Archive for February, 2009

Aku Bukan Untukmu

Thursday, February 12, 2009 7:29 No Comments

Lihat aku..
Termenung dalam kelabu..
Namun kau terdiam membisu..
Seakan tak pernah tau..

Disini aku..
Sendiri tanpamu..
Namun kau tetap membisu..
Bahkan malu untuk melihatku..

Aku memang tak pantas untukmu..
Kini kau mulai mencela..
Karna aku tak pantas untukmu..
Meski aku masih cinta..

Dalam lamunan aku mengenang mu..
Tak sekejap aku kelihatmu..
Hari ini, kemarin, bahkan tahun lalu..
Kini semua hanya sebuah impianku..

Noor M.A
Thursday, February 12, 2009 8:53 AM

This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Sedih Tags: , , , , , , , , ,

Jeritan Anak Jalanan

Wednesday, February 11, 2009 14:13 2 Comments

Di kolong-kolong jembatan aku..
Bersenandung mengharap belas kasihmu..
Pandanganku yang kian hampa..
Sesuap nasi pun tak kunjung tiba..

Melihat mu aku tak peduli..
Bukan wakil rakyat tikus berdasi..

Aku memang mlarat..
Bukan seperti tikus keparat..
Yang doyan uang rakyat..
Haus harta bak lintah darat..

Masih terdengar jeritan dan tangisan..
Dari anak kolong jembatan..
Kau butakan matamu..
Kau tulikan telingamu..

Takut kehilangan harta itu sifatmu..
Takut kehilangan kehormatan pun sifatmu..
Kau lebih rela korbankan rakyat..
Hanya demi se onggok martabat..

Kau picik..
Kau pun licik..

Di kolong jembatan aku..
Di jalanan kukais keberuntunganku..

Kau tak datang aku bangga..
Tak mengenal mu pun aku lega..

Sending by Noor M.A
Wednesday, February 11, 2009 7:48 AM

This was posted under category: Puisi Harapan, Puisi Umum Tags: , , , , ,

Aku Bosan

Monday, February 9, 2009 13:40 No Comments

Hei..
Lelah aku terus berlari..
Mengejar sesuatu tak pasti..
Kemanakah engkau pergi..

Belum puas kah kau bersembunyi..
Berharap aku terus mencari..

Duniaku begitu indah bersamamu..
Hatiku teramat bahagia disisimu..
Anganku selalu melayang mengelilingimu..
Dan impianku tertuju padamu..

Namun kini aku letih mengharapmu..
Hanya mampu bersandar di bahumu..
Kupercayakan padamu..
Jangan tinggalkan aku..

Bosan aku menipu diriku..
Hancur hatiku berkata benci..
Tak mampu ku katakan padamu..
Tak ingin kau pergi..

“Noor M.A”
Monday, February 9, 2009 8:23 AM

This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Sahabat, Puisi Umum Tags: , , , , , ,

Bualan di Hidupku

Monday, February 9, 2009 13:38 No Comments

ku tulis sebuah alunan nada,,
ku simpan rapat smua ocehan ku dalam belenggu..
ku raba apa yang tak nampak oleh mata,,
ku kepakkan sayap patahku tuk melayang bersamamu..

yakin ku bahwa kata tak mampu memberi bukti,,
tangisan pun tak dapat merebut hati..
hingga kini ku tak sanggup tuk pergi,,
menghilang dan bersembunyi..

malu aku untuk menyapa,,
ragu aku tuk berpaling muka..
hanya dirimu pujaan hatiku,,
yang kan slalu ada dalam hidupku..

From:
Monday, February 9, 2009 8:50 AM
This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Sedih Tags: , , , , , ,

Perjalanan Pulang

Monday, February 9, 2009 13:34 1 Comment

Terimakasih adalah kata terakhir yang mampu ku lontarkan, ku bisikkan pada kawan “kesempatan bukan untuk di siakan”.

Hatiku menangis melihat haru dan kesedihan yang membelenggu, hingga tak mampu lagi ku teteskan air mata dihadapannya. Hal terindah yang ku miliki, disaat aku bersamanya dalam alunan cinta dan kasih. Kutatap matanya yang berkaca, seakan berkata “jangan tinggalkan aku sayang”. kusentuh pipi merahnya yang hangat, dan ku belai setiap helaian rambutnya.

Senyuman yang sudah ku siapkan menambah luka dihatinya, semakin deras air mata membanjiri pipinya. ku usap dengan lembut dan terulang kata “jangan tinggalkan aku sayang”.

Hatiku menagis, melihat puluhan kawan merasa kehilangan. Kesedihan yang juga larut dalam hati ayah dan bunda membuatku tersenyum dalam buaian sang kekasih. Pelukan yang hangat adalah kado terindah sebelum aku pergi meninggalkan mereka.

Ingin rasanya ku kecup keningnya, karna bukan nafsulah yang membelengguku untuk mencintainya. Tangan mungilnya yang sedari tadi menggenggam tanganku membuat aku terus tersedu.

“Sampai kapan kau tak merelakan ku pergi?”

Nafas ku tersedak, membuat bunda membunyikan alarm memanggil suster yang merawatku. Tabung oksigen kembali ia bungkamkan ke mulutku.

Namun aku kini menolaknya, setelah sekian kali ku habiskan tabung-tabung oksigen. “Aku hanya ingin hirup udara segar !”

Dan kembali ku raih tangannya “Aku pergi sayang”.

Dengan hati-hati para malaikat membawa ku pergi dari hadapan mereka, ku pejamkan mata ini perlahan, ku taburkan senyum hangat ku pada semu orang terkasih.
Ku lambaikan tanganku dan berpamitan padanya.
Jangan rindukan aku sayang….

Sending by

Monday, February 9, 2009 9:22 AM

This was posted under category: Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja Tags: , , , , ,

Semoga Panjang Umur & Bahagia

Saturday, February 7, 2009 14:59 No Comments

Dikala Sang Surya akan bersinar
Disaat itu pula rembulan berhenti bercahaya
Betapa waktu telah berlalu dan hilang entah kemana
Hilang seakan tak pernah kembali

tiada kado yang lebih berharga dihari ulang tahunmu
Selain kata “Selamat Ulang Tahun”
Tiada doa yang bisa kupanjatkan
Selain Doa “Semoga Panjang umur & Bahagia”
Tiada Asa yang bisa kurangkai
Selain Harapan “Kedewasaan untuk mengantarkanmu menuju Kesuksesan”
Untukmu dan Keluarga yang selalu kau cintai

by fadlie 2003

This was posted under category: Puisi Ulang Tahun Tags: , , , , , , , , , , ,

Berharap Dalam Penantian

Friday, February 6, 2009 13:37 No Comments

Aku..
Ingin rasanya slalu memandangmu..
Setiap sa’at kau slalu di hatiku..
Bagai separuh jiwa yang kau ambil dariku..

Kau penerang hatiku..
ngin rasanya kukatakan padamu..
Bahwa ku mencintaimu..
Setulus dan seutuh hatiku..

Kau tanam dalam hatiku benih cinta..
Kau bangun pula istana cinta..

Kau membuatku slalu ingat wajahmu..
Wajah yang slalu membayangiku..
Setiap sa’at dan stiap waktu..
Kau akan slalu teringat olehku..

Sending by Noor M.A
Thursday, February 5, 2009 1:31 PM

This was posted under category: Puisi Harapan Tags: , , ,

Kisah Dibalik Mimpi

Friday, February 6, 2009 13:34 1 Comment

ketika lelah kaki berpijak, ketika hati tak mampu menahan segala kesedihan, ku rebahkan tubuhku dalam alunan cinta nya yang begitu hangat mendekap. lama menanti mata ini terlelap, ku pandang biru nya langit bertabur bintang dan berhias langit, ku tatap wajahnya yang terukir dalam hatiku, yang tanpa terasa membawa ku kedalam sebuah impian dan angan-angan.

kulihat sekeliling ku yang kini kian gelap nan sepi, ku rasakan aroma yang tak pernah ku rasakan slama ini, ku pandang cahaya yang tak pernah redup dalam hatiku, aku bermimpi. ketika kain tebal yang membalut sekujur tubuhku tak mampu lagi menahan dinginnya malam ini, ku hanya mampu bersenandung tuk mengingat nya, serasa ia hadir tuk menemani ku malam ini. tanpa kusadari ia tlah membawa ku ke sebuah singgasana yang nan jauh di sana.

sambutan yang begitu hangat dari para bidadari dan malaikat, yang seakan memberi jalan bagi ku dan nya. belum lama aku merasakan indahnya sebuah kebahagiaan bersamanya, kini ia menghilang dan pergi entah kemana dan bersama siapa. lelehku kian menderu dan tak dapat terbelenggu, hatiku terbakar padam cemburu, fikiranku melayang bersama hilangnya angan dan harapan. aku tenggelam dalam celaan dan tertawaan sang bintang, jeritan hewan malam memekakan gendang telingaku. yang hingga akhirya mentari menyambutku dengan cemooh, celaan, serta hinaan yang membuatku termenung dan terus bertanya

“pantaskah aku bersanding bersamanya?”
“haruskah dia pergi meninggalkanku?”
“mampukah hati ini untuk terus menantinya?”.

lamunan ku mulai terganggu dengan ocehan parkit yang sedang bertengger di sebuah ranting “dasar pria bodoh, malang, dirimu bukan ikan yang haus akan kebahagiaan, dirimu juga bukan burung yang mampu terbang mengejar impian”.

kicauan yang terus terulang hingga datang sebuah keyakinan dari bisikan hembus angin bahwa aku bukan untuk dirinya, aku bukan air yang mampu menghilangkan dahaganya dengan cinta, aku bukan sesuap nasi yang mampu mengenyangkannya dengan kerinduan, dan aku bukan sebuah pakaian yang mampu bersamanya dalam kesetiaan.

Sending by Noor M.A
Thursday, February 5, 2009 1:31 PM

This was posted under category: Cerita Cinta, Cerita Pendek Tags: , , , ,

Sia Sia

Sunday, February 1, 2009 5:40 No Comments

Penghabisan kali itu kau datang
membawa karangan kembang
Mawar merah dan melati putih:
darah dan suci.
Kau tebarkan depanku
serta pandang yang memastikan: Untukmu.

Sudah itu kita sama termangu
Saling bertanya: Apakah ini?
Cinta? Keduanya tak mengerti.

Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri.

Ah! Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.

This was posted under category: Puisi Chairil Anwar Tags: , , ,

My Heart

Sunday, February 1, 2009 5:33 No Comments

The day of love requires a companion,
But I find myself at this time all alone.
Words of sweet affection fill the morning
Like bells outside the windows of my room.

I don’t know why I don’t have someone with me.
I’ve loved and been loved through the restless years.
The mysteries of love I hold within me
Are a darkness unrelieved by moon and stars.

And yet I feel more love than I have ever
Felt within the circle of a kiss.
Love need not be a passion or a fever,
Nor does it need a hand for its caress.

Love does not require a companion.
It doesn’t need an object or a home.
It flies above the ecstasy of morning
And fills the universe inside my room.

- Sholay -

This was posted under category: Love Poems Tags: , , , , ,

Choreography Blogs - BlogCatalog Blog DirectoryDirectory of Archaeology BlogsArts Blogs - Blog Rankings Visit blogadda.com to discover Indian blogsBlog Search, Blog Directory
Blog DirectoryPowered by Stats 21blogarama - the blog directoryCheck PageRankGoogle bot last visit powered by Gbotvisit.comYahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.comMsn bot last visit powered by ScriptmeAdd to Technorati Favorites
puisi, cinta, alam, milis, buma, bunga, matahari, sejuta, kasih, bebas, sastra, sastra nusantara, poem, sajak, syair, kata cinta, sejuta cinta, sejuta puisi, cerpen, cerita, cerita pendek, cerita panjang, cerbung, cerita bersambung, nusantara, sastra nusantara, pontianak, puisi pontianak, kalbar puisi, pantun, seni, seniman, cerita pendek, cerpen, cerita panjang, cerita bersambung, cerbung, cerita remaja, cerita dewasa, cerita orang tua, cerita dongeng, cerita anak, cerita indonesia, cerita melayu, cerita adat, puisi melayu, puisi malaysia, puisi negara, poem, puisi alam