2009   September | Puisi Nusantara

Keparat Penhianat

Posted on 14 September 2009 by (1) Comment

Judul: Keparat Penhianat
Oleh: Adi Sukma Nugraha

Aku merasakan mati di setiap ciuman.
Setiap matahari terbenam tampaknya menjadi hidup terakhir untukku.
Aku sedang mabuk pada air matamu.
Setiap kali kita bersentuhan ku merasa lebih dekat ke surga.

Tapi pada setiap matahari terbit cintaku terkhianati.
Kini aku bersembunyi di parit hitam.
Sementara musim panas terbunuh oleh musim gugur.
Kematian melayani anggur untuk pecinta.

Aku tahu bahwa kau takut,dan aku tahu kau sudah kehabisan kepercayaan.
Kau hanya berharap aku sudah mati.
Sebab dalam keceriaanmu,tersimpan kemurkaan dariku.

Aku tahu itu dan aku merasakan semua itu.
Semua ini seperti kutukan,Aku hanya dapat bernapas memudar.
Dan berlari hanya untuk tertangkap.

Aku jatuh untuk aib
Aku diperbudak tinta penghianatan,dan dengan lembut diperkosa oleh cahaya siang.

Incoming Search

puisi keparat,sajak tentang keparat,Ketika cinta ku terkhianati,puisi hati yang telah terkhianati,Puisi permata hati

Categories: Alunan Puisi



PERMATA BIRU

Posted on 14 September 2009 by (0) Comment

Judul: PERMATA BIRU
Oleh: Elsuwyt4

Sore saat memandangmu
bersama mentari disampingku.terenyuh hatiku
mencari hatiku yang hilang.bersama awan hitam
Badai mengantarku mendatangimu
‘tuk menyatakan isi hatiku. Meski malu.
Kau jawab dengan malu dan senyum manis,
Nyaman ragaku saat itu.
Wahai Permata Biruku,warnamu agung seperti hatimu.
Ingin kupeluk skali lagi.arti hidup ini

dr elsuwyta

Incoming Search

arti permata biru,puisi peluk,Makna permata biru,puisi untuk buah hatiku di surga

Categories: Alunan Puisi



Objection

Posted on 14 September 2009 by (0) Comment

Judul: Objection
Oleh: Portgas D

I would rather have had…
her touch..
her kiss..
her perfect eyes…
and the warmth through her eyes..
Than life it self
an objection that i can’t deny
an absolute feeling..
No heaven at all
Just you….
I never raise this felt
but i never stopped loving you

Categories: Alunan Puisi



DIA MEMBUKA LUKAKU KEMBALI

Posted on 14 September 2009 by (0) Comment

Oleh: LAELI

dia… yang telah membuka lukaku kembali.
akankah sama..selalu seperti ini?
untuk esok
yang ku harap tak lagi ada kemarau
tak lagi sepi
dan bukan lagi tangis ini…
dia..sungguh telah membuka lukaku kembali
sama
seperti
belumnya
dengan terbata, ku tulis doa dalam hati
tertatih, aku berjalan menghampiri bahagia itu
karena dia
telah membuka lukaku kembali

Incoming Search

puisi lukaku,puisi Luka ku,lukaku puisi,puisi kebahagiaan karena dia telah kembali,puisi ku ingin bahagia tuhan,puisi luka yang telah dia berikan

Categories: Alunan Puisi



Cinta Platonik

Posted on 14 September 2009 by (0) Comment

Lembut senja itu masih terasa hangat aku rasakan, hingga aku lupa malam telah mengganti wajah hari. Masih dapat aku rasakan suaramu disini, suara yang selalu berdengung di dinding yang mulai retak dan merapuh ini. Kau datang atas nama cinta, kaupun datang penuh dengan segala misterimu. Hingga aku lupa tuk selalu berpijak di alas bumi…perlahan aku mulai mengambang dan seakan terbang. Aku mulai mabuk kepayang dengan segala elokmu yang kau sebarkan di ladang hatiku yang luas membentang.

Kita memang pernah punya kisah dalam irama rupa-rupa.
Aku tak ingin lagi memimpikanmu,meski rindu ini mengutukku.
Dan akupun tak lagi memujamu,meski rembulan tenggelam di wajahmu.
Biarkan saja sekumpulan hari esok berbisik-bisik tentang kita yang tak juga saling mengikat.

Biarlah malam ini aku tertawa dan menangis sendiri,

karena aku tak butuh suara-suara misterimu….

Incoming Search

contoh puisi platonik,puisi platonik,contoh puisi subjektif,contoh puisi patonik,kumpulan puisi platonik,Menjelang hari H Nania masih sulit mengungkapkan alas an kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu,puisi platonik dan contohnya

Categories: Alunan Puisi