2009   October | Puisi Nusantara

Egois

Posted on 15 October 2009 by (0) Comment

Judul: EGO
Oleh: “Rizky Anggreini”

Pagi ini kulihat senyum mu,
setelah berapa minggu kita diam dan diam…
Akupun membalas senyum mu,
tapi, hambar…
Padahal dulu senyum mu lah yang paling kutunggu…
yang membuat getaran dihati ini,
yang membuat hatiku bergetar hebat…
Kini apalah arti senyum mu,
buat hati ku yang terlanjur membeku…
Ku ingin mengembalikan semuanya seperti dulu,
tapi lagi lagi kesal ku telah membeku…
Tak ingin kah kau jelaskan semuanya ?
haruskah aku yang memulainya ?
Karna ku yakin engkau pun bingung dengan keadaan yang ini…
Aku ingin menjelaskan semuanya
tapi hatiku terlanjur sakit hingga lidah ku pun kelu…
SAyang ku…
Aku memang egois, mengutamakan sakit ku dan mengabaikan rasa sayangku padamu…
Dan sakitku juga bukan karna mu,
tapi mungkin juga salah mu…
Sampai kapan kita bertahan,
sampai kapan kita diam,
sampai kapan aku bisa menahan ?

cinta, syair hambar, syair menunggu, syair ego, syair mausia, syair sayang, syair harapan, syair diam

Incoming Search

Syair harapan,puisi egois,syair menunggu,syair diam,syair tentang harapan,puisi egois mu,puisi keegoisan,kumpulan puisi egois,syair egois,mutiara kata haruskah ku merelakanmu,puisi aku egois,puisi tentang egois,kumpulan puisi tentang keegoisan,syair puisi menunggumu,sair ]harapan,sajak egois,syai bianglala,Syai waktu senja,syair dan puisi egois,www syair harapan waktu com

Categories: Sajak Cinta, Sajak Syair



Saat yang kita lewati, menjadi kenangan

Posted on 15 October 2009 by (0) Comment

Judul: Saat yang kita lewati, menjadi kenangan
Oleh: “Rizky Anggreini”

Ingatkah kamu setiap sudut yang pernah kita lewati,
dengan canda, dengan tawa, kebersamaan yang selalu kurindukan…
setiap sudut itu jugalah yang selalu mengingatkan ku padamu…
tempat kita menghabiskan waktu dengan cerita, dengan sedikit tawa, bahkan obrolan serius tentang masa depan….
ooow aku merindukan semuanya…
Setiap kali ku lewati jalan itu, pagi dan sore,
saat itulah rinduku begitu menyesak…
setiap hari ku lewati tempat kita makan waktu itu,
tempat paling pojok dibawah pohon itu,
tempat itu juga lah yang mengingatkan ku padamu…
cerita, ketawa, saling mengejek, tiba-tiba diam, melanjutkan cerita…
kini semuanya jadi begitu berarti, tak seperti saat itu, tak pernah berpikir kalau aku bakal merindukan saat-saat itu…
Senyum mu yang menggoda, tawa mu yang renyah, candaan mu yang buat ku kesal, dan banyak hal yang kita sukai hampir sama…….
hooooo betapa berarti kenangan itu, sekarang…saat semua itu tlah menjadi kenangan

sajak, sajak rindu, sajak kangen, sajak gembira, sajak canda, sajak cinta, sajak menunggu

Incoming Search

sajak pagi hari,sajak gembira,sajak kangen,sajak kesal,sajak di pagi hari,sajak dipagi hari,sajak canda,puisi saat gembira,puisi pagi hari,sajakmenunggu,sajak sebel,sajak menunggu pagi,sajak Kangen kekasih,sajak penuh makna,sajak hati pagi hari,sajak hati di pagi hari,Cerita candaan atau tawa,sajak dipagihari,puisi puisi gembira,puisi kesal menunggu

Categories: Sajak Cinta, Sajak Syair



Dalam Kegelapan Malam

Posted on 12 October 2009 by (1) Comment

Judul: Dalam Kegelapan Malam
Oleh: POP

Dalam kegelapan malam..
Kumendengar gemericik air yang menenangkan jiwa
Membentuk sebuah simponi alam dalam kegelapan
Seperti memainkan lagu sendu
Diantara kekosongan hatiku

Dalam kegelapan malam ..
Kurindukan mentari dengan cahayanya yang sombong
Merasuk masuk kedalam jendela kaca
Mengirimkan sinyalnya akan datangnya pagi
Menghentikan alur dari mimpi indah tentangmu

Dalam kegelapan malam..
Kumainkan jemariku pada sebuah gitar tua
Diiringi angin yang bersiul diantara hamparan rumput kering
Bersama nyanyian jangkrik yang begitu sempurna
Lalu dari situ kubuat sebuah bait lagu indah tentangmu

Dalam kegelapan malam..
Kumenatap ribuan bintang
Dengan sinarnya yang begitu indah
Yang menari diantara cahaya bulan separuh purnama
Membuatku teringat akan senyumanmu
Yang terus membayangi di alam sadarku

Didalam kegelapan malam..
Kutermangu dibuai mimpi
Mimpi akan datangnya seorang bidadari
Lalu menyapaku dengan senyumannya yang suci
Dan membawaku terbang jauh ke dasar hati
Membebaskan diriku dari segala rasa sepi

Incoming Search

puisi kegelapan malam,talibun enam berikat,puisi kegelapan,contoh talibun 6 berikat,puisi jemari,gambar kerusakan Busuk Lunak Bakteri (Bacterial Soft Rot),contoh talibun enam berikat,talibun 6 berikat,puisi cahaya kegelapan,puisi kegelapan 2011,talibun 8 berikat,talibun kemerdekaan,cahaya kegelapan puisi,puisi ibu kartini minimal 3 bait,kumpulan puisi kegelapan,koleksi tetranychus pdf 2009,identifikasi penyakit pada tanaman buah cabe yang busuk,gambar telur larva pupa dan imago pada ulat grayak,contoh talibun kemerdekaan,TIPE MULUT HAMA PENGGIGIT/PENGUNYAH SERTA GEJALA SERANGANNYA

Categories: Alunan Puisi, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian



Ilusi

Posted on 12 October 2009 by (0) Comment

Judul: Ilusi
From: “Mocopat”

Kubiarkan cintaku terus berkelana dlm mimpi
dari pd tak sangup memiliki meski dalam ilusi
andai tak bs dalam nyata dlm tidurpun jadi
takkan kubiarkan cintamu berduka
karna suatu saat nanti kesetiaanku kan berbunga harum bersama cintamu
itu pasti!!!
Karna aku yakin dunia ini adil…

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum



Puisi Kehidupan

Posted on 12 October 2009 by (3) Comment

Judul: Puisi Kehidupan
From: “Rahmat Halim

Guratan nasib terukir di dalam sebuah lembaran
Sunyi, senyap, sedih, silih bergantian
Menghiasi hari seperti mengolok
Membuka sisi kelam di sebuah kehidupan

Tak punya arti jiwa ini tercipta
Berkelumit dengan indahnya dunia fana
Tertawa terbahak melihatnya
Tangisan rintih jiwa menjalaninya

Kemanakah jiwa harus pergi
Meninggalkan hari-hari yang sepi
Menjalani hidup yang lebih berarti
Mengusir rasa sedih yang ada di hati
Tuk menjadi hamba yang lebih diberkati

Cinta datang membawa arti tenang
jiwa hilang telah kembali pulang
kenangan kelam tersibak oleh cahaya terang
seakan surga yang tiba-tiba datang

mimpi…
Apakah semua itu buah dari sebuah mimpi
apakah semua yang telah kulalui ini hanya sebuah ilusi
mimpikah jiwa yang ingin mempunyai arti

oh, sungguh pantaskah meratapi sebuah mimpi
Kekosongan yang belum sempat dijalani

Namun akhirnya satu hal yang hamba sadari
Jiwa dicipta bukan untuk bermimpi, jiwa dicipta untuk mengejar mimpi
Membuat sebuah ilusi mempunyai arti
Sampai datang panggilan ILLAHI

Incoming Search

puitis kehidupan,puisi kehidupan,syair kehidupan,syair puisi kehidupan,contoh syair kehidupan,puisi syair kehidupan,syair-syair kehidupan,kumpulan syair kehidupan,syair kehidupan kelam,puisi kehidupan kelam,puisi indah nya dunia,kumpulan puisi kelam,kehidupan puisi,puisi hidup yang diberkati,puisi persahabatan yang telah merelakanmu,puisi sedih anak perantauan,puisi khidupan,Puisi merelakanmu,puisi sedih perantauan,puisi merelakanmu pergi

Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum, Sajak Syair