ketika aku terdiam…
terdengar bisikmu…
angin yang selalu hembuskan nafasmu…
perlahan membua rinduku semakin merasuk…
inginku lukis sebuah cerita tentangmu…
dengan tinta emas…
namun… semua kini telah berlalu…
seperti angin yang hembuskan
semua cinta dan harapku
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Semangat
Nama Aku Rusli,panggilan akrab biasnya dipanggil ucy atau ully,sejak kecil sampai dewasa aku sangat dekat ama mama(my mother). Klo berbicara mengenai seorang wanita sejak SD,SMP,Sampai ke jenjang SMK Aku dikenal pria yang dingin dan takut pada seorang wanita entah knapa bila aku dekat dengan seorang wanita,tubuh ini pasti gugup dan dingin ,teman-teman aku sering mengejek aku,.”katanya…sich kalw aku itu seorang pecundang dan cement istilah gaulnya anak jaman sekarang,tapi aku cuek aja dan tidak pernah ambil pusing apapun yang di katakan oleh orang lain.yah..mau gimana lagi itu mungkin sudah jadi takdir aku dri yang kuasa….dan aku selalu berpikir suatu saat pasti aku akan berubah..tapi kapan waktunya tiba………………………….
dan semua itu aku sudah lalui,,,,saat ini keseharian aku hanya sibuk bekerja sambil kuliaH,
Terus terang aku sangat bosan dgn hidup ini.tiap hari hanya memikirkan apa yang harus aku lakukan agar aku bisa mendapatkan uang banyak yang bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluargaku dan kuliahku. Padahal hidup ini sangat indah jika kita sudah memenuhi kehidupan ekonomi yang kita penuhi.karena banyak hal yang harus kita lakukan di dunia ini.
Tapi banyak tantangan yang aku hadapi di setiap lika liku kehidupan yang aku alami dalam perjalananku,aku sempat berpikir mau jadi apa aku sebenarnya di masa depan nanti ????? NAMUN SEMUA ITU HANYA HAYALAN SAJA YANG ADA DI BENAKKU…………
Categories: Cerita Bersambung, Cerita Pendek, Cerita Remaja, Sebuah Cerita
Sayang…..
Disaat Rika Idmayanti membutuhkan Razi Muhara. Z
Mengapa Razi Muhara. Z tega pergi jauh dari Rika Idmayanti
Disini Rika Idmayanti benar-benar merasa sepi
Benar-benar sendiri
Entah mengapa hati Rika Idmayanti selalu gelisah
Rika Idmayanti selalu memikirkanmu, wahai Razi Muhara. Z
Rika Idmayanti selalu merindukanmu, wahai Razi Muhara. Z
Tiada lagi yang dapat Rika Idmayanti katakan
Rika Idmayanti benar-benar mencintaimu, wahai Razi Muhara. Z
Sayang,… janganlah Razi Muhara. Z pergi dari, Rika Idmayanti
Rika Idmayanti mohon….
Rika Idmayanti harap Razi Muhara. Z bisa mengerti smua isi hati Rika Idmayanti
Disini, ditempat ini
Kan Rika Idmayanti tunggu kehadiranmu, wahai Razi Muhara. Z lagi
di kota Padang….
Karya: Rika Idmayanti ST. M.Kom
Dosen Politeknik Negeri Padang
dan Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Penantian, Puisi Sedih
Kesetiaan Rika Idmayanti persmbahkan untukmu, Razi Muhara. Z
semoga takkan terkikis oleh waktu
setia Rika Idmayanti persembahkan untukmu, Razi Muhara. Z
Razi Muhara. Z jangan pernah kau ragukan Rika Idmayanti
Razi Muhara. Z jangan pernah kau pergi dari Rika Idmayanti
takkan pernah kuingkari drimu..Razi Muhara. Z
Rika Idmayanti akan selalu mencintaimu, Razi Muhara. Z
Puisi ini karya: Rika Idmayanti
Dosen Politeknik Negeri Padang, Sumatera Barat & Universitas Putera Indonesia, Padang
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan
Rika Idmayanti menyukai segalanya tentangmu Razi Muhara. Z
Ada satu tidak ada orang lain seperti Razi Muhara. Z
Sungguh menakjubkan bagaimana Rika Idmayanti rasakan ketika Rika Idmayanti di sekitarmu, Razi Muhara. Z
Apa yang Rika Idmayanti lakukan untuk membuat Rika Idmayanti jatuh cinta denganmu, Razi Muhara. Z?
Dengan Razi Muhara. Z, Rika Idmayanti sangat bahagia bersamamu
Kita menjadi sempurna bagi satu sama lain
Rika Idmayanti tidak tahu apa yang harus dilakukan tanpa cinta Razi Muhara. Z
Razi Muhara. Z adalah satu-satunya alasan mengapa Rika Idmayanti tersenyum
Razi Muhara. Z telah membuat seluruh dunia Rika Idmayanti
Razi Muhara. Z adalah segalanya bagi Rika Idmayanti
Rika Idmayanti mencintaimu, Razi Muhara. Z
Rika Idmayanti butuh kamu, Razi Muhara. Z
Tinggalah bersama Rika Idmayanti, Razi Muhara. Z
Razi Muhara. Z adalah pemilik hatiku
Hanya janji Razi Muhara. Z tidak akan melanggarnya lagi
Rika Idmayanti semua milikmu wahai Razi Muhara. Z
dan Rika Idmayanti senang untuk mengatakan bahwa kau milikku, wahai Razi Muhara. Z
Tolong jangan tinggalkan Rika Idmayanti, wahai Razi Muhara. Z
Rika Idmayanti tidak tahu apa yang harus dilakukan
Hanya janji Razi Muhara. Z tidak akan
karena ada satu tidak ada orang lain sepertimu wahai Razi Muhara. Z
Puisi ini karya: Rika Idmayanti
Dosen Politeknik Negeri Padang, Sumatera Barat & Universitas Putera Indonesia, Padang
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Penantian