Hidup ini adalah pembelajaran

No comment 605 views

circle-question-redSekarang aku baru mengetahui bahwa hidup itu adalah proses dari sakaratul maut, hidup adalah sebuah proses pembelajaran sebuah kematian, dimana terlepasnya Roh dan Jasad yang pada saat itu akan muncul suatu rasa “Ikhlas” akan kepergian sesosok bangkai yang dulu bisa bergerak, berteriak bahkan menari-nari diatas Bumi ini. Mengapa aku yakin Hidup ini adalah sebuah proses kematian, akan kuceritakan sedikit dan ini hanya menurut aku pribadi yang secara naluri terpikirkan olehku saat-saat sesuatu yang kucintai dan kusayangi terlepas dariku.

Dari sejak kita dilahirkan, kita tahu bahwa kita mempunyai orang tua, mempunyai ayah, mempunyai ibu, adik, kakak, dan sanak family. saat salah satu dari orang yang kita sayangi pergi, saat itu kita belajar dan diajari untuk mengikhlaskan segala sesuatu yang kita sayangi. Ali sahabat nabi pernah berkata bahwa keikhlasan itu dapat dilihat apabila kita telah memberikan atau merelakan sesuatu yang kita sayangi pergi dari kita tanpa perlu memikirkannya.


Sesungguhnya apa yang ada di Dunia ini adalah hiasan semata, hiasan semu, hiasan yang tiada arti untuk kita. Hidup ini merupakan suatu proses kematian, saya ambil contoh saat kita memasukan suatu barang kemulut kita (makanan) kita harus rela untuk membuangnya kembali, jika tidak maka kita akan dilanda skit. contoh lain yang bisa kita dapatkan adalah disaat kita mempunyai orang tua yang sangat-sangat kita sayangi, disaat itu Allah menarik atau mengembalikan salah satu orang yang kita sayangi disaat itulah kita belajar melepas orang yang kita sayangi, saat kita menemui seorang yang cocok untuk teman hidup kita, kita diberi rasa sayang oleh sang pemilik sayang itu untuk kita gunakan menyayangi mahluknya, disutu terjadi suatu proses yang menjadikan kita bersatu, namun pada saatnya terlepas kita harus rela, kita harus ikhlas, karena saat itu kita dibelajari untuk mati, kita dibelajari untuk melepas apa yang kita sayangi, karena disaat mati jasad dan roh akan terlepas dan itu harus terjadi karena itu telah tertulis sebelum kita dilahirkan.

Mari kita mencoba untuk saling memberi dan menerima, karena itu semua adalah tujuan hidup kita, tujuan pembelajaran untuk mati, jangan engkau menangis saat orang yang paling engkau sayangi pergi, jangan engkau bersedih dan coba belajar untuk ikhlas, untuk merelakan semua yang terjadi, karena kita disini adalah ruang yang kosong yang tidak mempunyai apa-apa, sesungguhnya rasa sayang yang kita punya bukan milik kita melainkan milik sang kuasa yang dipinjamkan untuk kita agar kita bisa saling mengasihi dan menyayangi. Manusia ibarat percikan air di samudra yang luas, Manusia tidak pernah bisa menjadi samudra, namun karena samudralah percikan air itu ada.

author
Bangfad - Bukan Blogger Profesional, hanya mencoba berbagi pengalaman dan cerita. Belajar, Belajar dan Belajar untuk menjadi seorang penulis profesional dengan hobi Menulis, Ngoprek dan Mancing.
No Response
  1. author

    deden9 years ago

    Selain jasad yang fana juga kita harus mengingat siapa pemilik ilmu, sudah kah ilmu yang dititipkan kepada kita bisa bermanfaat bagi orang lain?

    Nah ini sebuah perenungan tentang persiapan menghadapi akhir kehidupan, terima kasih sudah mengingatkan.

    @deden: yah betul sekali sobat, semoga kita selalu dijalan yang benar.

    Reply
  2. author

    Nyante Aza Lae9 years ago

    wuahh, dalem banget bang..
    dq spakat bener nih, jika hidup harus sanggup memberi dan siap menerima..

    Reply
  3. author

    Dwi Wahyudi9 years ago

    Sore-sore datang berkunjung ke blognya temen-temen yang ada di Kalimantan Barat, tetep solid en hidup ngeblog…

    Terima kasih, telah mendukung terjalinnya silaturahim antar sesama blogger 🙂

    Reply
  4. author

    hidup9 years ago

    hidup proses melupakan couse kadang terlupa kadang dibilang kita ikhlas *selama 27 tahun hidup hanya dua orang yang bener benr iklas satu belum lahir satu sudah mati* kenapa it easy to say ikhlas but it hard to do, so just follow de flow without thinking of it, selama kita ngikuti jalur yg ada, tidak menyalahi aturan that all.

    Admin:

    Emotional control is the best single-minded to learn, each one of which is positive in each incident (asli terjemahan dari Google.com/translate)

    Reply
  5. author

    angga9 years ago

    “Katakanlah,’Sesungguhnya sholatku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rab semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan bagiku…'”(Al-An’am 162-163)

    Untuk menjadi ikhlas memang berat tapi kita harus berusaha. Apa beda ikhlas dengan masa bodoh, atau menghindar dari masalah? Ikhlas yg dituju adalah ridho Allah, sedangkan masa bodoh dan menghindar dari masalah adalah pemenangan ego manusia. Menerapkan ikhlas akan menjadi berat kalo kita tidak menargetkan ridho Allah sebagai tujuan. Ingat ridho Allah ketika sakit itu datang maka hati akan mendoa ‘buat aku mencintai-Mu melebihi dari segala yg ada didunia ini’ Perlahan-lahan doa yg terbesit insya Allah akan mengubah aura kita membuat kita memahami apa itu ikhlas. Wallahu ‘alam.
    Terjemahan google nye keren, tapi angga tak ngerti abib. Hehehe:d:d

    Reply
  6. author

    angga9 years ago

    Nazhif Faisal Azzam ‘Hakim adil bersih dan teguh pendirian’
    Nazhif Ridwan Fikri ‘Pemikiran yang bersih dan ahli surga’
    Saif Fikri ‘Pemikiran setajam pedang’
    :d lagi belajar merangkai nama, komentarnya please :d

    Reply
  7. author

    Admin9 years ago

    @andiez: Makasih mas, tarian serampang yang begitu menawan, membuat saya terpesona di blog mas 🙂

    @angga: Ingatlah, jika kau mencintai Allah, maka pakailah selimut kemiskinan. (tar di carikan versi lengkapnye)

    @angga: Putri Salsabila Pratama (camane ?)

    Reply

Leave a reply "Hidup ini adalah pembelajaran"