Archive for March, 2009

Keyakinan

Sunday, March 29, 2009 7:13 No Comments

Sang Pembesar Jiwa merangkul semua manusia — umat yang percaya ataupun yang tidak. Ia hadir bagaikan lingkaran cahaya yang merambah ke semua orang dan apa pun yang sudah, menggapai selalu lebih jauh untuk meraih semua yang akan datang.

Dan kamu hanya bisa berharap apa yang masih belum kamu wujudkan

Tanpa keyakinan, kamu bagaikan sehelai bulu dihembus oleh angin, berkelana tanpa tujuan.

Tapi kalau kepercayaanmu terperangkap dalam keyakinanmu, kamu bagaikan seekor burung tersangkar yang bisa merentangkan sayap namun tidak bisa terbang bebas.

Walau kamu bisa menikmati kenyamanan dalam keyakinanmu, jiwamu akan berhenti berkembang dalam kungkungan.

Keyakinanmu hendaknya tidak menahanmu, tidak juga memisahkan atau mencerai-beraikan.

Jangan bangun sebuah perlindungan keyakinan; tetapi biarkan ia menjadi sebuah jalur berkilau yang beratap melengkung menuju wujud tak terhingga dalam dirimu.

Selengkapnya…

This was posted under category: Puisi Hajjar Gibran Tags: , , ,

Sirna Semua Harapan

Wednesday, March 25, 2009 2:44 2 Comments

Binasa..
Terkekang dalam jiwa..
Haru dalam duka..
Cinta telah tiada..

Rindu..
Dalam angan kelabu..
Terbenam belenggu..
Betapa mencintaimu..

Harapku telah sirna..
Impian pun telah binasa..
Hanya asa yang sia-sia..
Benamkan segala kenagan..

Cinta ku hanya sekali..
Tak pernah kembali..
Meski kunjung pergi..
Dirimu menghantui..

Kasih..
Percayalah..
Segalanya begitu indah..
Karna hatiku telah singgah..

Bukan aku juga dirinya..
Namun kau lah anugrah..

Kini semua telah hilang..
Badai menerjang..

Wednesday, March 25, 2009 9:10 AM
This was posted under category: Alunan Puisi, Puisi Harapan, Puisi Sedih Tags: , , , , ,

Malam ini penuh rindu..

Monday, March 23, 2009 13:55 1 Comment

belum saja aku tertidur

aku berbaring
mengulang cinta kembali
kurasuki rasa rindu
terbayang ingatanku
malam terakhir didekatmu
namun lelah memanggil kantuk
inginku menggugah mimpi
berharap pagi
datang menatap lagi
cinta suci
cinta yang lirih
tak harus memiliki
biarlah kan abadi
tertidur di hati
walau semua telah mati
(by:Sandy TheDreamer)
suryamencaridunya.blogspot.com
This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan Tags: , , , ,

Doaku untuk Pagi…..

Monday, March 23, 2009 13:52 Comments Off

saat pagi
menjelang hari
saat mentari
membias fajar

aku ingin
terlintas kata
terucap firman MU

wahai kekasih Sejati
Yang penuhi semesta
dengan cintamu

ucapkanlah dengan iradat MU
aku bagian kekasih MU
Ucapkanlah dengan iradat MU
aku bagian kerinduan MU
Ucapkanlah dengan iradat MU
kau dan aku satu
satu rasa, sirr, sifat,dan zat

yang tak terpisahkan
oleh apapun selamanya

by: sandythedreamer
(surya mencaridunya.blogspot.com)
This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan Tags: , , , , , ,

Gugur….

Monday, March 23, 2009 13:49 No Comments

Diam..
Dan dengarkan..
Daun berjatuhan..
Berguguran..

Rasakan..
Senja mulai hilang..
Terbenam dalam angan..
Mengenang semua kerinduan..

Katakan..
Ku mencintaimu kemudian..
Rinduku yang demikian..
Sanggupkah aku bertahan..

Siang..
Hingga malam menjelang..
Terbayang wajahmu perlahan..
Tak sanggup aku memandang..

Selengkapnya…

This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan Tags: , , , , , , , ,

Cinta Laki-Laki Biasa

Monday, March 23, 2009 13:45 1 Comment

Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.

Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.

Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.

Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!

Selengkapnya…

This was posted under category: Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Pendek Tags: , , , , ,

Choreography Blogs - BlogCatalog Blog DirectoryDirectory of Archaeology BlogsArts Blogs - Blog Rankings Visit blogadda.com to discover Indian blogsBlog Search, Blog Directory
Blog DirectoryPowered by Stats 21blogarama - the blog directoryCheck PageRankGoogle bot last visit powered by Gbotvisit.comYahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.comMsn bot last visit powered by ScriptmeAdd to Technorati Favorites
puisi, cinta, alam, milis, buma, bunga, matahari, sejuta, kasih, bebas, sastra, sastra nusantara, poem, sajak, syair, kata cinta, sejuta cinta, sejuta puisi, cerpen, cerita, cerita pendek, cerita panjang, cerbung, cerita bersambung, nusantara, sastra nusantara, pontianak, puisi pontianak, kalbar puisi, pantun, seni, seniman, cerita pendek, cerpen, cerita panjang, cerita bersambung, cerbung, cerita remaja, cerita dewasa, cerita orang tua, cerita dongeng, cerita anak, cerita indonesia, cerita melayu, cerita adat, puisi melayu, puisi malaysia, puisi negara, poem, puisi alam