Posted on 21 January 2011 by
admin
Demi kesetiaan..
Buang jauh keraguanmu.
Jangan pernah berpikir aku akan berpaling
Karna itu akan membuatmu resah..
Tuanglah anggur putih ketulusan,
Sebagai jamuan penghormatan suci.
Dialtar pengabdian cinta sejati,
meski getir menantimu..
bukankah kita tau..
tak ada keutamaan dalam bercinta,
selain derita yang mesti dimengerti
dan demi kesetiaan…,
ku persembahkan hatiku untukmu
meski Tanya menggelitik hati ini,
salahkah aku jika pergi ‘tuk memiliki…???
Puisi Kesetiaan Cinta : radenbeletz.com
Incoming search terms:
- kata kata kesetiaan
- kata kesetiaan
- kata kata kesetiaan cinta
- puisi kesetiaan
- Puisi tentang kesetiaan
- kata-kata kesetiaan
- puisi kesetian
- kata kesetiaan cinta
- puisi setia
- Kata kata cinta tentang kesetiaan
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 18 January 2011 by
admin
Judul: DI TEPI DAMBA
Oleh: Mayank Ponimiring
Hening terpuruk terikat bayangmu
Membatu dalam benak tak mau pergi
Mengapa selalu ada bayangmu mengasah tajam
Di tepi damba yang berarak menuju hatiku
Bersimbah keindahan yang melukis birunya sinar matamu
Berpeluh cinta yang mempesonakan bagai sepotong senja
Detik ini, aku memeluk hening, untuk dirimu…
Mayank Ponimiring, bibirmerahmembabibuta@yahoo.com
Sabtu, 13 Juli 2010
Incoming search terms:
- puisi rapuh
- puisi melukis
- puisi terpuruk
- analisis puisi harapanku
- puisi sinar matamu
- puisi pelabuhan rapuh
- puisi malaikat rapuh
- puisi kejujuran anak sehari-hari
- puisi kayu rapuh
- puisi hatiku rapuh
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 13 January 2011 by
admin
Begitu lekat malam bermukim pada gelisahnya
Menganyam bathin menunggu kepastian
Yang tak kunjung hinggap
Pada waktu yang sedari tadi berkerumun
Mengais harap pada yang menjadi dambanya
Sedangkan waktu perlahan melahap malam
Melangkah berurai menjejaki yang baru
Gundah tetap setia bersarang
Pada kelopak penantianya
Sambil sesekali matanya merayap tajam
Pada jam yang sering berdentang
Sedikit gumam dan gusar menggeliat dalam ketenangannya
Hingga ajal mengintai waktu dan menerjang
Judul: Penantian Waktu
Oleh: D. Astrimiati
Incoming search terms:
- kamut penantian
- puisi penantian yang tertunda
- cara memparafrasekan puisi ws rendra
- dialah dambaku
- kata mutiara tangisan dalam sujud
- penantian oleh nilawati H W
- puisi penantian tertunda
- syair puisi untuk anak jalanan yang terbuang
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Penantian, Puisi Rumi, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 9 January 2011 by
admin
Judul: ta’ inginku !!
Oleh: siti kholifah
ta’ ingin kutatap dirimu lebih lama
jika akhirnya kaulah yang akan memalingkan muka
ta’ ingin kudengar lebih jelas saat kau bicara
jika akhirnya kaulah yang akan membisu dalam bait kita
ta’ ingin kudekatkan langkahku
jika akhirnya kaulah yang akan pergi meninggalkanku
setiap pagi itu tiba dengan secerah sinar surya
ataupun dengan mendung yang menghitam
ku inginkan malam itu segera menggantikannya dengan redupnya rembulan
agar tak dapat lagi kusaksikan kenyataan duniaku
tak dapat lagi kudengar kabar yang mengecilkan hatiku
yang membuatku menundukkan kepalaku
dan menyembunyikan butir” air mataku
derasnya hujan kuharapkan
agar dapat mengalahkan jeritan jiwa
di saat dia mengguyur tubuhku
maka aku tak perlu lagi menundukkan kepalaku
dia sudah membalut semua kesedihanku
walau hanya diatas wajahku bukan di dalam hatiku
Incoming search terms:
- Aku bukan yang terbaik untukmu biarlah ku mengalah
- aku yang akan mengalah
- demi dia aku yang mengalah
- hubungan puisi dengan kenyataan
- puisi aku kan mengalah demi dia
- puisi biarkanlah aku yang mengalah
- puisi malam bahasa sunda
- syair curahan hti yg trluka olh cinta
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat
Posted on 9 January 2011 by
admin
Judul: goresan aksara luka
Oleh: boni syams
wahai bunga-bunga kesadaran
aku ajak engkau dengarkan nafas ringkih ini
yang ku hembuskan dari dalam relung sukma
ku kidungkan seruling jiwa dengan lirih berdarah
runcing sepucuk lesung tersayat sembilu
inikah wujud separuh ruhku
yang tersisih dari senyawa kekasih
aku terbuang kehilangan bentuk
ketika sebaris sya’ir merangkai ejaan terakhir
sepatah kata sepatah hati
tersirat makna tinggalku pergi
Incoming search terms:
- goresan patah hati
- curahan hati yang terluka
- puisi goresan luka
- klasiikasi tungau (paratetranychus yothersi hemitarsonemus latus) termasuk famili
- puisi sahabat berima
- Ukap kan perasaan cinta
- curahan hati yang sedih
- arti kata nornuceferine
- puisi bebas tentang persahabatan bersajak
- puisi goresan malam
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat
Posted on 30 December 2010 by
admin
Puisi oleh Obel idris
Rembulan mu kini seperti letera
bintang mu kini seperti mentari
mampu menyinari nmun ta bisa memberi arti
mampu menemanni nmun ta sehati
slalu kau senangi dan kau hayati
namun kau semakin ta berarti
ungkapkan yang terjadi dan kau sesali
apa yang kau pilih adalah kesombongan hati
yang tak pernah kau sadari
pahammi dan renungi kini kau tak berart
dan bersujud pada illahi robbi
Incoming search terms:
- kumpulan puisi bintang
- contoh puisi bintang
- kumpulan puisi sombong
- analisis isi puisi dongeng pahlawan karya ws rendra
- puisi pendek bintang
- Puisi untuk sahabat yang sombong
- puisi tentang sahabat yang sombong
- Puisi pendek malam yg pilu
- Puisi pendek minggu menjelang malam
- puisi singkat bintang
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Islami, Puisi Kenangan, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 22 December 2010 by
admin
Judul: sahabat
oleh: Dienna
sahabat…
kaulah yang s’lalu ada
disaat q membutuhkanmu…
sahabat…
aku ingin kau terus di samping q
aku ta’k ingin kau jauh dariku..
karna kau belahan jiwa q..
sahabat …
okh,,,,
sahabat…
Incoming search terms:
- puisi sahabat bersajak
- puisi persahabatan yang bersajak abab
- kumpulan puisi berima
- puisi sahabat yang berima
- puisi berima
- puisi sahabat terbaikku yg berima abab
- puisi sahabatabat yang berima
- contoh puisi bersajak abab dan berima
- puisi sedih di malam hari
- puisi tentang laut yg berima a-b-a-b
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 22 December 2010 by
admin
Judul: Jika Tiba Saatnya
Oleh: Suhardi
Jika Tiba saatnya 2
Jika tiba saatnya
Manusia akan dibangkitkan dari tidurnya
Berkumpul di lapangan yang luasnya bernar-benar tak terkira
Itulah saatnya
Akan ditanyakan empat perkara
Umurmu kau habiskan untuk apa
Masa mudamu sampai habis dan tua kau pakai untuk apa
Hartamu kau dapatkan dari mana
dan kau belanjakan untuk apa
Saat itu pula
Karena menunggu putusan perkara
Tentang surga atu neraka
Manusia akan merasa sangat payah tersiksa
Karena matahari di dekatkan di atas kepala
Ada yang berkeringat sampai paha, dada, mata bahkan hingga menenggelamkannya
Semua tergantung dari dosa ketika dia di dunia
Lalu mereka menemui empat ulul azmi yang mulia
Agar memintakan safaat Tuhan kepada mereka
Tapi semua berkata yang sama
Kami semua pernah berbuat dosa
Dan pada hari ini Tuhan telah bernar-bernar murka tak terkira
Keempat-empatnya menyarankan agar mendatangi yang kelima, Kholilulloh dan penutup para Anbiya
Mereka pun bergegas pergi untuk meminta
Muhammad Rasul yang mulia pun setuju dengan mereka
Lalu naik ke atas Arsyi menghadap Tuhan Yang Esa
Syafaat pun diminta
Dengan kemurahaaNya
Syafaat diberikan terutama untuk umat Muhaammad agar masuk ke surga dalam urutan pertama
Selanjutnya nabi terdahulu, umatnya dan pembelanya
Begitulah kisah yang tersirat dalam Hadis yang mulia
Lewat sabda Rasul penutup Anbiya
Rawangkawo-Riau 1 Juli 2009
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Islami, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 22 December 2010 by
admin
Judul: Sketsa Malu
Oleh: Suhardi
Entah karena apa
Berjuta malu dalam jiwa telah sirna
Tak seorang pun tahu kenapa
Memang bodoh bertanya ada apa
Karena sudah nyata
Bukankah nafsu tak lebih dari ujung semua perkara
Menguasai hati manusia
Itulah sebabnya
Tak siang, tak sore, dan malam sama saja
Dia…..
Tetap saja angkuh dengan sombongnya
Seakan menang atas tuduhan perkara
Karena telah banyak merubah
Manusia jadi telanjang tanpa busana
Wanita
Pria
Tua renta
Hakim pemutus perkara
Polisi negara
Kepala desa
Telanjang tanpa malu tanpa busana
Di panggung sandiwara
Incoming search terms:
- habsyah pertama dipimpin oleh
- puisi cinta apa nafsu
Categories: Puisi Pahlawan, Puisi Presiden, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 22 December 2010 by
admin
Judul: Ibu
Oleh: Ahmad Sholihin
Ibu…..
ketika ku mengingatmu
ku terasa sepi
karna jauh dari tempat tinggalmu
jauhmu tak bisa menghapus atas jasamu
yang sungguh mulia
ku menerawang melalui sinar mentari
yang menerobos celah bilik yang sempit
anginpun menghantarkan rinduku pada ibu
rindu yang berisikan doa dan asa
Ibu….
maafkanlah
ku tak bisa bertemu
agar kau sehat selalu
asamu tak munkin terhutung
dau-daun dan lautanpun tak cukup dijadikan bahan baku tuk dijadikan bahan baku mencatat jasa-jasamu
aku selalu ingat dan merasakan
belaianmu yang masih hangat
Ibu…
ketika ku mengingatmu
ku terasa sepi
karna jauh dari tempat tinggalmu
jauhmu tak bisa menghapus atas jasamu
yang sungguh mulia
ku menerawang melalui sinar mentari
yang menerobos celah bilik yang sempit
anginpun menghantarkan rinduku pada ibu
rindu yang berisikan doa dan asa
Ibu….
maafkanlah
ku tak bisa bertemu
agar kau sehat selalu
asamu tak munkin terhutung
dau-daun dan lautanpun tak cukup dijadikan bahan baku tuk dijadikan bahan baku mencatat jasa-jasamu
aku selalu ingat dan merasakan
belaianmu yang masih hangat
Incoming search terms:
- puisi pendek untuk ibu
- puisi singkat tentang ibu
- puisi pendek tentang ibu
- puisi pendek ibu
- puisi pendek
- puisi bersajak laut
- puisi sederhana untuk ibu
- puisi singkat ibu
- puisi singkat untuk ibu
- puisi berantai perpisahan
Categories: Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat