Archive for January, 2009

Aku

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Maret 1943


Aku Pergi

Sendu malam menderu
Senja tak lagi bergeming bagaikan dulu
kini jarak antara kita terlalu jauh
Terlalu jauh untuk ku dekap
Rinduku malam ini untuk selamanya
Rinduku malam ini tak akan bermuara
Namun Kesedihan ini adalah hak ku
By Sang Penyair


Mimpi Yang Terkurung

aku hanya ingin menjalani hidupku,
waktuku yang berharga,
semua yang kusukai tanpa penyesalan.
Tanpa banyak pikiran lagi di otak. Hanya melakukannya. Lebih banyak tersenyum.
Tak lagi tertunduk lesu. Bila kubertannya bisakah aku? Bagian lain diriku menjawab:
“itu semua terserah kamu”
Lalu otakku kembali memproses,
ah jawaban seperti ini sulit.
aku harus mengalahkan diriku sendiri?


Bidadari Malam

Merepih kesunyian dalam sepi malam
Mencari dalam kesendirian
Ketika malam tak lagi tentangmu
Dan pijar lentera meredup di tepian
Sungai hati bermuara di cakrawala jiwa
Buih-buih ombak bawa dirimu menjauh
Jauh, akankah kembali?
Datang, bisakah mengisi?
Jiwa-jiwa yang kosong
Ditingkahi hati yang hampa


Perempuan Merdeka [part 1]

Kunikmati segarnya kelapa muda dengan tenang. Setenang gelombang ombak di hadapanku. Rasa sejuk langsung menjalari sepanjang kerongkonganku. Pandanganku terlempar pada hamparan laut yang luas. Ada ketenangan menelusup ke relung jiwa. Ketenangan yang belum pernah kunikmati sebelumnya. Jiwaku seakan terbang seiring gemuruh ombak yang menderu. Seperti camar yang melesat ke langit biru. Perlahan buih air asin [...]


Ulang “Selamat” Tahun

Dalam suka mulut tertawa
Dalam duka mata berkaca
Dalam kaku pikir terpaku
Dalam waktu langkah satu-satu
Ada batu semangat tak mati kutu
Ada lubang jati diri tak hilang
Terseok-seok menyusur jalan berkelok-kelok
Jatuh bangun namun tetap tekun
Demi masa depan
demi kesejahteraan
demi kebahagiaan
demi Tuhan, teruslah berjuang
November ‘98


Puisi Selamat Ultah

Rentang waktu…..
terkadang membuat kita lupa bahwa kita semakin dewasa
Rentang waktu…..
terkadang membuat kita lupa bahwa kita telah melanggar titah Yang Kuasa
Rentang waktu…..
terkadang membuat kita sadar bahwa kita hanya manusia yang tak punya apa-apa
selain jasad yang tak berguna
Rentang waktu…..
terkadang membuat kita sadar bahwa Tuhan tidak melihat harta dan rupa
melainkan hati yang ada di dalam dada dan amal [...]


Selamat Ulang Tahun

Ditengah merahnya mega
Di dalam sunyinya senja
Kutulis sebuah puisi padamu
Walau kutahu tak menarik untukmu
Sejalan berjalannya waktu
Berputarnya bumi
Terbenamnya mentari
Dan munculnya bulan di malam hari
Bertambah pula usiamu
Semoga engkau sehat selalu
Selamat ulang tahun sahabatku
Karena hanya itu yang dapat aku berikan padamu


Puisi Ulang Tahun

Sekian tahun sudah kehadiranmu mempengaruhi orang-orang sekitarmu,
dan setiap perbuatanmu telah membentuk karaktermu,
dan setiap langkahmu telah membawamu mendekati atau menjauhi
cita-citamu,
dan kelak…
setiap tarikan nafasmu akan dimintai pertanggungjawabannya,
untuk menentukan tempatmu di alam yang abadi…
Selamat Ulang Tahun
Semoga langkah-langkahmu semakin matang
dan selalu membawamu ke arah yang lebih baik.


Jalan Masih Panjang

Jalan itu masih panjang, sayang
masik banyak pula penghalang di sana
Hentikan rengekanmu
Pacu semangatmu….
Karena kita masih harus terus berjuang
Untuk sampai ditujuan perhentian
atau….
Kita tak lagi mampu berjalan
atau….
Diantara kita terpaksa berjalan sendiri
Setelah menidurkan yang satu…. karena terpaksa
Jalan itu masih panjang sayang….
Hentikan rengekanmu
Pacu semangatmu….
Yuvusulikov, Jakarta, April 2001