

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum



Inilah Aku

Posted on 2 December 2010 by (0) Comment

Judul: Inilah Aku
Oleh: Rizky Anggreini

Lelah….
bersembunyi dibalik ketegaran hati…
saat sendiri, terasa betapa rapuhnya diri ini…

Melupakan apa yg dibutuhkan,
mengabaikan semua yg disediakan….

Sampai kapan ?
bersembunyi dan menutupi kesendirian ini…

Aku lelah bahkan menyerah
tuk meraih sesuatu yg sebenarnya bisa berubah jadi indah…

ini lah aku,
inilah aku dengan semua titik jemu ku…

tapi hanya untuk saat ini,
sampai lelah ini hilang sendiri,
dan kembali lagi tuk bersembunyi

Incoming search terms:

  • puisi ini lah aku

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat



Puisi Ws Rendra

Posted on 27 November 2010 by (1) Comment

Puisi Ws Rendra
oleh Aprinol ZiQr

Wahai pelacur-pelacur kota Jakarta
Sekarang bangkitlah
Sanggul kembali rambutmu
Karena setelah menyesal
Datanglah kini giliranmu
Bukan untuk membela diri melulu
Tapi untuk lancarkan serangan
Karena
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kaurela dibikin korban

Sarinah
Katakan kepada mereka
Bagaimana kau dipanggil ke kantor menteri
Bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu
Tentang perjuangan nusa bangsa
Dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal
Ia sebut kau inspirasi revolusi
Sambil ia buka kutangmu
Dan kau Dasima
Khabarkan pada rakyat
Bagaimana para pemimpin revolusi
Secara bergiliran memelukmu
Bicara tentang kemakmuran rakyat dan api revolusi
Sambil celananya basah
Dan tubuhnya lemas
Terkapai disampingmu
Ototnya keburu tak berdaya

Politisi dan pegawai tinggi
Adalah caluk yang rapi
Kongres-kongres dan konferensi
Tak pernah berjalan tanpa kalian
Kalian tak pernah bisa bilang ‘tidak’
Lantaran kelaparan yang menakutkan
Kemiskinan yang mengekang
Dan telah lama sia-sia cari kerja
Ijazah sekolah tanpa guna

Para kepala jawatan
Akan membuka kesempatan
Kalau kau membuka kesempatan
Kalau kau membuka paha
Sedang diluar pemerintahan
Perusahaan-perusahaan macet
Lapangan kerja tak ada

Revolusi para pemimpin
Adalah revolusi dewa-dewa
Mereka berjuang untuk syurga
Dan tidak untuk bumi
Revolusi dewa-dewa
Tak pernah menghasilkan
Lebih banyak lapangan kerja
Bagi rakyatnya
Kalian adalah sebahagian kaum penganggur yang mereka ciptakan
Namun
Sesalkan mana yang kau kausesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kau rela dibikin korban
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Berhentilah tersipu-sipu
Ketika kubaca di koran
Bagaimana badut-badut mengganyang kalian
Menuduh kalian sumber bencana negara
Aku jadi murka
Kalian adalah temanku
Ini tak bisa dibiarkan
Astaga
Mulut-mulut badut
Mulut-mulut yang latah bahkan seks mereka politikkan

Saudari-saudariku
Membubarkan kalian
Tidak semudah membubarkan partai politik
Mereka harus beri kalian kerja
Mereka harus pulihkan darjat kalian
Mereka harus ikut memikul kesalahan

Saudari-saudariku. Bersatulah
Ambillah galah
Kibarkan kutang-kutangmu dihujungnya
Araklah keliling kota
Sebagai panji yang telah mereka nodai
Kinilah giliranmu menuntut
Katakanlah kepada mereka
Menganjurkan mengganyang pelacuran
Tanpa menganjurkan
Mengahwini para bekas pelacur
Adalah omong kosong
Pelacur-pelacur kota Jakarta

Saudari-saudariku
Jangan melulur keder pada lelaki
Dengan mudah
Kalian bisa telanjangi kaum palsu
Naikkan tarifmu dua kali
Dan mereka akan klabakan
Mogoklah satu bulan
Dan mereka akan puyeng
Lalu mereka akan berzina

Incoming search terms:

  • puisi bumi
  • puisi tentang bumi
  • puisi bela negara
  • kumpulan puisi kemiskinan
  • puisi membela negara
  • puisi untuk bumi
  • puisi perjuangan bela bangsa
  • kumpulan puisi bela negara
  • puisi bencana basa jawa
  • puisi kemiskinan

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Pahlawan, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum, Puisi WS Rendra



Dalam Cerita

Posted on 27 November 2010 by (0) Comment

Judul: Dalam Cerita
Oleh: Aprinol zikri

Sebentar lagi gelap,
Sementara sudut hati masih terluka,
Nyiur melambai suruh kita pulang,
Tepat dibibir senja yang mulai menghilang  ,
Kita susuri langkah tersa asing,
Langkah terseok senja mengiring,
Tak tau langkah tempat berpulang,
Kita saling terdiam,
dan kita hanya dalam cerita,

Incoming search terms:

  • syair keindahan senja yang merindukan

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum



Perempuan Terbungkus

Posted on 27 November 2010 by (0) Comment

Judul: Perempuan Terbungkus
Oleh: aprinol zikri

Kilau cahaya membuat kau terpaku,
Tiada henti kau bergumam,
Mencetuskan kata kata yang kian tak terarah,
Dalam wujudmu , kau berpeluh,
Ada rasa getir yang kian menyapa mu,
Itu memang seperti roda,
Seperti pula langit,
Dan seperti apa lagi kau tak tahu,
Derai air mata mu seakan jatuh perlahan,
Merungut unsur unsur yang terikat,
Kau ratapi terus rotasi asam manis deburan malam itu,
Kau sadar bukan?
Kau berada pada dua cerita,
Tanah haram dan berbatuan suci,
Entah , kau pilih yang mana,
Mentari tak akan lagi menjawab,
Dia hanya membisu
Mengikuti setiap huruf konsonan yang kau ucap,

Incoming search terms:

  • jantung langit dimana
  • puisi konsonan
  • contoh puisi konsonan
  • contoh pantun dengan konsonan yang sama pada setiap kalimat
  • kumpulan puisi konsonan
  • makna kata langit dalam puisi

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum



Peladang rindu hatimu

Posted on 27 November 2010 by (0) Comment

Judul: Peladang rindu hatimu
Oleh: aprinol zikri

Ku berladang rindu di hatimu
Agar musim semi bermekar wangi di jantung mu
Ku bingkai dengan lukisan cinta di sekeliling pagar
Ladang ini milik mu
Pada mekarnya mawar yang  berduri
Sengaja ku berladang rindu di hati mu
Segar udara mu kan berhembus disana
Aku adalah  peladang rindu  hatimu

Incoming search terms:

  • cara menyemai benih sansivera
  • isikan aku dihatimu
  • sansevieria karat merah

Categories: Puisi Cinta, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Sahabat, Puisi Umum



Aku di Suruhnya Mati

Posted on 25 November 2010 by (0) Comment

Aku di Suruhnya Mati
Oleh: Aprinol Zikri

rang itu tersenyum pada ku
entah apa gagasan yang ada pada diriku
mengundang dia bergunjing dengan dirinya sendiri
tampak giginya hitam dan berkarat

semestinya aku yang harus tertawa
dan bergunjing dengan diri ku sendiri
seperti apa gagasan yang ada padanya
tak seperti gagasan yang ada padaku

aku semakin heran
dia melambaikan tangan
menyuruh ku berbalik pulang
semakin aku tak mengerti dengan lambaian itu

ah , semakin aku tak mengerti lagi
ketika dia menyuruh ku mati
sambil berbisik halus
dunia ini sudah di penuhi otak otak yang berkarat

Dunia Ku , 2010

Categories: Alunan Puisi, Puisi Kenangan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum



Kau dan Aku

Posted on 25 November 2010 by (0) Comment

Kau dan Aku
Oleh: Aprinol Zikri

kita saling menunggu
Kau menunggu di atas tumpukan batu yang berserakkan
Dan ku menuggu di bentangan pasir yang luas
Itulah kegelisahaan yang tak akan pernah sama

Kelak kita menjalani hidup masing masing
Andai segala sesuatu dapat berjalan sesuai ingin ku
Andai segala sesuatu dapat berjalan sesuai ingin mu
Namun kenyataan hanyalah milik kita sendiri

Betapa bergetar hati ini bila ku sematkan nama mu
Mungkin begitu juga dengan mu
Menyuarakan isi jantung masing masing
Sebab kita hanya mampu Mengeja huruf nama dari kejauhan

Tak kan terhitung kerinduan di dalam jiwa
namun itulah sebaik baiknya jalan yang mesti kita tempuh

2010

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat



Bahasa Hati

Posted on 25 November 2010 by (0) Comment

Judul: Bahasa Hati
Oleh: Aprinol Zikri

Andai hatimu dan hatiku dapat bicara
Ku bongkahkan apa yang ada di hati ku
Dan begitu juga mungkin di hatimu
Bagaimana kita akan bergumam
Hati kita tak berlidah
Juga tak bergigi
tetapi tak sama dengan lidah yang mengucap di mulut mulut
dia sering berbohong
bahasa hati pasti jujur apa adanya
tak perlu di pagar
tak perlu merangkai kata kata yang sulit di mengerti
jika mereka mampu bicara
dialah bahasa yang tak pernah berbohong
pada setiap huruf konsonan yang mereka ucapkan

Bahasa Hati , 2010

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Sahabat



Menanti Mu

Posted on 22 November 2010 by (2) Comment

Judul: Menanti Mu
Karya aprinol Zikri

berpeluh menanti mu
Kau kirimi surat di atas pelopak mataku yang sering gatal
Membuat ku tak mampu membacanya
Semakin buatku terhanyut dalam indahnya anganku
Andai kau dapat menyentuh mata hati ku yang syahdu tuk hilangkan gundahku
Dan kau mengetahui isi hati ku
Dan kau tahu akan ingin ku
Karena ke gundahan ini seudah lama mengoyak jiwa

2010-11-21

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum