Pantun Melayu Lama

Sutan Muda dari Lampung,
Memikul cangkul dengan bajak,
Singgah minum di lepau nasi;
Sudah serkah tempat bergantung,
Telah patah tempat berpijak,
Budi yang baik tetap di hati

Banyak orang di Bukit Cina,
Daun nanas serak-serakan,
Burung tempua di pohon saga;
Zaman sekarang ringgit berguna,
Emas perak jadi taruhan,
Budi baik terpinggir juga.

Padi bukit padi huma,
Taruh mari di dalam peti,
Dibawa orang ke Tanjung Jati;
Budimu tuan saya terima,
Sudah terlekat di dalam hati,
Terpahat kukuh hingga ke mati.

Buah lada lebat di pangkal,
Gugur daun dengan buahnya,
Dibawa dagang pergi seberang;
Sungguh ringgit penuh sekapal,
Budi tiada apa gunanya,
Nama pun tidak disebut orang.

Dari Johor ke Majapahit,
Singgah berlabuh di Pulau Bangka,
Ambil muatan gula dan rempah;
Jika masyhur budi yang baik,
Jangan pula mengada-ngada,
Orang keliling jadi menyampah.

(Sumber: Hamidah Adam, Batu Pahat, Johor, 2001)

Avatar for Bangfad

Author: 

Bangfad - Bukan Blogger Profesional, hanya mencoba berbagi pengalaman dan cerita. Belajar, Belajar dan Belajar untuk menjadi seorang penulis profesional dengan hobi Menulis, Ngoprek dan Mancing.

One Response

  1. Avatar for Bangfad

    ahmadJanuary 30, 2010 at 4:36 amReply

    gabung

Leave a Reply