Keparat Penhianat

Posted on

Judul: Keparat Penhianat
Oleh: Adi Sukma Nugraha

Aku merasakan mati di setiap ciuman.
Setiap matahari terbenam tampaknya menjadi hidup terakhir untukku.
Aku sedang mabuk pada air matamu.
Setiap kali kita bersentuhan ku merasa lebih dekat ke surga.

Tapi pada setiap matahari terbit cintaku terkhianati.
Kini aku bersembunyi di parit hitam.
Sementara musim panas terbunuh oleh musim gugur.
Kematian melayani anggur untuk pecinta.

Aku tahu bahwa kau takut,dan aku tahu kau sudah kehabisan kepercayaan.
Kau hanya berharap aku sudah mati.
Sebab dalam keceriaanmu,tersimpan kemurkaan dariku.

Aku tahu itu dan aku merasakan semua itu.
Semua ini seperti kutukan,Aku hanya dapat bernapas memudar.
Dan berlari hanya untuk tertangkap.

Aku jatuh untuk aib
Aku diperbudak tinta penghianatan,dan dengan lembut diperkosa oleh cahaya siang.

One thought on “Keparat Penhianat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.