2009   June | Sastra Nusantara

Getaran Jiwa

Posted on 27 June 2009 by (0) Comment

Judul: Getaran Jiwa
Oleh: Tri Ulan Taipe City

kepala tertunduk lesu
jiwa bergetar luluh pilu
air mata tak mampu terbendung
kala kusebut asmamu yang agung

yaaaaaa ……. alloh
mengapa baru teringat
seteleh semua terlanjur
mengaa baru tersadar
setelah semua hancur

terlalu jauh langkahkan kaki
pijak kenikmatan semu duniawi
tersenyum bangga
karena masih diatas segalanya
tak pernah tersadar
semua hanya sementara

yaaaaaa……..alloh
terangi jiwa yang dalam kegelapan
tuntun tangan-tangan rapuh ini
agar tak terulang
jatuh kelubang kenistaan
terima insafku
sebelum nafas diujung waktu

Incoming search terms:

  • sajak tobat

Categories: Alunan Puisi, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum, Sajak Syair



Untuk kamu

Posted on 23 June 2009 by (0) Comment

Judul: Untuk kamu
Oleh: Aruni Dyah Utami

Rindu itu selalu tumbuh menjalari seluruh tubuh,
bagai air yang selalu mengalir
hanya ia yang mengerti…
Lalu,

biarkanlah angin menyapu pasir
membawanya terbang bertemu awan
bersimpuh, menanti kening langit tak berkerut lagi,,
Lalu ia kehilangan cahaya surya,
berganti kelabu beku,
sampai kau menangis…
berteriak dan menghasilkan petir..
dan..

ketika tangis terasa tak berarti,
ia datang menghadiahkan mu.,
sebuah pelangi…

Incoming search terms:

  • cara siasati tanaman hias tidak busuk di musim hujan
  • makalah tentang perkecambahan cabai dengan pasir dan batu bata
  • pekecambahan cabai pd media batubata
  • puisi khairul anwar tentang gengaman pasir ditangan

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum



Blada Kapelaku

Posted on 23 June 2009 by (2) Comment

Judul: Balada Kapelaku
(bintang paling terang dalam susunan bintang auriga)
Karya: Mega Diza

Seperti Kemala, di kemit pekat
Rampas waktu sejenak,
Untuk melinangkan air mata.. .
Apakah harus menanti hujan ?
Agar bumi basah tuk sejenak saja.
Siasati kemauan rasa, rasa sakral yang tabu.
Lampion kecil terhempas ke pantai
Telacak pasir pantai, ombak menyapa perih.
“mengapa kau kejar sesuatu yang tak mungkin kau dapatkan?”
Lantunan harmoniku cukup mjenjawab smua teki2 alam.
Historisitas cinta dulu, hilang tanpa bukti
Intimasi karisma kusut masai
Keramat kasih maras sudah
Nostalgia itu amat pesam
Rasaku ramu jadi satu.
Daku dini tuk ditanya.

Incoming search terms:

  • puisi balada
  • puisi balada chairil anwar
  • contoh puisi balada karya chairil anwar
  • balada puisi
  • puisi tentang balada
  • puisi balada karya chairil anwar
  • puisi bertema balada
  • pengertian puisi balada
  • puisi-puisi balada
  • Tanaman penghijauan cebreng yg tahan kemarau ditengah kota

Categories: Puisi Malam, Puisi Sahabat, Sajak Syair



An Entrapment

Posted on 23 June 2009 by (0) Comment

Title: An Entrapment
By: Anthony Kolos

My love, I have tried with all my being
to grasp a form comparable to thine own,
but nothing seems worthy;

I know now why Shakespeare could not
compare his love to a summer’s day.
It would be a crime to denounce the beauty
of such a creature as thee,
to simply cast away the precision
God had placed in forging you.

Each facet of your being
whether it physical or spiritual
is an ensnarement
from which there is no release.
But I do not wish release.
I wish to stay entrapped forever.
With you for all eternity.
Our hearts, always as one.

Incoming search terms:

  • psi sayangku
  • puisi aku mencintaimu walau kita tak mungkin bersatu

Categories: Love Poems, Romantic Poem



A Special World

Posted on 23 June 2009 by (0) Comment

A special world for you and me
A special bond one cannot see
It wraps us up in its cocoon
And holds us fiercely in its womb.

Its fingers spread like fine spun gold
Gently nestling us to the fold
Like silken thread it holds us fast
Bonds like this are meant to last.

And though at times a thread may break
A new one forms in its wake
To bind us closer and keep us strong
In a special world, where we belong

Categories: Love Poems, Romantic Poem



Kartini dialah Ibuku

Posted on 18 June 2009 by (0) Comment

Judul: Kartini Dialah Ibuku
Oleh: Iwansteep

Di umurnya yang hampir genap 46 tahun beliau masih bergelut dengan jarum mesin dan benang jahit. Wajahnya sudah nampak berkerut dengan rambut panjang yang jarang terurus. Di atas mesin jahit itu dengan semangat membabi buta beliau terus mencari nafkah untuk kehidupan yang lebih baik katanya. Berapa kali beliau mengungkapkan itu kepadaku tapi tak terlalu ku gubris, bagiku ini adalah jalan yang terbaik yang telah Tuhan berikan untuk aku dan ibuku.

Ya…,mau gimana lagi, sosok suami yang seharusnya mendampinginya kini telah pergi demi cinta seorang pelacur. Kedua anaknya pun kini tak terlalu perduli dengan keadanya. Tinggallah aku dan dirinya menjalani hidup yang mungkin kelak bisa berubah. Mungkin..?

Incoming search terms:

  • pantun ra kartini
  • pantun r a kartini
  • kumpulan puisi r a kartini
  • cerita bersambung kartini
  • kumpulan puisi ra kartini
  • www kumpulan puisi untuk ra kartini com
  • pantun pendek berjudul kartini
  • pantun raden ajeng kartini
  • poetry ra kartini
  • makalah tentang perbedaan pertumbuhan tanaman bunga mawar yang disiram dengan air ledeng dan air beras

Categories: Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Remaja, Puisi Cinta, Puisi Umum, Sajak Cinta, Sajak Syair



Hatiku Padamu

Posted on 18 June 2009 by (5) Comment

Judul: Hatiku Padamu
Oleh: Lusiana

Kasih…
Andai kau tau
betapa besar cinta dan sayangku padamu
betapa tinggi hayalku bersamamu
betapa ku selalu menanti dirimu menunggu akan hadirmu

kasih…
ku mhohon…
mengertilah akan diriku
mengertilah akan semua inginku

kasih….
ku selalu berharap kau tak pernah lupa dengan semua janjimu kepadaku
karena disini ku selalu menanti semua janji-janji manismu itu

kasih….
semoga kau selalu bahagia dalam hidupmu
biarlah semua kesakitan hati ini ku rasakan sendiri
ku tak ingin buat derita dan beban hidupmu
ku bahagia bisa mencintaimu walau ku tau kita tak mungkin bersatu….

I LOVE YOU AND I MISS YOU FOREVER
M.F.R

Incoming search terms:

  • Andainya kau hatiku padamu
  • puisi putus asa cinta
  • puisi putus asa
  • puisi nakhkoda putus asa
  • puisi hatiku padamu
  • Puisi aku lemah tuhan
  • kumpulan puisi putus asa
  • kamut putus asa
  • kamut hapuskan rasa cintaku ya allah
  • kamut aku yang tersakiti

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Umum



Cermin Diri

Posted on 18 June 2009 by (0) Comment

Judul: Cermin Diri
Oleh: Iwansteep

Jika sifat Kalkulatif mutualisme
membuat kau jauh dariku..
Berarti pemahaman Induvidualismu
masih teramat dangkal..
aku benar-benar kecewa soal itu..

Percuma mulutku berbui sampai robek
Kau takkan pernah paham maksudku..

Dan jika Kulturalis masih mengikat kuat
Di dalam pikiranmu,
Sampai mampus pun kau tak kan
bisa terima aku..!!

Kau seperti kaum Ortodox yang selalu
Ingin menepatkan Egomu
Di atas altar penyembahan itu..

Slalu ingin di sanjung
Seperti anak kecil yang di colok
Permen kemulutnya..

Jika Egomu di perolok,
Mukamu merah menyala bagai api..!!
Dasar manusia Ortodox..!!

Incoming search terms:

  • puisi kesal
  • kesal puisi
  • pantun cermin diri
  • puisi cermin diri
  • puisi cerminan diri
  • puisi kesel
  • puisi kkesal

Categories: Puisi Sahabat, Puisi Umum



Sutradara

Posted on 18 June 2009 by (0) Comment

Judul: Sutradara
Oleh: Iwanstee

Akulah Tuhan di dalam tulisanku..
Aku bisa menciptakan apa saja disana..!!!
Seperti rasa, bentuk, sifat, warna dan gerak…
Aku bisa buat kau menangis dalam tulisanku,
Bisa buat kau tertawa,tersenyum,marah,sedih,
Jengkel, benci, muak dan seribu rasa abstrak lainnya..
Aku bisa menghilangkan nyawamu dengan mudah,
Membuat kau menderita selamanya,
Bahkan menjadi figuran dalam cerita itu.
“Karna aku adalah Tuhan dalam tulisanku…!!”
Aku bisa lakukan itu karna Aku
Yang menciptakanmu
dan kau adalah ciptaanKu.
Aku lah Ego di di dalam peranmu..
Dan peranmu hanya untuk Puaskan rasa Imajinasiku..
Tak perlu berkelit,
Apa yang ku berikan kepadamu adalah
Yang terbaik untukmu…
Paham….!!!!

Categories: Puisi Umum, Sajak Syair



Bunga Hati

Posted on 4 June 2009 by (0) Comment

Judul: Bunga Hati
Oleh: TRI ULAN TAIPEI CITY

dikegelapan malam
sepercik bias kasih memancar
walau jauh samar-samar
cahaya kashimu
mampu membuat teduh hati luluh
telah sirami bersemi bunga yang layu

merenda mimpi
hiasi pelangi hati
derita nestapa
bergulir bahagia
tetep genggam tangan ini
tuk ukir bunga hati

terima kasih tuhan
masih engkau beri kesempatan
hidupkan cinta yang telah lama mati

Incoming search terms:

  • puisi bunga hati
  • sajak untuk bunga hati

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum