Jelajah bersama Mobil Sahabat Petualang

In Blogs, Coretan 779 views

Assalammualaikum wr wb. Tulisan kali ini akan bercerita mengenai Mobil Sahabat Petualang bersama Daihatsu Terios yang dimulai pada tanggal 10 Oktober 2012. Tim petualang 7 Wonders terdiri dari 10 orang akan unjuk kebolehan dan menyaksikan keindahan alam pulasu sumatra dengan mengendarai 3 unit Daihatsu Terios TX-AT dan Terios MT akan mengarungi kurang lebih 3.300 km.

 

Dengan membawa misi “Menggugah mata dunia akan kekayaan alam Indonesia”, tim melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Liwa (Lampung Barat) dengan panorama alam dan keindahan yang layak untuk dikunjungi ini menyiratkan hawa sejuk, maklum wilayah yang dilalui Tim Petualang ini adalah pegunungan membuat kesegaran lebih terasa. Bersama dengan Mobil Sahabat Petualang, Daihatsu Terios meluncur melawati jalan berliku, tanjakan terjal sebagai tantangannya.

Pada perjalanan pertama kali ini, Daihatsu bersama tim7 Wonders menjejaki 7 lokasi produsen kopi Luwak yang sangat terkenal hingga ke manca negara, serta tak lepas dari kepedulian Daihatsu Terios memberikan Bantuan kepada Posyandu Binaan serta memberikan bantuan kepada UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) diwilayah Bengkulu dan medan. Selanjutnya tim 7 Wonders beristirahat sambil melepas lelah dengan secangkir kopi Luwak yang khas.

Kopi Khas dari Liwa

Banyak pengalaman menarik dalam melakukan perjalanan bersama Daihatsu Terios ini salah satunya pengolahan Biji Kopi, ada 2 macam aroma kopi yang sekarang dikembangan di Liwa yaitu Kopi Ginseng dan Kopi Pinang dengan proses pembuatan yang hampir sama dengan proses pembuatan kopi pada umumnya, untuk masalah rasa yang pastinya sebelum mencampur kopi dengan air hangat, pastikan kalau air tersebut benar-benar mendidih lalu tuangkan kedalam gelas yang berisi kopi tadi, rasakan aromanya hingga mancanegara.

Keindahan Eksotis Danau Ranu
Danau Ranu adalah danau terbesar kedua di Pulau Sumatera yang terbentk akaibat gempa bumi dan letusan gunung vulkanik ini kami bersantai dengan ditemani segelas Kopi, setelah beberala lama di Liwa, kami pun melanjutkan petualangan kami menuju Daerah Lahat.

Lahat Kota Tertua di Sumatera
Sesampainya di Kabupaten Lahat, kami disambut oleh Orang Nomor 1 di Kota Lahat yaitu H. Saifudin Aswari Riva’i SE, yang semangat memberi motivasi pada para tamu dan membuat image Lahat menjadi Kabupaten yang aman dan bersahabat. Kabupaten Lahat adalah Kabupaten tertua di Sumatera dengan usia 130 tahun Kota tersebut terlihat masih asli terbukti dengan berbagai peninggalan Belanda salah satunya adalah Sekolah Dasar Santo yosef yang masih terbangun dengan design bangunan khas Belanda.

Seperti halnya kota Pontianak (Kalimantan Barat) Secangkir kopi dapat mempersatukan beragam etnis dan suku bangsa, di Lahat budaya minum kopi sudah berlangsung sejak dahulu, namun sangat disayangkan para petani kopi sedikit mulai sedikit meninggalkan kebunnya dengan alasan harga jual kopi tergolong rendah karena pasar dikuasi oleh para tekulak, semoga saja dengan diadakannya Petualang 7 Wonders ini dapat membangkitkan semangat para petani kopi.

Bupati Lahat membawa awak tim menuju kerumah dinas beliau, disana Bupati menunjukan bahwa Daihatsu Terios menjadi Mobil Dinas Andalan di Kabupaten Lahat.

Terios Tangguh di Tanjakan Terjal

Setelah melakukan makan siang bersama Bupati Lahat di Hotel Grand Zuri, Tim Petualan 7 Wonders berpamitan dan melanjutkan perjalanan menuju Kota Pagaralam, Pukul 12.40 WIB tim 7 Wonders keluar dari hotel melanjutkan perjalanan, selang 20 menit keluar dari Lahat, jalan mulai berkelok-kelok lengkap dengan tanjakan yang terjal bersama Daihatsu Terios.

Perjalanan menuju Kota PagarAlam memberikan kesenangan tersendiri, pemandangan dikiri dan kanan jalan terlihat masih alami dengan hiasan sawah dan sesekali terlihat kebun Teh dan Kopi, tak lama kemudian tim 7wonders tiba di Villa Gunung Gere, jam 15.00 ternyata kami telah sampai ditujuan sambil menikmati keindahan alam Pagaralam sambil berjalan mencari tempat pengolahan Kopi yang katanya disini adalah penghasil kopi terbesar di Sumatera.

Pagi harinya walau hujan telah reda dan matahari telah bersinar, tim dari 7wonders masih berselimut kabut, sepertinya kabut-kabut itu sengaja menutupi indahnya Gunung Dempo untuk mengajak kami kesini lagi dilain waktu agar bisa menyaksikan keindahan Gunung Dempo, perjalanan pun berlanjut ke Kabupaten Empat Lawang (dalam bahasa sambas bearti 4 pintu), namun sebelumnya Tim 7Wonders menjajal jalanan light off-road menuju Pusat Kota Pagaralam untuk melihat pengolahan biji kopi. Tiba waktunya untuk makan siang di Saung Bambu namun lokasi yang akan dituju sedikit ekstrim namun dengan Daihatsu Terios yang dirancang Ground Clearence akan selalu bisa menyeberangi sungai kecil itu.

Terhimpit Kelokan bebas bersama Terios
Makan siang telah usai walau tadinya sedikit ngantuk, namun rasa kantuk itu hilang seketika setelah merasakan nikmatnya sajian kopi di tempat makan tadi, tujuan selanjutnya dalah Kabupaten Empat Lawang (tebing tinggi) yang katanya Kopi salah satu komoditas andalan di Kabupaten ini, melalui jalan yang kecil dan berkelok-kelok kami tidak bisa melepas konsentrasi agar selalu aman, jalan sepi dengan pemandangan hutan belantara kami menyelesaikan 121,6 km dalam waktu 3 jam.

Setiba di sana kami dibawa ke Puri Emass dan bermalam disana, namun di sana tidak hanya memproduksi kopi tapi juga jajanan seperti keripik pisang bahkan madu hutan ada disana. Kicau burung telah membangunkan pagi kami di Kabupaten yang menjadikan Kopi sebagai maskot daerahnya dan membuat batik khas dengan corak kopi disetiap motifnya ini tak hanya sampai disitu, kerajinan tangan pun banyak dibuat dari kayu kopi hasil peremajaan.

Terios 1.500 cc Penjelajah Handal
Petualangan berlanjut bersama 3 Daihatsu Terios dari desa Talang Pandang Tim 7 Wonders bergerak menuju Curup (salah satu sentra penghasil kopi di daerah Bengkulu) melalui Kepahiang. Banyak lobang yang kami lalui namun dengan Terios berkapasitas 1.500 cc tersebut tetap gagah dan lincah dalam perjalannya tanpa ada halangan yang bearti, perjalananpun berlanjut ke Bengkulu.

Manjakan lidah dengan wisata kuliner khas Bengkulu
Sesampainya di Bengkulu kami langsung menuju Dealer Daihatsu (Jl. S. Parman) agende CSR tersebut adalah memberikan bantuan kepada Posyandu dan UKM, Usai mengikuti acara CSR, Tim 7 Wonders langsung menuju wisata kuliner di Bengkulu dan tak ketinggalan obyek wisata disana akan kami arungi.

12.AM: Jam Gadang Bukittinggi
Perjalanan masih jauh dan membutuhkan fisik dan stamina yang memadai, karena rute kali ini adalah Bengkulu – Bukittinggi melalui jalan jalur pantai barat trans Sumatera. Dengan panas cuaca berkisar antara 35 derajat celcius dan tikungan tajam namun sepi yang membuat perjalanan terasa cepat, jarak yang tim 7Wonders tempuh 617 Km dan 18 jam perjalanan tim 7Wonders telah sampai di tugu Jam Gadang-Bukittinggi

Walau terasa lelah dan sebagian anggota tim 7Wonders terserang flu namun performa 3 Terios yang membawa tim 7Wonders masih tetap stabil dan itu yang membuat tim 7 Wonders masih semangat, Jalan yang tim 7 Wonders lalui relatif sempit sehingga butuh kecermatan untuk berpapasan dengan truk-truk pengangkut kelapa sawit dan batu bara, kondisi jalan yang sempit akibat dari gempa bumi beberapa waktu lalu sehingga tim 7Wonders melewati jalur yang baru.

Mandailing Natal, Kota Kopi Tua
Danau Maninjau adalah daerah tempat tim 7Wonders menginap, Kota Bikittinggi yang mempunyai gelar Seribu Ngarai menyimpan keindahan alam mempesona tapi sayang tim 7Wonders tidak bisa berlama-lama disana karena sudah ditunggu sahabat di daerah Pasaman, begitu sampai di Pasaman tim 7Wonders melihat pengolahan dan perkebunan kopi rakyat di Mandailing Natal, Dalam sejarah perkopian Indonesia desa yang jadi pusat kopi Arabica pertama kali ditanam adalah Desa Pakantan-Mendheling Natal. Jalur yang dilalui kurang lebih 25 Km dengan jalan aspal yang sempit hingga sampai ke Desa Ulu Pungud yang tak ada sinyal-nya, rumah-rumah masih berdindingkan papan (kayu).

Kopi yang berusia puluhan tahun bahkan ratusan tahun ini adalah warisan turun temurun, Kopi Arabica yang paling banyak disini dan Robusta juga tak kalah banyaknya, Perbedaan antara keduanya yaitu Pohon Arabica memiliki daun lebih kecil dan penampangnya tinggi. Hujan turun deras dan jalan menjadi becek, namun Ground Clearence Terios telah teruji disini, performa girboks matik dan juga mesin 1.500 vvti tetap handal di area off-road membuat tantangan menjadi tambah seru.

Kopi yang Melegenda
Istirahat yang dilakukan di pinggir Danau Laut Tawar terasa menyenangkan, di Kota Takongon masyarakatnya hampir semua memiliki kebun kopi, minimal 1 keluarga mempunyai setengah hektar kebun kopi, Letak geografis yang menjadikan daerah ini cocok untuk ditanam kebun kopi jenis Arabica.

Gayo adalah panggilan untuk penduduk Takengon adalah salah satu bagian sejarah penting perkembangan Kopi Arabica yang telah mendunia, namun Tim 7Wonders tak dapat menutupi rasa lapar yang menyerang, bersama Bambang Wijaya Kusuma Tim 7 Wonders berangkat menjejal masakan Ikan Asem Njing (asam pedas), pagi-pagi Tim 7Wonders telah bergegas ke kebun kopi peninggalan Belanda di desa Blang Gele yang luasnya 15 hektar, ini bisa disebut legenda kopi karena tanaman kopi ini adalah peninggalan Belanda dengan aroma yang khas bagi setiap biji kopinya.

Jalanan ke Banda Aceh lumayan lebar dan mulus sehingga perjalanan bersama Terios pun menyenangkan. Kami akhirnya masuk di hotel pukul 23.30 WIB. Karena besok paginya harus menyeberang ke Sabang maka semua barang harus dipaking saat ini juga.

Kopi Gayo Hangatnya terasa
Tak terasa sedikit lagi perjalanan para Tim 7Wonders mengakhiri petualangannya mengekplorasi 7 tempat penghasil kopi di Pulau Sumatera ini, mulai dari Liwa, Lahat, Pagar Alam, Empat Lawang, Curup Kupahiang, Mandailing Natal dan sekarang giliran Tekongon yang berjarak 334.6 Km dari Langsa, perjalanan cukup lancar hingga pukul 11 siang Tim 7Wonders sudah sampai di Bireun kota yang kerap dengan GAM. Rute yang dilalui lebih banyak melewati perbukitan yang jauh dari pemukiman, di Derah Cot Panglima pemandangannya cukup memukau, sehingga menjelang masuk ke Takengon Tim 7Wonders sudah disambut oleh Komunitas JIP dari Gayo untuk mengawal 3 Terios menjejal trek bukit Oregon. Trek light Off-road dengan pemabdangan yang indah.

Kopi Gayo sendiri merupakan kopi jenis Arabica dengan citarasa yang khas. Hebatnya lagi kopi yang diproduksi Bambang sudah merambah ke Eropa Timur dan juga Amerika. Selain kopi Gayo Blendeed ada juga kopi dari Luwak liar yang sekarang mulai ramai digemari banyak orang

Cara menikmati kopi luwak ternyata butuh trik khusus agar lebih nikmat. Air yang digunakan harus benar-benar mendidih. Dibutuhkan alat yang bernama ekspresso (berguna untuk menyaring kopi sekaligus menurunkan kadar keasamannya) sehingga kopi tak terasa tajam di perut ketika diminum.

Salam Perpisahan Tim 7Wonders
Setelah singgah di Hotel Santika Medan, tepat pukul 01.PM 3 Terios Penjelajah pun bergerak menuju Serambi Mekkah. Rute perjalanan terasa lancar dengan kondisi jalan yang bagus dan mulus membuat kenyamanan dengan Terios makin terasa, Pukul 18.30 Wib tim 7Wonders masuk ke Kota Sabang,

Petualangan 3 Terios pun berhenti di tugu “Nol” setelah menempun perjalanan 3.657 Km selama 15 hari. Tepat pukul 12.48 WIB (24/10) dari sini lah pengukuran luas wilayah indonesia dimulai, Seelah beristirahat semalam di Banda Aceh, pagi-pagi harus bergegas ke pelabuhan ferry Ulee Lhue untuk menyeberang dan inilah pengalaman yang paling beharga oleh Tim 7Wonders bersama 3 Daihatsu Terios. Salam (fadli)

Tags: #7 wonders #blog detik #blogdetik #daihatsu #jelajah #mobil #Mobil Sahabat Petualang #petualang #sahabat #terios

author
Author: 

Bangfad – Bukan Blogger Profesional, hanya mencoba berbagi pengalaman dan cerita. Belajar, Belajar dan Belajar untuk menjadi seorang penulis profesional dengan hobi Menulis, Ngoprek dan Mancing.

Pelatihan Web Blog dan Citizen Jurnalist
Pelatihan Web Blog dan Citizen Jurnalist
Shares/Shares on facebookTweet on twitter Setelah sekian
Tangisan pertamanya di 6 Maret 2017
Tangisan pertamanya di 6 Maret 2017
Shares/Shares on facebookTweet on twitterAlhamdulilah segala puji
Pengenalan Aplikasi Pemetaan dengan DevInfo
Pengenalan Aplikasi Pemetaan dengan DevInfo
Shares/Shares on facebookTweet on twitterBeberapa hari yang
Sejarah Mannequin Challenge yang sempat viral di Medsos
Sejarah Mannequin Challenge yang sempat viral di Medsos
Shares/Shares on facebookTweet on twitterApa itu Mannequin
  1. author

    Agus Mulyadi5 years ago

    Wah, reviewnya lengkap dan maknyus mas, mantep

    Reply

Leave a reply "Jelajah bersama Mobil Sahabat Petualang"

 

Must read×

Top