Posted on 23 December 2010 by
admin
Never Have I Fallen
Your lips speak soft sweetness
Your touch a cool caress
I am lost in your magic
My heart beats within your chest
I think of you each morning
And dream of you each night
I think of your arms being around me
And cannot express my delight
Never have I fallen
But I am quickly on my way
You hold a heart in your hands
That has never before been given away
- Rex A. Williams –
Categories: Puisi Cinta, Puisi Tahun Baru, Puisi Umum, Puisi Valentine
Posted on 23 December 2010 by
admin
A gentle word like a spark of light,
Illuminates my soul
And as each sound goes deeper,
It’s YOU that makes me whole
There is no corner, no dark place,
YOUR LOVE cannot fill
And if the world starts causing waves,
It’s your devotion that makes them still
And yes you always speak to me,
In sweet honesty and truth
Your caring heart keeps out the rain,
YOUR LOVE, the ultimate roof
So thank you my Love for being there,
For supporting me, my life
I’ll do the same for you, you know,
My Beautiful, Darling Wife.
- David G. Kelly –
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Umum, Puisi Valentine
Posted on 23 December 2010 by
admin
Perahu itu..
Saat, keinginan berlayar tak tertahan
Kubawa hati mengarungi samudera nan terbungkus awan
Indah, seindah rasa menyelimuti harapan
Tentang asa, cita-cita dan masa depan
Kupenuhi perahu dengan segumpal CINTA
Kugantungi secercah cahaya sebagai penyerta
Kuhiasi dinding-dindingya dengan rindu yang sejuta
Kukayuh sesekali dengan cemburu dan air mata
Dan….
Ketika perahu terlalu sarat akan beban
Ketika terbentuk hasrat memiliki perahu tambahan
Ketika aku tak sanggup mengayuh sendirian
Aku tergulung ombak demikian kencang
Terguncang keras menerpa bebatuan karang
Meninggalkan cerita tentang harapan, terbuang
Mengikis gumpalan CINTA yang terlanjur memberi terang
Aku tenggelam
Perahuku karam
http://www.bayumukti.com/puisi-di-hari-valentines/
Categories: Puisi Cinta, Puisi Tahun Baru, Puisi Umum, Puisi Valentine
Posted on 23 December 2010 by
admin
Penantian Tiada Arti
matahari menyinari kamar ini
ku dengar kokok ayam menyambut pagi
setiap hari selalu begini
menanti dan menanti lagi
ku matikan televisi ku
ku benahi ranjang kecil ku
ku tata ruang kamar ku
ku buang sampah makanan ku
ku pergi ke kamar mandi
membersihkan diri ini
juga menggosok gigi
tak lupa ku makan pagi
menanti kehadiranmu ke sini
mungkin kah itu hanya mimpi
atau hanya harapan yg dingin
yg tak kan pernah ku miliki
telpon dari mu cukup membuat ku tersenyum
tersenyum kagum melihat kau peduli thd ku
walau sedetik aku mendengarkan suaramu
cukup untuk senyum 1 menit ku
ku hanya berharap
semoga kau sehat-sehat saja
krn ku membutuhkan perhatian mu
krn ku sayang kepada mu
http://www.bayumukti.com/puisi-di-hari-valentines/
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Valentine
Posted on 23 December 2010 by
admin
Judul: TAHUN BARU
Penulis: Syaiful Bahri
Aku melihatmu bergerak ke arahku
lembut seperti daun jatuh
pada arus sungai
Atau mungkin hanya seekor serigala
mengaung di setiap malam
yang sepi
lapar akan sekerat cinta
Atau akar pepohonan
tanpa daun dan ranting-rantingnya
yang runcing lagi tajam
bagi seekor burung pengelana lelah
Terlalu lama menunggu
hujan dan gerimis
Atau tangis seorang gadis
Atau bulan perak
berenang dalan kolam ikan mujaer
Atau bunyi terompet
sebagai tanda pertemuan
Dan aku kembali melihatmu
telah berdiri jelas di depanku
ketika selimuti tubuhmu dengan tubuhku
ternyata cuma bayang-bayang
Categories: Alunan Puisi, Friendship Poems, Puisi Tahun Baru
Posted on 23 December 2010 by
admin
Sembilan bulan lamanya
Rahim dalam berada
Janin muda perut bunda
Pengorbanan tiada sia
Akhirnya aku lahir lahir juga
Dunia baru berseru
Pada diriku
Waktu dulu
Pada pangkuanmu
Jasa sejagat
Bercucuran keringat
Masih tetap semangat
Seiring kasih hangat
Dalam dekapan hanyat
Bunda
Waktu terus berporos
Pada kenyatan dunia
Dari balik tubuh polos
Doa pada bunda
Ananda bahagia
Bunda
Lanjut usia
Tetap saja kau setia
Terkadang ananda lupa
Masih terus bunda berdoa
Ku harap tak durhaka
Celakalah ananda
Neraka akan menyapa
Bunda
Ananda yang hina
Berharap tetap berguna
Walau jua tak ada
Selalu berusaha
Semoga bunda bahagia
Dunia memang berbeda
Tak mesti bersama
Bunda tetap di jiwa
Raga ananda,
Tetap bunda
Bunda
Untaian bunga
Ukiran bianglala
Lautan samudera
Intan permata
Kecantikan dunia
Tidak seberapa
Bunda tetaplah bunda
Terkenang sepanjang masa
Tak pernah ada akhirnya
Bunda
Wanita terhebat
Wanita terdekat
Ku kenal kau
Lewat nada merdu
Ku ucap kata ibu
Kaulah pelitaku
Tak akan padam
Terkadang meredam
Tetap tak mendendam
Dari kedingingan malam
Ananda memberi salam
Salam dari gubuk terdalam
Demi kerinduan terpendam
(Roil Jiwang Muhtadin : Jakarta, 14 Juni 209)
Sumber: revolusisenja.indosastra.com
Categories: Alunan Puisi, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum
Posted on 23 December 2010 by
admin
Kabar burung
Merpati lambang cinta
Namun buntung
Simpati betambang duka
Gosip pagi di televisi
Merpati jalinan asmara
Tapi kasih tak pasti
Saksi perjalanan murka
Lidah orang bersahutan
Merpati itu suci
Pindah sarang berbarengan
Bertelur
Menetas
Lalu jadi burung kawakan
Apa yang suci?
Dasar tukang kawin
Pebincangan datuk
Merpati simbol kemakmuran
Sampai dibuatnya aku suntuk
Tetap merpati binatang sembarangan
Ribuan mata terpaku
Merpati putih berkicau
Indah menurut mereka
Menanjakan telinga pendengarnya
Damai bagi kalian
Masih saja aku sendirian
Merpati
Enyalah dariku
Kau cuma berbakhti
Tak bisa berpadu
Cinta antara dia dan daku
(Roil Jiwang Muhtadin : Jakarta, 15 Juni 2009)
Sumber: revolusisenja.indosastra.com
Categories: Puisi Cinta, Puisi Umum
Posted on 22 December 2010 by
admin
Judul: sahabat
oleh: Dienna
sahabat…
kaulah yang s’lalu ada
disaat q membutuhkanmu…
sahabat…
aku ingin kau terus di samping q
aku ta’k ingin kau jauh dariku..
karna kau belahan jiwa q..
sahabat …
okh,,,,
sahabat…
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 22 December 2010 by
admin
Judul: Jika Tiba Saatnya
Oleh: Suhardi
Jika Tiba saatnya 2
Jika tiba saatnya
Manusia akan dibangkitkan dari tidurnya
Berkumpul di lapangan yang luasnya bernar-benar tak terkira
Itulah saatnya
Akan ditanyakan empat perkara
Umurmu kau habiskan untuk apa
Masa mudamu sampai habis dan tua kau pakai untuk apa
Hartamu kau dapatkan dari mana
dan kau belanjakan untuk apa
Saat itu pula
Karena menunggu putusan perkara
Tentang surga atu neraka
Manusia akan merasa sangat payah tersiksa
Karena matahari di dekatkan di atas kepala
Ada yang berkeringat sampai paha, dada, mata bahkan hingga menenggelamkannya
Semua tergantung dari dosa ketika dia di dunia
Lalu mereka menemui empat ulul azmi yang mulia
Agar memintakan safaat Tuhan kepada mereka
Tapi semua berkata yang sama
Kami semua pernah berbuat dosa
Dan pada hari ini Tuhan telah bernar-bernar murka tak terkira
Keempat-empatnya menyarankan agar mendatangi yang kelima, Kholilulloh dan penutup para Anbiya
Mereka pun bergegas pergi untuk meminta
Muhammad Rasul yang mulia pun setuju dengan mereka
Lalu naik ke atas Arsyi menghadap Tuhan Yang Esa
Syafaat pun diminta
Dengan kemurahaaNya
Syafaat diberikan terutama untuk umat Muhaammad agar masuk ke surga dalam urutan pertama
Selanjutnya nabi terdahulu, umatnya dan pembelanya
Begitulah kisah yang tersirat dalam Hadis yang mulia
Lewat sabda Rasul penutup Anbiya
Rawangkawo-Riau 1 Juli 2009
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Islami, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 22 December 2010 by
admin
Judul: Sketsa Malu
Oleh: Suhardi
Entah karena apa
Berjuta malu dalam jiwa telah sirna
Tak seorang pun tahu kenapa
Memang bodoh bertanya ada apa
Karena sudah nyata
Bukankah nafsu tak lebih dari ujung semua perkara
Menguasai hati manusia
Itulah sebabnya
Tak siang, tak sore, dan malam sama saja
Dia…..
Tetap saja angkuh dengan sombongnya
Seakan menang atas tuduhan perkara
Karena telah banyak merubah
Manusia jadi telanjang tanpa busana
Wanita
Pria
Tua renta
Hakim pemutus perkara
Polisi negara
Kepala desa
Telanjang tanpa malu tanpa busana
Di panggung sandiwara
Categories: Puisi Pahlawan, Puisi Presiden, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum