Gak Bisa Senyum di “SAMSAT”

Posted on

logo_ditlantasJalan 28 Oktober cukup jauh dari tempatku berangkat pukul 12 lewat-lewat dikit aku menuju ke SAMSAT siantan, tiba di sana aku langsung menuju ke loket dan bertanya apakah STNK udah bisa diambil atau belum sambil menunjukan Slip Pembayaran Pajak yang telah lunas minggu lalu.

Dengan wajah cukup beringas si penjaga Loket memintaku untuk melepas Plat Nomor Kendaraan yang lama, aku heran dan bertanya apakah emang harus dilepas sekarang ? atau aku bisa melepasnya di rumah karena disana aku gak mempunyai alat-alat pekakas untuk perbengkelan yah minimal Obeng.

Dengan sedikit kasar dan membentak petugas itu menyuruhku mencari obeng dan perlengkapan lainnya dengan ancaman PLAT Baruku yang gak terlalu berguna bagiku akan ditahan, aku berpikir bisa jadi Plat yang lama akan dirubah kembali dan di jual lagi, atau paling tidak bisa di jual Kilo yah lumayan sebagai pendapatan sampingan.

Namun aku cepat mengucap Astarfirulah karena aku telah berpikiran negatif tentang si penjaga, namun aku menghampiri si tukang parkir untuk meminjam Obeng, akhirnya si tukang parkir membantuku untuk melepas Plat Kendaraanku.

Sudah 4 kali aku pulang pergi ke Samsat Siantan hanya untuk mengurus Balik Nama dan Bayar pajak, aku banyak meluangkan waktuku hanya untuk mematuhi aturan yang ada di pemerintahan ini, namun yang aku dapat bukan dengan senyman namun dengan wajah-wahah sangar dan sedikit kasar yang diberikan kepadaku.

Sepulang aku dari Samsat Siantan aku sedikit melamun dalam lamunanku berpikir sepertinya calon-calon pegawai negeri sipil, baik itu yang akan menduduki dunia pemerintahan atau yang nantinya duduk di aparatur negara sepertinya dalam mendaftar tidak perlu meminta SKCK atau Surat Kelakuan Baik, karena setelah mendapatkan Jabatan dan SKCK sepertinya SKCK atau Surat Kelakuan Baik tidak berhak mereka sandang.

Lamunanku buyar saat aku melewati Jembatan TOL yang Macet, saat antri untuk melewati TOL yang Munggil dan Imud aku melihat seorang cewek yang mendahului laju kendaraanku, saat cewek itu menoleh kearahku aku melayangkan senyum untuk si cewek yang saat itu lagi membonceng ibu separuh baya. Lagi-lagi aku sadar bahwa senyum yang ku berikan itu tanpa disengaja atau direncanakan terlebih dahulu, tanpa membalas senyumku sang cewek itu berlalu dari hadapanku aku sempat berpikir mungkin si cewek itu nantinya akan bekerja di kantor SAMSAT sambil tersenyum aku berucap semoga mereka diberkahi senyum untuk rakyat.

0 thoughts on “Gak Bisa Senyum di “SAMSAT”

  1. Orang pemerintahan emang kebanyakan rada galak and kurang sopan, mas. :d

    Iya nih…. Kasian rakyat, jangan mentang2 udah jadi pejabat terus berlaku seperti penjahat….

  2. 😕 Aku pernah gak di bentak oleh polisi waktu waktu bikin SIM. Hanya gara-gara bolpoin yang aku pinjam tuk ngisi soal test tertulis di bawa oleh tukang parkir. Padahal dah bikin sim pakai cara express (nembak). Busyettt emang tuh pak polisi.:(|)

  3. Bukannya bela-in neeh…
    Tapi kalo aq bayar pajak motor, kok polisi di Samsat baik-baik yah….
    Dan mereka juga senyum kok…
    Malah kadang mereka yang nyapa aq duluan…:)

    Admin : Yah gak semua orang di samsat kayak gitu non, atau nona gadis kali… makanya samsatnya senyum… heheheh (cercanda dink)

  4. iiihhh… bete dehhh kalo ngadepin yg beginian, padahal kan posisi mereka saat itu adalah melayani masyarakat, seharusnya mereka profesional, tapi… yah namanya juga orang Indonesia ^_^

  5. memang penjabat kalau lg tugas, wajah dibuat sangar agar keliatan tegas, padahal lg ada masalah tuh mas…… biasalah abis dimarahi bos… masnya yg kecipratan, maklum lolos PNS tidak melalu tes IQ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *