Archive for February, 2009

Kukatakan Padamu

Tuesday, February 24, 2009 9:58 1 Comment

Telah ku katakan padamu..
Semua isi hatiku..
Telah ku akui..
Hanya drimu yang ku cintai..

Tak dusta aku padamu..
Terkadang hatiku cemburu..

Kini ku percaya..
Diriku dan dirimu semata..
Yang sedia berbagi duka..
Maupun cinta tuk slamanya..

Meski badai kan menerpa..
Ku cuba tuk lalui bersama..
Ku kan menyinari hatimu..
Meski kobaran api melukaiku..

From: “Noor M.A”
Tuesday, February 24, 2009 4:24 PM

This was posted under category: Puisi Cinta Tags: , , , , ,

Tak Sanggup Aku Sendiri

Tuesday, February 24, 2009 9:54 No Comments

Malam ini aku sendiri..
Esok malam aku sendiri..
Lusa pun masih sendiri..
Mungkinkah aku selalu sendiri..

Rinduku selimuti hatiku..
Hanya tentang mu..

Kupandang wajahmu meski hanya dalam lukisan..
Kuukir namamu meski dalam tulisan..
Kukecup keningmu meski hanya dalam angan..
Dan kukenang dirimu meski hanya dalam ingatan..

Haruskah aku disini sendiri..
Menantimu dalam rindu..
Sampai kapan aku sendiri..
Terbelenggu dalam haru..

Aku tak ingin sendiri..
Karna ku tau masih ada dirimu..
Tak sanggup bila aku harus sendiri..
Karna ku hanya ingin bersamamu..

From: “Noor M.A”
Thursday, February 19, 2009 7:49 AM

This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan Tags: , , , , , ,

Kado Terindah

Tuesday, February 24, 2009 9:53 No Comments

“Kriiing….”

HP ku berdering keras.
“Bunda nya dex, calling.”
Tersentak aku melihatnya, tak biasanya ibunya menelpon ku karna hanya dengan anak gadisnya aku bergaul.

Kesibukan yang sedang menggelayutiku membuatku panik. Bingung dan tak mampu berbuat apa-apa, sampai teriakan temanku menyadarkanku.
“Woi, nyokap do’i lu thu yang nelpon !”

Sambil tergesa-gesa aku mengangkat nya.
“Ada apa bu ?” tanyaku tanpa tau apa maksud teleponnya kali ini.
Tangisan sedu yang tak henti membuat ku semakin kacau. Beribu pertanyaan pun muncul, yang aku sendiri tak dapat menjawabnya.

“Ehmm, aku ijin dulu iah” sembari ku palingkan wajahku dan meninggalkan temanku yang masih sibuk dengan seragam coklatnya.

Kutarik pelatuk gas motorku sekencang mungkin, hanya satu yang ku tuju, tempat tinggal kekasihku.
Kuhampiri rumah yang terlihat sepi di ujung gang, suasana yang memang tampak seperti biasanya tak membuat ku penasaran.

Ku ketuk pintu sembari ku ucap salam perlahan, namun cukup lama aku menunggu seseorang keluar dari rumah berwarna merah muda itu.

Ayahnya yang sedang duduk di kursi depan memanggil ibu yang tadi menelponku.
“Ada apa bu tadi telpon ? Ehmm Dyt….”
“Ada mas, masuk aja dulu” ibu yang menjawab sebelum aku tanya sambil mempersilahkan aku duduk, karna memang sudah biasa.

Perbincangan panjang terjadi antara aku dengan ayahnya, namun aku kembali mendengar ibu menangis, dengan terpaksa aku bertanya pada ayah tentang keadaan yang sebenarnya terjadi, sampai aku tau bahwa kekasihku kini mendekam di Rumah Sakit.

Keringat bercucuran di keningku, nafasku menjadi sesak mendengarnya. Apa yang membuatnya seperti ini, kenbali ku kendarai motorku, aku menyusulnya ke Rumah Sakit yang dimaksud.

Kata ibu di sana sudah ada yang menunggu, aku sedikit lega mendengarnya.
Setiba aku di Rumah Sakit, beberapa petugas terkejut melihatku yang tanpa sadar masi mengenakan seragam coklat.

Kutanyakan pada para perawat yang mungkin tau, tetapi hasilnya nihil.
Lantas apa yang aku alami, harus mencari kemana aku.
Aku yang menyayanginya, dan aku yang mencintainya tak ingin sesuatu hal buruk terjadi padanya.

Asa ku tiba menjemputku, dengan letih kaki terasa lemas aku berjalan keluar pintu Rumah Sakit.

Terkejut aku ketika seorang gadis bergaun pink memelukku.
“Aku sayang kamu”
Tak kusangka apa yang ku cari kini mendekapku, aku peluk tubuhnya yang memang lebih kecil dariku, sempat ku lontarkan beberapa pertanyaan padanya.

“Aku sengaja bikin kamu panik, termasuk ayah bunda pun membantuku untuk buktikan rasa sayang mu” di sertai senyuman bahagia di wajahnya.

Gadis kecilku, kekasih imutku, ini sebuah kado terindah yang pernah aku terima. Hadiah yang tak pernah ku dapatkan dari siapapun, hadiah yang mampu membuat ku merasakan takut, sedih, namun juga bahagia.

Aku sadar selama ini aku terlalu sibuk dengan pekerjaan dan tugas dinasku.
Terimakasih sayang…

“Aku juga sayang kamu”

From: “Noor M.A”

This was posted under category: Sajak Cinta Tags: , , , ,

Ijinkan Aku Mencintaimu

Friday, February 20, 2009 3:24 2 Comments

Kupandang birunya laut..
Awan yang berselimut kabut..
Kurenungkan wajahku yang berkalut..
Hanya dirimu buat ku terpaut..

Kugapai tanganmu..
Hangatkan jiwaku..
Kupandang wajahmu..
Kau palingkan pandanganmu padaku..

Rasa sayang ku begitu dalam..
Bahkan teramat dalam..

Satu hal tanyaku..
Boehkah aku mencintaimu..
Sanggupkah aku bersamamu..
Hanya dirimu yang tau..

Noor M.A
Tuesday, February 17, 2009 8:05 AM

This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan Tags: , , , , , , ,

Aku Miliknya

Friday, February 20, 2009 3:20 1 Comment

Aku sudah ada yang punya, ku akui kedekatan ku dengan mu berdampak negativ bagi kita. Kusadari cinta bukan untuk dipermainkan, cintaku hanya untuknya, meski perasaan suka sempat singgah di hatiku padamu, namun ku percaya bukan kamu lah cinta sejatiku.

Beribu kata maaf ku ucapkan padanya, padamu pun aku tak lupa. Entah apa khilaf ku atau aku yang memang pecundang yang tak punya hati.

Kisahku tak henti sampai disini, aku yang terus mencari tau apa yang membuat ku berbuat seperti itu, aku menghianatinya hanya karenamu. Aku membuatnya menangis pilu, melukai hatinya dan hancurkan kepercayaannya padaku.

Bodoh !

Apakah ia kurang sempurna bagiku, atau aku yang memang brengsek. Bertahun aku menjalani hubungan bersamanya, namun kau hadir begitu cepat, begitu tepat ketika semua masalah sedang berlipat. Kurang perhatian apa dia, sehingga aku berani melihatmu, memalingkan wajahku padamu, berharap engkau mampu menopang segala kesedihanku.

Aku memang brengsek, aku memang egois. Ku selalu mencoba mencari kesengan baru yang ternyata menghancurkan segalanya.

Setiap malam aku mengingatnya, merindukannya, namun kau hadir dalam dunia mayaku. Dering keras HP yang ada dalam genggamanku kaburkan segala tentangnya, yang ada hanya sebuah sapaan mematikan darimu.

Aku sudah ada yang punya, aku membuatnya marah hanya karenamu. Aku bodoh, menyakiti hatinya tanpa ragu.

Maafkan aku cinta…

Noor M.A
Tuesday, February 17, 2009 8:48 AM

This was posted under category: Sajak Cinta Tags: , , , , ,

Kapanpun Mencintaimu (Itsumo Aishiteru)

Tuesday, February 17, 2009 5:43 2 Comments

Air mata ku berlinangan..
Haru yang menyelimuti kesenangan..
Ataukah kepedihan dalam kesedihan..
Mungkinkah kepenatan dalam angan..

Aku terkantuk..
Sejenak tertunduk..
Kubenamkan semua masalah..
Kujauhkan segala amarah..

Tak pernah ku tau..
Teramat berarti hadirmu..
Teramat besar pengaruh mu..
Selamanya di sisiku..

Aku bukan penyair..
Dipenuhi sajak yang mengalir..
Aku bukan musisi..
Yang lagunya dapat kau dengarkan setiap hari..

Tapi aku adalah aku..
Aku yang mencintaimu..
Aku yang menginginkan mu..
Sampai kapanpun mencintaimu..

Noor M.A
Tuesday, February 17, 2009 7:37 AM

This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Semangat Tags: , , , , , , ,

Karena Cinta[MU]

Monday, February 16, 2009 6:35 1 Comment

Masih mampu aku mencintamu..
Masih sanggup aku mendekapmu..
Masih disini aku menunggumu..
Disini pula aku menantimu..

Inilah dunia..
Penuh dengan bahagia..

Mungkin aku salah..
Mungkin aku keliru..

Cintamu lah yang buat ku bahagia..
Dirimu lah yang buat ku mengerti dunia..
Kini aku merindumu..
Ingin selalu bersamamu..

Cintamu butakan hatiku..
Cintamu kaburkan pandanganku..
Segala tentang persaanku..
Hanya karna cintamu..

Sending by Noor. M.A
Monday, February 16, 2009 8:14 AM

This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan Tags: , , , , , , , , , , ,

Indahnya Bersamamu

Monday, February 16, 2009 6:32 No Comments

Saat ku temui dirimu, saat ku pandang wajahmu, dan saat ku lihat senyum manismu hati ku berkata “indahnya….”

Saat ku usap keningmu, saat ku sentuh pipimu, saat ku belai rambutmu, saat ku genggam tanganmu, dan saat ku dekap tubuhmu hatiku berkata “indahnya….”

Apa salahku kali ini, sehingga buatmu menagis, membuat mu tak lagi tersenyum, dan tak lagi ada kebahagiaan. Mungkin aku brengsek, mungkin aku pecundang, tapi inilah aku, aku yang menyayangimu, aku yang ingin selalu di sisimu, aku yang hanya ingin mencintaimu sepenuh hatiku.

Apa khilafku kali ini, membuat hatimu terluka, membuat mu kecewa, membuatmu tak percaya. Akan tetapi taukah engkau apa yang membuat hatiku berbunga, mengertikah engkau apa yang membuatku tertawa tergila-gila.

Terkadang aku tak mampu tuk berkata, tak berdaya tuk bicara, di hatiku hanya ada dirimu. Saat kau memelukku tak ada kata yang dapat ku ungkapkan, tak dapat ku bisikkan padamu, hanya hatiku yang menatapmu serukan “indahnya….”

Ku akui betapa indah hariku bersamamu, pagi nan cerah hiasi hangat nya jiwaku bersamamu, malam yang benderang sejukkan hatiku saat di sisimu..

“Indahnya….”

Sending by Noor M.A
Monday, February 16, 2009 8:52 AM

This was posted under category: Sajak Cinta, Sajak Syair Tags: , , , , , , , , , , ,

Seandainya

Sunday, February 15, 2009 5:30 No Comments

Aku…
Mungkin hanya lembaran daun segar yang tumbuh di ranting yang kering…
Mungkin juga ikan air tawar yang tersesat di lautan…
Atau mungkin matahari yang muncul di tengah malam…

Seandainya aku bisa memilih,
Maka aku tak perlu melihat kekacauan di bumi…
Seandainya aku bisa pergi,
Maka aku akan mencari damai yang kuingin…

Namun sejauh apapun aku pergi,
Maka jiwa kehilangan itu akan terus mencari,
Meskipun insania ini tlah bermigrasi ke alam baka sekalipun…

Dan aku bukan makhluk tak tau diri yang tak punya rasa,
Takkan kubiarkan jiwa yang membuatku hijrah ke dunia itu merasa sepi,
Terlebih bersama monster kering bergigi jarang itu…
Takkan…!

Teruslah membuat luka, teruslah membuat murka di hati..
Kesempatanmu tinggal sekali,
Dan jika tersia, maka aku kan membuatmu tertidur lelap di balik sangkar besi.

by Nuris Romeiyani’s on FaceBook

This was posted under category: Puisi Harapan, Puisi Semangat Tags: , , , , ,

Ku Temukan di Ujung Jalan

Thursday, February 12, 2009 18:08 No Comments

Aku tak tau harus berbuat apa..
Tak pernah ku sangka kau di sisiku..
Bagai mimpi yang nyata..
Seakan semua tlah berlalu..

Apa ini nyata..
Atau mimpi belaka..

Begitu cepat kau berpaling..
Tinggalkan segala kebencian..
Mungkin kau tau apa itu kekurangan..
Yang jauh di banding berlian..

Aku tau itu karna aku..
Semua karna aku..

Disini aku menanti..
Untuk jawaban yang pasti..

Dulu hingga kini..
Tak pernah ku temui..
Tak pernah ku dapati..
Cantik seperti mu nan baik hati..

Noor M.A
Thursday, February 12, 2009 4:03 PM

This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan Tags: , , , , , , , , ,

Choreography Blogs - BlogCatalog Blog DirectoryDirectory of Archaeology BlogsArts Blogs - Blog Rankings Visit blogadda.com to discover Indian blogsBlog Search, Blog Directory
Blog DirectoryPowered by Stats 21blogarama - the blog directoryCheck PageRankGoogle bot last visit powered by Gbotvisit.comYahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.comMsn bot last visit powered by ScriptmeAdd to Technorati Favorites
puisi, cinta, alam, milis, buma, bunga, matahari, sejuta, kasih, bebas, sastra, sastra nusantara, poem, sajak, syair, kata cinta, sejuta cinta, sejuta puisi, cerpen, cerita, cerita pendek, cerita panjang, cerbung, cerita bersambung, nusantara, sastra nusantara, pontianak, puisi pontianak, kalbar puisi, pantun, seni, seniman, cerita pendek, cerpen, cerita panjang, cerita bersambung, cerbung, cerita remaja, cerita dewasa, cerita orang tua, cerita dongeng, cerita anak, cerita indonesia, cerita melayu, cerita adat, puisi melayu, puisi malaysia, puisi negara, poem, puisi alam