Two hearts
Joined together
In a bond
Greater than heaven
Two souls
Joined together
Bound by love
Greater then the cosmos
Two friends
Come together
To join forever
In the bond of marriage
Friend and family
Watched them go
To the place
Of heart filled bliss
We wish them love
We wish them caring
We wish them happiness
And we wish to them the future
First they were just friends
Then they were more
From this day on
They are one forever more
(Note: I wrote this poem for my sister’s wedding.)
Angela M. Maynard
Incoming Search
klasifikasi spodoptera plusia hymenia
Categories: Wedding Poems
Love makes you cry
Love makes you sad
Loves gives you feelings you thought you never had
Love makes you happy
Love maked you mad
Love gives you joy that leaves you feeling glad
Love makes you excited
Love makes you new
Love gives you hope which is oh so true
Loves makes you kind
Loves makes you bold
Loves gives you thoughts that you will never get old
Love makes you stressful
Love makes you change
Love gives you a beautiful wedding to arrange
When it comes out, love gives you many things…
But at the end, what will love make you?
Mary Holifield
Categories: Wedding Poems
Sutan Muda dari Lampung,
Memikul cangkul dengan bajak,
Singgah minum di lepau nasi;
Sudah serkah tempat bergantung,
Telah patah tempat berpijak,
Budi yang baik tetap di hati
Banyak orang di Bukit Cina,
Daun nanas serak-serakan,
Burung tempua di pohon saga;
Zaman sekarang ringgit berguna,
Emas perak jadi taruhan,
Budi baik terpinggir juga.
Incoming Search
kumpulan pantun,
pantun patah hati,
kumpulan pantun melayu,
pantun melayu lama,
pantun lama,
kumpulan pantun lama,
contoh pantun lama,
pantun nusantara,
kumpulan pantun dan puisi,
pantun lama melayu,
kumpulan pantun pendek,
contoh pantun melayu,
pantun cinta melayu lama,
kumpulan pantun nusantara,
puisi melayu lama,
Contoh pantun pendek,
pantun melayu Idul fitri,
pantun melayu,
kumpulan puisi melayu,
pantun melayu patah hati
Categories: Pantun Melayu
Melayu itu orang yang bijaksana
Nakalnya bersulam jenaka
Budi bahasanya tidak terkira
Kurang ajarnya tetap santun
Jika menipu pun masih bersopan
Bila mengampu bijak beralas tangan
Melayu itu berani jika bersalah
Kecut takut kerana benar
Janji simpan di perut
Selalu pecah di mulut
Biar mati adat
Jangan mati anak
Dalam sejarahnya
Incoming Search
sajak melayu usman awang,
sajak usman awang,
sajak usman awang melayu,
koleksi sajak usman awang,
puisi melayu,
usman awang sajak,
puisi melayu usman awang,
sajak melayu,
kumpulan syair melayu,
puisi usman awang,
usman awang sajak melayu,
sajak cinta melayu,
koleksi puisi usman awang,
puisi usman awang melayu,
sajak melayu cinta,
melayu sajak usman awang,
kumpulan sajak melayu,
syair usman awang,
puisi karya usman awang,
puisi cinta melayu
Categories: Sajak Melayu
sungguh terlalu sulit tuk nggak menikmati hangatnya mentari…….,
bgitu sejuk menghangatkan jiwa yang kelam……,
ditemani sang bidadari nan elok cantiknya, membuat hangat seluruh raga……,
tak lagi ada mala untuk meninggalkan ranjang mungil,,,,,,,,
begituuuuuuu sejuk.,
tapi itu dulu…….,
sekarang……………,
mentari pun tak lagi mau
menghangatkan raga ini
tak lagi mampu mengembalikan jiwaku
yang lama menjadi kelam
reruntuhan daun yang kering
kadang ranting mengikuti…….,
aku yang mulai terdampar
kini mencoba memulai
merayap untuk menggapai
dan menanti kembali
hangatnya mentari
yang bisa bangunkan kelam jiwa ini
meski tidak sehangat saat sang bidadari elok menemani dulu
Incoming Search
hangat mentari,
malam ini terasa sepi/ puisi romantis,
novel online mentari terbit lagi,
puisi hangat mentari,
puisi hangatnya mentari,
Puisi tentang hangat mentari
Categories: Puisi Cinta