Posted on 26 October 2009 by
admin
Judul: Dalam kegelapan malam..
Oleh: Rahmat Halim
Dalam kegelapan malam..
Kumendengar gemericik air yang menenangkan jiwa
Membentuk sebuah simponi alam dalam kegelapan
Seperti memainkan lagu sendu
Diantara kekosongan hatiku
Dalam kegelapan malam ..
Kurindukan mentari dengan cahayanya yang sombong
Merasuk masuk kedalam jendela kaca
Mengirimkan sinyalnya akan datangnya pagi
Menghentikan alur dari mimpi indah tentangmu
Dalam kegelapan malam..
Kumainkan jemariku pada sebuah gitar tua
Diiringi angin yang bersiul diantara hamparan rumput kering
Bersama nyanyian jangkrik yang begitu sempurna
Lalu dari situ kubuat sebuah bait lagu indah tentangmu
Dalam kegelapan malam..
Kumenatap ribuan bintang
Dengan sinarnya yang begitu indah
Yang menari diantara cahaya bulan separuh purnama
Membuatku teringat akan senyumanmu
Yang terus membayangi di alam sadarku
Didalam kegelapan malam..
Kutermangu dibuai mimpi
Mimpi akan datangnya seorang bidadari
Lalu menyapaku dengan senyumannya yang suci
Dan membawaku terbang jauh ke dasar hati
Membebaskan diriku dari segala rasa sepi
puisi malam, syair malam, puisi cinta, syair cinta, sajak cinta, sajak malam, puisi malam
Incoming search terms:
- puisi kegelapan
- syair kegelapan
- syair bebas
- puisi kegelapan malam
- puisi kegelapan jiwa
- puisi cahaya di kegelapan malam
- syair untuk orang tua
- syair orang tua
- dalam kegelapan
- puisi tentang kegelapan
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum, Sajak Cinta, Sajak Syair
Posted on 26 October 2009 by
admin
Judul: Cinta yang Tak Nyata
Oleh: “Noor M.A”
Telanjang kaki ini menapaki terjalnya bukit hatimu..
Kau memandangiku seolah mendorongku tuk terus melangkah..
Menghadang dalam perjalanan penuh duri dan paku..
Hingga bulat tekadku tak henti menyerah..
Namun kau tau hari itu..
Sedetik terluput oleh gundah dalam ragu..
Langkahku mulai terhenti..
Tak sampai niatan hati kala ini..
Seseorang tlah menantimu tuk temani hari-harinya..
Jaga dia dengan segenap cinta yang tiada tara..
Akulah bayang-bayang kasih sayang yang tak nyata..
puisi cinta, sajak cinta, syair cinta, cinta tak nyata, cinta semu cinta penantian
Incoming search terms:
- Kata cinta selingkuh di malam hari
- Kata_kata syair puisi penantian
- puisi gundah cinta
- sair cinta gunda
- sajak malam gundah
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih
Posted on 15 October 2009 by
admin
Judul: Kedewasaan
Oleh: “John MN. Darkun”
sebagaimana segala yang tumbuh
engkaupun akan berkembang seiring perjalanan sang waktu
engkau akan tumbuh dalam pertumbuhanmu dengan tanpa kau sadari
sebab pergerakan matahari dan hari yang kau jejaki
tidaklah kau mengerti
dan engkah hanya dapat merasakannya
ketika engkau merasa aneh terhadap dirimu
ketika masa lalu menjadi tawa hari ini
dan ketika masa depan menjadi tujuan kehidupan
saat itu kau akan lebih bijak dalam bersikap, dalam mengambil dan memutuskan tindakan
sebab engkau telah tumbuh dewasa
syair, syair cinta, syair kasih, syair sayang, sajak cinta, sajak kasih, sajak sayang, pengalaman
Incoming search terms:
- syair bijak
- Puisi kedewasaan
- syair kedewasaan
- Syair syair bijak
- syair kasih
- Kedewasaan puisi
- Puisi romantis kedewasaan
- puisi pengalaman hari kartini
- puisi kedewasaan-smp
- syair syair hari kartini
Categories: Puisi Cinta, Sajak Cinta, Sajak Syair
Posted on 15 October 2009 by
admin
Judul: Kau bukan Aku
Oleh: “nayla nuha”
Kamu bukan aku
Rasaku bukan juga rasamu
pikiranku bukanlah pikiranmu
aku bukan kamu
yang setiap saat
bisa mendapat cinta
kamu bukan aku
yang selalu setia
menanti cita
aku bukan kamu
tak selalu berucap
tapi bukan dari hati
kamu bukan aku
yang selalu
memaknai rasa segenap jiwa
kau bukan cerminku
aku bukan lautmu
Puisi engkau, puisi aku, puisi cinta, puisi setia, puisi penantian, puisi cermin, puisi laut, puisi alam
Incoming search terms:
Categories: Alunan Puisi, Friendship Poems, Love Poems, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Sajak Cinta, Sajak Syair
Posted on 15 October 2009 by
admin
Judul: 30 Hari Yang Lalu
Oleh: “Ayudha Setiawan Soedarmono”
tiga puluh hari yang lalu
di kotamu yang bisu, aku mencarimu
tiga puluh hari yang lalu
sikapmu membisu, sesatkan aku
kelam menuntunku
Sebelum tiga puluh hari yang lalu
kau masih mengucap sayang padaku
membelai hangat malamku
Sebelum tiga puluh hari yang lalu
kau masih menjadi milikku
temaniku mengigau hingga pagi
dan kini dari tiga puluh hari yang lalu
hampir satu purnama aku menunggumu
dan kini dari tiga puluh hari yang lalu
kau sudah bersama kekasihmu yang baru
menangis sendiri….
seperti tiga puluh hari yang lalu,
di kotamu yang menyembunyikanmu
tiga puluh hari yang lalu
aku, ahh !!!…
sudahlah, baiknya aku merobek bayangmu ( meski tak juga mampu )
puisi putus, puisi cinta, puisi sedih, puisi ingkar, puisi menunggu, puisi malam, puisi kelam, puisi hampa, puisi selingkuh, puisi pendusta
Incoming search terms:
- puisi selingkuh
- puisi cinta untuk selingkuhan
- puisi selingkuhan
- puisi putus cinta di selingkuhi
- puisi pendusta
- puisi putus selingkuhan
- sajak selingkuh malam minggu
- Syair pendusta
- puisicinta untukb selingkuhan
- puisi tentang kehidupan yang tidak adil
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih
Posted on 15 October 2009 by
admin
Judul: EGO
Oleh: “Rizky Anggreini”
Pagi ini kulihat senyum mu,
setelah berapa minggu kita diam dan diam…
Akupun membalas senyum mu,
tapi, hambar…
Padahal dulu senyum mu lah yang paling kutunggu…
yang membuat getaran dihati ini,
yang membuat hatiku bergetar hebat…
Kini apalah arti senyum mu,
buat hati ku yang terlanjur membeku…
Ku ingin mengembalikan semuanya seperti dulu,
tapi lagi lagi kesal ku telah membeku…
Tak ingin kah kau jelaskan semuanya ?
haruskah aku yang memulainya ?
Karna ku yakin engkau pun bingung dengan keadaan yang ini…
Aku ingin menjelaskan semuanya
tapi hatiku terlanjur sakit hingga lidah ku pun kelu…
SAyang ku…
Aku memang egois, mengutamakan sakit ku dan mengabaikan rasa sayangku padamu…
Dan sakitku juga bukan karna mu,
tapi mungkin juga salah mu…
Sampai kapan kita bertahan,
sampai kapan kita diam,
sampai kapan aku bisa menahan ?
cinta, syair hambar, syair menunggu, syair ego, syair mausia, syair sayang, syair harapan, syair diam
Incoming search terms:
- syair harapan
- syair menunggu
- syair harapan cinta
- egois puisi
- syair puisi egois
- syair jalan harapan
- sastra hambar
- sair harapan
- puisi tentang keegoisan cinta
- puisi egoisku
Categories: Sajak Cinta, Sajak Syair
Posted on 15 October 2009 by
admin
Judul: Saat yang kita lewati, menjadi kenangan
Oleh: “Rizky Anggreini”
Ingatkah kamu setiap sudut yang pernah kita lewati,
dengan canda, dengan tawa, kebersamaan yang selalu kurindukan…
setiap sudut itu jugalah yang selalu mengingatkan ku padamu…
tempat kita menghabiskan waktu dengan cerita, dengan sedikit tawa, bahkan obrolan serius tentang masa depan….
ooow aku merindukan semuanya…
Setiap kali ku lewati jalan itu, pagi dan sore,
saat itulah rinduku begitu menyesak…
setiap hari ku lewati tempat kita makan waktu itu,
tempat paling pojok dibawah pohon itu,
tempat itu juga lah yang mengingatkan ku padamu…
cerita, ketawa, saling mengejek, tiba-tiba diam, melanjutkan cerita…
kini semuanya jadi begitu berarti, tak seperti saat itu, tak pernah berpikir kalau aku bakal merindukan saat-saat itu…
Senyum mu yang menggoda, tawa mu yang renyah, candaan mu yang buat ku kesal, dan banyak hal yang kita sukai hampir sama…….
hooooo betapa berarti kenangan itu, sekarang…saat semua itu tlah menjadi kenangan
sajak, sajak rindu, sajak kangen, sajak gembira, sajak canda, sajak cinta, sajak menunggu
Incoming search terms:
- puisi pendek kangen
- sajak pagi hari
- sajak kangen
- sajak kesal
- sajak gembira
- candaan yg ga bikin garing
- puisi pendek canda
- puisi bergambar anak jalanan
- merindukan saat bahagia
- lewati kenangan
Categories: Sajak Cinta, Sajak Syair
Posted on 12 October 2009 by
admin
Judul: Ilusi
From: “Mocopat”
Kubiarkan cintaku terus berkelana dlm mimpi
dari pd tak sangup memiliki meski dalam ilusi
andai tak bs dalam nyata dlm tidurpun jadi
takkan kubiarkan cintamu berduka
karna suatu saat nanti kesetiaanku kan berbunga harum bersama cintamu
itu pasti!!!
Karna aku yakin dunia ini adil…
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum
Posted on 12 October 2009 by
admin
Judul: Puisi Kehidupan
From: “Rahmat Halim”
Guratan nasib terukir di dalam sebuah lembaran
Sunyi, senyap, sedih, silih bergantian
Menghiasi hari seperti mengolok
Membuka sisi kelam di sebuah kehidupan
Tak punya arti jiwa ini tercipta
Berkelumit dengan indahnya dunia fana
Tertawa terbahak melihatnya
Tangisan rintih jiwa menjalaninya
Kemanakah jiwa harus pergi
Meninggalkan hari-hari yang sepi
Menjalani hidup yang lebih berarti
Mengusir rasa sedih yang ada di hati
Tuk menjadi hamba yang lebih diberkati
Cinta datang membawa arti tenang
jiwa hilang telah kembali pulang
kenangan kelam tersibak oleh cahaya terang
seakan surga yang tiba-tiba datang
mimpi…
Apakah semua itu buah dari sebuah mimpi
apakah semua yang telah kulalui ini hanya sebuah ilusi
mimpikah jiwa yang ingin mempunyai arti
oh, sungguh pantaskah meratapi sebuah mimpi
Kekosongan yang belum sempat dijalani
Namun akhirnya satu hal yang hamba sadari
Jiwa dicipta bukan untuk bermimpi, jiwa dicipta untuk mengejar mimpi
Membuat sebuah ilusi mempunyai arti
Sampai datang panggilan ILLAHI
Incoming search terms:
- puitis kehidupan
- puisi buat anak
- puisi untuk anak tersayang
- puisi untuk anakku tersayang
- syair kehidupan
- puisi buat anak tersayang
- puisi kehidupan sedih
- PUISI BUAT SEORANG ANAK
- puisi tentang kehidupan sehari-hari
- puisi anak tema pendidikan
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum, Sajak Syair
Posted on 12 October 2009 by
admin
Judul: Rindu
From: “Mohammad Agus”
telah lama kita berpisah
namun masih teringat
senyum terakhir
yang kau beri padaku
telah lama rasa
rindu ini kupendam
tanpa seorangpun tau
hidupku ini terasa hampa
meski kau jauh
tinggalkan aku disana
namun masih tersimpan
namamu dilubuk hati yang paling dalam
tuhan…!!!
pertemukan kami kembali
walau dalam mimpi
tersa bahagia hati ini
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Puisi Umum