Mari “Packing” untuk meninggalkan Kota Hujan

BenQ Corporation

Bogor yang dikenal sebagai kota hujan memang benar adanya, dari pertama aku ikut kegiatan Rekonsiliasi di Hotel Ussu hingga hari ke 4 ini, setiap pagi diguyur hujan wajar saja jika disebut-sebut sebagai Kota yang mempunyai kontribusi tinggi dalam pengiriman “Air” ke Jakarta. Wajar saja jika Jakarta banjir, ops…. sekarang aku bukan membahas masalah banjir karena itu adalah peringatan alam kepada penghuninya dan kali ini aku mau bercerita selama kegiatan yang baru pertama kali aku ikuti ini.

Hari pertama kegiatan diisi dengan materi-materi dair berbagai instansi terkait dengan sistem pencatatan dan pelaporan baik itu segala bentuk barang di gudang sampai ke BMN atau Barang Milik Negara. Ternyata selama aku mengikuti kegiatan Rekon ini yang terpikir hanya kebingungan, entah apa yang mereka kerjakan, aku hanya kebagian mengerjakan CaLK (Catatan atas Laporan Keuangan) itu pun masih meraba-raba. Tapi si jangkung Rahma banyak mengajariku ini dan itu termasuk mengajariku untuk menambah kebingungan.

So, malam ini aku sudah menanda tangani BAR (Berita Acara Rekon) sebagai operator SIMAK BMN, walau masih dalam keadaan bingung aku tetap membubuhkan tanda tangan disitu, hari ke empat sudah tidak banyak lagi yang berada di ruangan ini, Garuda Ball Room namanya, sebagaian provinsi sudah beristirahat karena sudah menyelesaikan pekerjaan mereka hanya beberapa orang saja didalam ruangan ini termasuk aku dan Rahma, Jam 5 sore saatnya istirahat kami menyempatkan diri untuk pergi ke Tajur yang katanya gudangnya tas, sepatu, sandal. Naik angkot 02 yang berwarna biru kami berangkat ke tajur untuk membeli oleh-oleh, walau sedikit mahal namun barang-barangnya kelihatan bagus sampai di Terminal Tas kami pun berhenti dan mengeluarkan ongkos 5000 rupiah untuk satu orangnya.

Ternyata di seputaran jalan cipayung (pasar cipayung) yang dikenal oleh dunia luar sebagai Umbrela Ship hahahha bercanda ding… banyak menyiapkan berbagai macam jajanan hingga pernak pernik, tapi sayang saat kami disana jalan dibuka tutup untuk menghindari kemacetan dan dengan begitu tetap aja macet maklum hari libur, gak sampai 1 jam di Tajur kami pun memutuskan pulang karena masih ada kegiatan malam ini yaitu malam Penutupan Rekon.

author
Bangfad - Bukan Blogger Profesional, hanya mencoba berbagi pengalaman dan cerita. Belajar, Belajar dan Belajar untuk menjadi seorang penulis profesional dengan hobi Menulis, Ngoprek dan Mancing.
No Response

Leave a reply "Mari “Packing” untuk meninggalkan Kota Hujan"