
I. PENDAHULUAN
Bawang putih (Allium sativum L) selain merupakan jenis sayuran yang penting, juga merupakan salah satu sumber pertumbuhan baru ekonomi dalam pembangunan pertanian. Bawang putih ini dianggap sebagai komoditas potensial terutama untuk subsitusi impor dan dalam hubungannya dengan penghematan devisa. Perkembangan terakhir , impor bawang putih indonesia berjumlah 295 ribu ton dengan nilai tidak kurang dari US$ 103 juta atau sebesar Rp 927 milyar, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.
Masalah yang dihadapi dalam budidaya bawang putih sampai saat ini adalah varietas bawang putih yang berkembang di indonesia umumnya memiliki potensi hasil yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan potensi hasil bawang putih di daerah subtropis. Bagitu pula tingkat pengusahaanya juga terbatas di daerah dataran tinggi (> 800 m dpl). Dengan demikian dengan adanya jenis-jenis bawang putih yang cocok diusahakan di dataran rendah merupakan peluang baru dalam pembangunan pertanian khususnya untuk ekstensifikasi bawang putih dalam negeri bagi pemenuhan kebutuhan konsumsi bawang putih yang terus meningkat tiap tahunnya. Menurut data Susenas, konsumsi per kapita bawang putih penduduk indonesia mencapai 1,13 kg/tahun sehingga kebutuhan bawang putih nasional per tahun mencapai sekitar 250 ribu ton.
II. PERSYARATAN EKOLOGIS
- Tanaman bawang putih dataran rendah tumbuh pada hampir semua jenis tanah, namun yang terbaik pada tanah bertekstur sedang (lempung sampai lempung berpasir).
- pH tanah yang cocok adalah 5,6 – 6,8 dan drainasenya baik.
- Walaupun umumnya bawang putih ini tahan suhu panas, namun hanya dapat tumbuh dengan baik pada daerah yang memiliki suhu yang dingin (<25` c pada bulan-bulan tertentu). - Suhu dingin tersebut diperlukan terutama pada saat pembentukan dan pembesaran umbi tanaman. Di Indonesia, waktu tanam terbaik untuk bawang putih dataran rendah yaitu bulan Mei, Juni atau Juli.
III. TEKNOLOGI BUDIDAYA
- Lahan dibuat bedengan dengan lebar bedengan 1,2 – 1,75 m, dengan jarak perit antar bedengan 40 – 50 cm; sedangkan panjang bedengan disesuaikan dengan lahan yang tersedia.
- Kemudian diidtirahatkan sekitar 2 minggu, selanjutnya diolah 2 – 3 kali sehingga permukaan tanahnya cukup halus. – Sebelum penanaman, perlu dicek pH tanahnya, jika < 5,6 perlu dilakukan pengapurandengan dosis 1,5 - 3, ton per ha.
- 2 – 3 hari sebelum tanam dilakukan pemberian pupuk dasar yaitu menggunakan pupuk kandang (10 – 15 ton/ha) atau pupuk kompos (2 ton /ha) dan SP-36 sebanyak 200 – 300kg /ha.
- Umbi bibit yang telah siseleksi (dalam bentuk siung-siung) ditanam dibedengan dengan kedalaman 1/4 – 1/2 tinggi siung bibit, kemudian ditutp dengan mulsa jerami padi setebal 3 – 5 cm. – Pemupukan susulan dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu pada umur 15, 30 dan 45 hari setelah tanam dengan menggunakan campuran pupuk 200 kg ZA + 100kg ,Urea + 100 kg KCL per ha untuk setiap kali pemberian pupuk susulan. Caranya, pupuk disebar antara barisan tanaman kemudian diikuti dengan penyiraman.
- Penyulaman dilakukan seminggu setelah peneneman benih dengan menggunakan bibit cadangan yang telah ditanam di tempat bibit untuk cadangan.
- Tanaman bawang putih membutuhkan air dalam jumlah yang cukup selama pertumbuhan vegetatif dan pembentukan umbi. Frekuensi pemberian air disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman bawang putih. Pada awal pertumbuhan, penyiraman sebaiknya dilakukan 2 – 3 hari sekali pada pagi atau sore hari. Pada fase pengisian umbi, yakni sekitar 60 hst, tanaman bawang putih paling peka terhadap defisit air, sehingga perlu pengairan yang cukup. Penyiangan perlu dilakukan terutama ketika pengaruh mulsa kurang efektif. Hama penting pada tanaman bawang putih adalah Thrips dan ulat daun dapat dikendalikan dengan insektisida berbahan aktif fosfor organik, merkaptodimetur atau monokrofos dengan dosis 2 ml/liter air. Sedangkan untuk tungau dikendalikan dengan akarisida berbahan fenpropatin atau dimeot; penyakit fusarium dikendalikan dengan fungisida berbahan aktif bernomil.
- Bawang putih didaratan rendah biasanya telah siap dipanen pada umur 80 – 100 haritergantung keadaan kesuburan tanaman dilapangan. Ciri tanaman bawang putih siap dipanen, daun tanaman 50 % telah menguning atau kering dan tangkai batangnya sudah keras. Cara panen dapat dilakukan dengan pencabutan langsung terutama pada tanah yang ringan dan pencukilan dilakukan pada tanah-tanah bertekstur agak berat. – Hasil tanaman diikat sebanyak 30 tangkai tiap ikat dan dijemur selama 1 – 2 minggu.
IV. DESKRIPSI BAWANG PUTIH VARIETAS LUMBU PUTIH
Asal tanaman : D.I.Yogyakarta ?Umur panen : 100 – 110 hst ?Tinggi tanaman : 52 – 65 cm ?Diameter : 1, 25 – 1,5 cm ?batang semu ?Kemampuan : tidak berbunga ?berbunga ?Bentuk daun : silindris, pipih dan lebar, posisi tegak ?Warna daun : agak keabu – abuan ?Banyak daun : 8 – 9 helai ?pertanaman ?Habitus tanaman : rozet ?Bentuk umbi : bulat, mengarah ke setiga yang dasarnya datar ?Besar umbi : 3,5 cm – 6,0 cm dan panjang 2,6 cm – 4,0 cm ?Warna umbi : putih dengan garis – garis ungu tidak merata pada ujungnya ?Jumlah siung / umbi : 15 – 20 siung ?Bentuk siung : panjang 2,3 cm – 3,1 cm dan lebar 1,3 cm – 1,7 cm ?Warna siung : putih agak krem ?Bau dan aroma : kurang kuat ?Kemampuan : 4 – 8 ton / hektar ?berproduksi ?Susut bobot umbi : 35% – 40% ?Keterangan : tumbuhan baik di daerah dataran rendah pada ketinggian 6 – 200m dpl
Incoming Search
syarat tumbuh bawang putih,
PERKEMBANGAN BAWANG PUTIH,
waktu panen bawang putih,
prospek pengembangan tanaman bawang putih,
puisi bawang putih,
pengaruh air terhadap pertumbuhan bawang putih,
makalah pertumbuhan bawang putih,
budidaya bawang putih,
syarat tumbuh tanaman bawang putih,
habitus bawang putih,
cara pertumbuhan bawang putih,
umur panan tanaman nilam,
perkembangan tumbuhan bawang putih,
persyaratan tumbuh bawang putih,
persyaratas ekologis tanaman bawang putih,
pertumbuhan tanaman bawang putih,
waktu yang baik untuk memanen bawang putih,
waktu tanam bawang putih,
susut pengeringan daun saga,
waktu pemanenan bawang putih
Categories: Alunan Puisi
Telah ku katakan padamu..
Semua isi hatiku..
Telah ku akui..
Hanya drimu yang ku cintai..
Tak dusta aku padamu..
Terkadang hatiku cemburu..
Kini ku percaya..
Diriku dan dirimu semata..
Yang sedia berbagi duka..
Maupun cinta tuk slamanya..
Meski badai kan menerpa..
Ku cuba tuk lalui bersama..
Ku kan menyinari hatimu..
Meski kobaran api melukaiku..
From: “Noor M.A”
Tuesday, February 24, 2009 4:24 PM
Incoming Search
munajat cinta puisi,
GEGURITAN TEMA PAHLAWAN,
puisi keindahan alam 4 bait,
puisi munajat cinta,
contoh geguritan tentang keindahan alam,
geguritan keindahan alam,
contoh-contoh geguritan tema keindahan,
geguritan tentang keindahan alam,
geguritan kaendahan alam,
geguritan perjuangan,
contoh geguritan tema keindahan,
contoh geguritan keindahan alam,
puisi jawa 4 bait,
Geguritan tentang keindahan,
geguritan tentang kaendahan alam,
geguritan tentang alam 5 bait,
syair 5 bait bertemakeindahan alam,
tuladha geguritan basa jawa 4 bait,
geguritan tema kesenangan,
geguritan tema keindahan alam
Categories: Puisi Cinta
Malam ini aku sendiri..
Esok malam aku sendiri..
Lusa pun masih sendiri..
Mungkinkah aku selalu sendiri..
Rinduku selimuti hatiku..
Hanya tentang mu..
Kupandang wajahmu meski hanya dalam lukisan..
Kuukir namamu meski dalam tulisan..
Kukecup keningmu meski hanya dalam angan..
Dan kukenang dirimu meski hanya dalam ingatan..
Haruskah aku disini sendiri..
Menantimu dalam rindu..
Sampai kapan aku sendiri..
Terbelenggu dalam haru..
Aku tak ingin sendiri..
Karna ku tau masih ada dirimu..
Tak sanggup bila aku harus sendiri..
Karna ku hanya ingin bersamamu..
From: “Noor M.A”
Thursday, February 19, 2009 7:49 AM
Incoming Search
puisi permohonan,
Puisi tak ingin sendiri,
puisi aku masih sendiri,
puisi ku masih sendiri,
puisi aku ingin sendiri,
puisi aku masi sendiri,
puisi aku masih seperti yang dulu,
syair asa
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan
“Kriiing….”
HP ku berdering keras.
“Bunda nya dex, calling.”
Tersentak aku melihatnya, tak biasanya ibunya menelpon ku karna hanya dengan anak gadisnya aku bergaul.
Kesibukan yang sedang menggelayutiku membuatku panik. Bingung dan tak mampu berbuat apa-apa, sampai teriakan temanku menyadarkanku.
“Woi, nyokap do’i lu thu yang nelpon !”
Sambil tergesa-gesa aku mengangkat nya.
“Ada apa bu ?” tanyaku tanpa tau apa maksud teleponnya kali ini.
Tangisan sedu yang tak henti membuat ku semakin kacau. Beribu pertanyaan pun muncul, yang aku sendiri tak dapat menjawabnya.
“Ehmm, aku ijin dulu iah” sembari ku palingkan wajahku dan meninggalkan temanku yang masih sibuk dengan seragam coklatnya.
Kutarik pelatuk gas motorku sekencang mungkin, hanya satu yang ku tuju, tempat tinggal kekasihku.
Kuhampiri rumah yang terlihat sepi di ujung gang, suasana yang memang tampak seperti biasanya tak membuat ku penasaran.
Ku ketuk pintu sembari ku ucap salam perlahan, namun cukup lama aku menunggu seseorang keluar dari rumah berwarna merah muda itu.
Ayahnya yang sedang duduk di kursi depan memanggil ibu yang tadi menelponku.
“Ada apa bu tadi telpon ? Ehmm Dyt….”
“Ada mas, masuk aja dulu” ibu yang menjawab sebelum aku tanya sambil mempersilahkan aku duduk, karna memang sudah biasa.
Perbincangan panjang terjadi antara aku dengan ayahnya, namun aku kembali mendengar ibu menangis, dengan terpaksa aku bertanya pada ayah tentang keadaan yang sebenarnya terjadi, sampai aku tau bahwa kekasihku kini mendekam di Rumah Sakit.
Keringat bercucuran di keningku, nafasku menjadi sesak mendengarnya. Apa yang membuatnya seperti ini, kenbali ku kendarai motorku, aku menyusulnya ke Rumah Sakit yang dimaksud.
Kata ibu di sana sudah ada yang menunggu, aku sedikit lega mendengarnya.
Setiba aku di Rumah Sakit, beberapa petugas terkejut melihatku yang tanpa sadar masi mengenakan seragam coklat.
Kutanyakan pada para perawat yang mungkin tau, tetapi hasilnya nihil.
Lantas apa yang aku alami, harus mencari kemana aku.
Aku yang menyayanginya, dan aku yang mencintainya tak ingin sesuatu hal buruk terjadi padanya.
Asa ku tiba menjemputku, dengan letih kaki terasa lemas aku berjalan keluar pintu Rumah Sakit.
Terkejut aku ketika seorang gadis bergaun pink memelukku.
“Aku sayang kamu”
Tak kusangka apa yang ku cari kini mendekapku, aku peluk tubuhnya yang memang lebih kecil dariku, sempat ku lontarkan beberapa pertanyaan padanya.
“Aku sengaja bikin kamu panik, termasuk ayah bunda pun membantuku untuk buktikan rasa sayang mu” di sertai senyuman bahagia di wajahnya.
Gadis kecilku, kekasih imutku, ini sebuah kado terindah yang pernah aku terima. Hadiah yang tak pernah ku dapatkan dari siapapun, hadiah yang mampu membuat ku merasakan takut, sedih, namun juga bahagia.
Aku sadar selama ini aku terlalu sibuk dengan pekerjaan dan tugas dinasku.
Terimakasih sayang…
“Aku juga sayang kamu”
From: “Noor M.A”
Incoming Search
puisi hadiah terindah,
puisi kado terindah,
Gejala yang diakibatkan oleh Pestalotiopsis Palmarum,
makna puisi dunia bukan miliknya,
puisi cinta sebelum aku pergi,
puisi coklat terindah,
puisi kado yang terindah
Categories: Sajak Cinta
Kupandang birunya laut..
Awan yang berselimut kabut..
Kurenungkan wajahku yang berkalut..
Hanya dirimu buat ku terpaut..
Kugapai tanganmu..
Hangatkan jiwaku..
Kupandang wajahmu..
Kau palingkan pandanganmu padaku..
Rasa sayang ku begitu dalam..
Bahkan teramat dalam..
Satu hal tanyaku..
Boehkah aku mencintaimu..
Sanggupkah aku bersamamu..
Hanya dirimu yang tau..
Noor M.A
Tuesday, February 17, 2009 8:05 AM
Incoming Search
aku mencintaimu,
ijinkan aku mencintaimu,
aku mencintai mu,
aku yang mencintaimu,
sayang aku mencintaimu,
aku mencintaimu sayang,
puisi aku mencintai dirimu,
mengapa aku mencintai mu,
puisi izinkan aku menyayangimu,
kumpulan puisi aku mencintaimu,
aku mencintaimu tapi,
puisi sayang aku mencintaimu,
aku mencintai mu sayang,
aku mecintaimu,
puisi aku mncintai mu,
sayangku jika aku mencintaimu,
puisi aku mencintaimu,
www puisi aku mencintamu,
mengapa ku mencintaimu,
mengapa aku mencinta
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan