Blada Kapelaku

2 comments 802 views

Judul: Balada Kapelaku
(bintang paling terang dalam susunan bintang auriga)
Karya: Mega Diza

Seperti Kemala, di kemit pekat
Rampas waktu sejenak,
Untuk melinangkan air mata.. .
Apakah harus menanti hujan ?
Agar bumi basah tuk sejenak saja.
Siasati kemauan rasa, rasa sakral yang tabu.
Lampion kecil terhempas ke pantai
Telacak pasir pantai, ombak menyapa perih.

author
Bangfad - Bukan Blogger Profesional, hanya mencoba berbagi pengalaman dan cerita. Belajar, Belajar dan Belajar untuk menjadi seorang penulis profesional dengan hobi Menulis, Ngoprek dan Mancing.
2 Responses
  1. author

    Harizlinardi8 years ago

    thanx for idea

    Reply
  2. author

    oby7 years ago

    wih….
    bahasany itu lho yg bikin greget..
    thanks sob sangat bagus sekali puisi kamu
    ^_^
    mampir balik yah

    Reply

Leave a reply "Blada Kapelaku"