Judul: Getaran Jiwa
Oleh: Tri Ulan Taipe City
kepala tertunduk lesu
jiwa bergetar luluh pilu
air mata tak mampu terbendung
kala kusebut asmamu yang agung
yaaaaaa ……. alloh
mengapa baru teringat
seteleh semua terlanjur
mengaa baru tersadar
setelah semua hancur
terlalu jauh langkahkan kaki
pijak kenikmatan semu duniawi
tersenyum bangga
karena masih diatas segalanya
tak pernah tersadar
semua hanya sementara
yaaaaaa……..alloh
terangi jiwa yang dalam kegelapan
tuntun tangan-tangan rapuh ini
agar tak terulang
jatuh kelubang kenistaan
terima insafku
sebelum nafas diujung waktu
Incoming Search
puisi insaf,
puisi duniawi,
puisi getaran jiwa,
sajak getaran jiwa,
puis getaran hati,
puisi getaran,
puisi getaran hati
Categories: Alunan Puisi, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum, Sajak Syair
Judul: Untuk kamu
Oleh: Aruni Dyah Utami
Rindu itu selalu tumbuh menjalari seluruh tubuh,
bagai air yang selalu mengalir
hanya ia yang mengerti…
Lalu,
biarkanlah angin menyapu pasir
membawanya terbang bertemu awan
bersimpuh, menanti kening langit tak berkerut lagi,,
Lalu ia kehilangan cahaya surya,
berganti kelabu beku,
sampai kau menangis…
berteriak dan menghasilkan petir..
dan..
ketika tangis terasa tak berarti,
ia datang menghadiahkan mu.,
sebuah pelangi…
Incoming Search
puisi balada anak jalanan,
puisi islami tentang cinta dan luka tahun 2000
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum
Judul: Balada Kapelaku
(bintang paling terang dalam susunan bintang auriga)
Karya: Mega Diza
Seperti Kemala, di kemit pekat
Rampas waktu sejenak,
Untuk melinangkan air mata.. .
Apakah harus menanti hujan ?
Agar bumi basah tuk sejenak saja.
Siasati kemauan rasa, rasa sakral yang tabu.
Lampion kecil terhempas ke pantai
Telacak pasir pantai, ombak menyapa perih.
“mengapa kau kejar sesuatu yang tak mungkin kau dapatkan?”
Lantunan harmoniku cukup mjenjawab smua teki2 alam.
Historisitas cinta dulu, hilang tanpa bukti
Intimasi karisma kusut masai
Keramat kasih maras sudah
Nostalgia itu amat pesam
Rasaku ramu jadi satu.
Daku dini tuk ditanya.
Incoming Search
puisi balada,
kumpulan puisi balada,
contoh puisi balada,
puisi balada chairil anwar,
puisi hujan malam,
BALADA PUISI,
contoh puisi himne,
contoh puisi balada karya chairil anwar,
puisi balada karya chairil anwar,
puisi balada cinta,
contoh puisi balada chairil anwar,
puisi belada,
puisi tentang balada,
puisi ballada,
puisi blada,
puisi himne,
puisi balada \,
puisis balada,
puisi balada adalah,
puisi bentuk balada
Categories: Puisi Malam, Puisi Sahabat, Sajak Syair
Title: An Entrapment
By: Anthony Kolos
My love, I have tried with all my being
to grasp a form comparable to thine own,
but nothing seems worthy;
I know now why Shakespeare could not
compare his love to a summer’s day.
It would be a crime to denounce the beauty
of such a creature as thee,
to simply cast away the precision
God had placed in forging you.
Each facet of your being
whether it physical or spiritual
is an ensnarement
from which there is no release.
But I do not wish release.
I wish to stay entrapped forever.
With you for all eternity.
Our hearts, always as one.
Categories: Love Poems, Romantic Poem
A special world for you and me
A special bond one cannot see
It wraps us up in its cocoon
And holds us fiercely in its womb.
Its fingers spread like fine spun gold
Gently nestling us to the fold
Like silken thread it holds us fast
Bonds like this are meant to last.
And though at times a thread may break
A new one forms in its wake
To bind us closer and keep us strong
In a special world, where we belong
Categories: Love Poems, Romantic Poem