Posted on 28 November 2009 by
admin
Judul: Menanti Datangnya Sepasang Angsa
Oleh: KARJAS_SOEK
AKU MELIHAT BUNGA SEROJA
BERTABURAN DALAM RIAM
MENGHIASI SEPANJANG ALIRAN
SUNGAI DIMALAM REBAH
SUNYI SENYAP DITERPA ANGIN
MENGHEMBUSKAN KISAH KASIH SEPASANG ANGSA
DISINI DIANTARA SEROJA
JEJAK ADU KKASIH KEDUANYA
NAMUN..
WAKTUPUN TAK BISA DITUNGGU
DAAN TAK ADA YANG BISA
MELAWAN YANG SATU
KEMUDIAN….
TITIK2 HUJAN MULAI TURUN
SEPASANG ANGSA MUYUNG
MENANTIKNA LANGIT TEDUH PENUH
SEMENTARA SEROJA MURUNG,BASAH KUYUP
MENANTIKAN SEPASANG ANGSA DIDEKATNYA…..
Incoming search terms:
- puisi hewan
- puisi tentang hewan
- puisi tentang binatang
- contoh puisi hewan
- contoh puisi binatang
- kumpulan puisi hewan
- contoh Puisi tentang Hewan
- contoh puisi tema binatang
- puisi untuk hewan
- puisi tentang hewan dan bunga
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Umum
Posted on 28 November 2009 by
admin
Judul: Terhanyut dalam Sepi
Oleh: Kerjas_Soek
LONCENG BERBUNYI, AKU PERGI
PUKUL SEPULUH LAMANYA AKU DISANA
DIUJUNG UTARA DARI KELASKU
BUKU-BUKU BERJEJER MENANTIKAN STIAP MATA
JEMARIKU MULAI MENGAPIT SYAIR2 YANG DIBUKUKAN…..
AKU MELIHAT MULAI MERASA
AKU MEMBACA MULAI TERLENA
AKU MENDALAMI MULAI SSEPI
SUNGGUH AKU TERHANYUT DALAM BUAIAN KATA2 GUNING……
SELURUH ORGAN TUBUHKU TERLELAP DALAM KEINDAHAN PUITISME….
WAKTU KEMUDIAN
WAKTU YANG TAK DIIMPIKAN
AKU MULAI MASUK DALAM PASUNGAN
FISKA, MTK, KIMIA DATANG
HATI SEPI MULAI TERBUANG…..
Incoming search terms:
- puisi hanyut
- puisi sepi sendiri
- puisi tentang hanyut
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih
Posted on 28 November 2009 by
admin
Judul: Lagu Wanita Sepi
Oleh: KARJAS_SOEK
Pagi dini menabur sep
seorang wanita sendiri
duduk termangu ditepi
sawah bertumpukkan jerami
sementara sang surya masih sipit
burung-burungpun pelit bernyanyi
apalagi tak ada setitik embun pagi ini
pagi ini memang benar-benar sepi
hanya angin yang meringis
menghembuskan nafas sendu seorang wanita
aku yang duduk terpaku
memangku sebuah gitar tua sang ksatria
kuhirup hembusan itu
kuayunkan nada-nada dari gitar itu
ku tembangkan sebuah lagu syahdu
lagu yang akan membuat mu rindu pada dirimu
rindu pada bayanganmu dulu
……………………..
MERINDUKANMU
Incoming search terms:
- bawang putih pengusir kepinding
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih
Posted on 26 November 2009 by
admin
Judul: Pandangan Hati
Oleh: Toya
waktu berhenti, darah tak mengalir, jantung terdiam…
namun hati seolah menerima cahaya cinta..
begitu perasaanku melihat dia…
rambut lurus membelah alam sadarku…
hitam mata menghisap pandanganku padanya…
bibir manis bagai madu yang memberi rasa dilidahku…
gelap gulita seakan hilang saatku melihat wajahmu…
badan, hati, pikiran, jiwa
seakan mendorongku untuk mendekatinya
ingin mendekapnya lembut
memberi perlindungan dan kasih sayang seumur hidupku
ku ingin mencium bibirnya
menghidupkan suasana malam suci ini
di temani bulan yang menyinari dunia ini
sungguh
cinta datang dan pergi tanpa diduga
TAGS: puisi cinta, puisi pdkt, puisi awal, puisi mencintai
Incoming search terms:
- Puisi pdkt
- puisi pedekate
- mencium bibirnya
- puisi bulan yang suci
- puisi cinta ke pdkt
- puisi pdkte
- puitis pdkt
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat
Posted on 26 November 2009 by
admin
Judul: Bapakku Pahlawan
Oleh: Mishbah
aku adalah seorang anak pahlawan
Bapakku dulu berjuang membela negara
mempertahankan bendera merah putih
berkibar diatas tiang bambu kuning didepan rumah
tujuh pelor panas menembus dada bapakku
bendera tetap berkibar walau tersiram darah bapakku
tiang bambu kuning tetap berdiri walau bapak mati terkapar
sekarang aku tak mendengar orang mati membela negara
bendera merah putih masih berkibar
walau hanya setahun sekali, didepan rumah
aku tidak bisa seperti bapak
mengorbankan nyawa demi bendera
karena jiwaku mati kaku
bangsaku kini sudah merdeka
tidak ada penjajah, menjajah bangsaku
sekarang penjajah tidak seperti dulu
angkat senjata, tembak bapakku
kini penjajah, menjadi jiwa bangsaku
rasa nasionalisme terbuang jauh
terbungkus rapi tak ketara
penjajah jiwa merebut bangsaku
hingga jatuh tersungkur tak punya malu
kadang kalah aku terjajah
karena aku bukan bapakku punya jiwa merah putih
demi bendera bapakku mati
demi perut bangsaku mati
lindas sana lindas sini
biarpun bangsa, bangsa sendiri
asal aku tidak mati
tinggal kita apa bisa seperti bapakku
punya jiwa merah putih
merah yang berani, demi bangsa dan negara
putih yang suci, demi kebenaran dan keadilan
kapan aku punya jiwa seperti bapakku
walau sedikit akan menjadi bukit
hingga aku benar-benar anak seorang pahlawan
TAGS: pahlawan, puisi pahlawan, puisi nasional, puisi patriot, puisi penjajah, puisi di jajah, puisi pengorbanan, puisi indonesia
Incoming search terms:
- puisi pahlawan nasional
- puisi bertema karya bangsaku
- puisi penjajahan
- puisi anak anak tema karya bangsaku
- kumpulan puisi pahlawan
- puisi anak tema karya bangsaku
- puisi pendek pahlawan
- puisi karya hamka
- puisi pembelaan negara
- kumpulan puisi nasionalis
Categories: Puisi Harapan, Puisi Pahlawan, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 26 November 2009 by
admin
Judul: Dunia Gelap
Oleh: Nie Cawa
Kutertidur tapi kusadar
Bukan mimpi tapi kenyataan
Perih…Pahit ku rasa……….
Menyenagkan bila tak terasa
Tertawa,tersenyum untuk menutup luka
Ooh sungguh
Dunia terasa gelap saat ku rasa
Beban berat hidup ini sangatlah nyata
Kebohongan serta sandiwara
Menjadi satu dalam rasa
Aku lelah bukan menyerah
Perih..sesak di dada
Tapi…..apalah daya,aku tak bisa mengalah
Nasibku memang begini adanya
Menahan sakit,sampai jiwa terasa tak ada
Kurus,kering …
Walau tak kena siksa
Sesak..Sesak ..rintihku
Melihat derita hidup keluargaku
Walaupun terang,tapi terasa gelap
Aku harus sanggup untuk berkata
Aku bisa..aku bisa…agar mereka terlihat terang
Untuk Dunia
TAGS: Puisi lelah, puisi menyerah, puisi mampu, puisi terang, puisi perih, puisi sedih, puisi sesak, puisi tangis
Incoming search terms:
- puisi kebohongan
- puisi tentang kebohongan
- puisi dunia gelap
- puisi lelah hidup
- puisi sesak
- puisi sesak dada
- puisi ooh dunia mlm ku
- puisi sesak di dada
- hidup yang lelah puisi
- puisi tak bisa ku menahan tangis
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Sahabat, Puisi Sedih
Posted on 26 November 2009 by
admin
Judul: Apa yang kita cari
Oleh: Rizky Anggreini
Apa sebenarnya yang kita cari,
berkutat pada kebohongan ?
mengenyampingkan perasaan ?
Kita terus ikuti alur,
dari satu kebohongan ke kebohongan yang lain,
dan masing-masing kita tidak sadar bahwa kita tlah memulai tuk saling menyakiti…
Apa yang kita cari,
aku ingin mengakhiri semuanya,
mungkin akulah yang memulainya,
Aku sayang kamu, sayang…
tapi mengapa kita harus mempertahankan kebohongan ?
TAGS: puisi pencarian, puisi akhir, puisi kebohongan, puisi menyakiti, puisi ingkar
Incoming search terms:
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Umum
Posted on 19 November 2009 by
admin
Judul: Memori 17
Oleh: “chieky”
17 tahun yg lalu,
aku pergi meninggalkanmu,
untuk mencari arah jalan hidup
cinta dan kehidupan
dgn ucapan2 yang terlewat dan terabaikan
sebebelum 17 thn yg lalu
canda tawa selalu ada
mengisi ruang2 kelas yg kini berganti suasana
celoteh ringan menghiasi dindingnya
tenggelam kelam kala amarah guru menggema
ketika 17 thn yg lalu
rindu, kasih, sayang, cinta yg mulai tumbuh
membawa kita menjadi kenangan
yg menjadi sejarah yg tak terlupakan dalam perjalanan hidup
setelah 17 thn yg lalu
Tuhan….
berikan kami kesempatan untuk bertemu
utk ucapkan maaf yg terabaikan
utk ucapkan terima kasih yg terlewatkan
dan lindungi kami untuk selalu menjaga amanah Mu.
hingga akhirnya waktu akan berlalu
Tags: puisi pencarian, puisi hidup, puisi canda, puisi tawa, puisi rindu, puisi cinta, puisi kasih, puisi sayang
Incoming search terms:
- puisi terima kasih cikgu
- puisi terima kasih guru
- puisi untuk guru - habiburrahman
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Puisi Semangat
Posted on 19 November 2009 by
admin
Judul: Air Mata
Oleh: Angga
Dimana air mata
Di sana ada duka
Namun tidak semua
Air mata
Berakhir dengan duka
Lihat di sana
Seorang bunda
Menangis tertawa
Melihat anaknya
Selamat dari jeram dunia
Lantas benarkah selama ini kau bicara
Air mata
Selalu berakhir duka?
Tags: puisi cinta, puisi duka, puisi tangis, puisi air mata
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum
Posted on 19 November 2009 by
admin
Judul: Suara Dari Jiwa
Oleh “Anggarian Andisetya”
Aku berontak
Aku teriak
Namun suara dari jiwa
Begitu erat membelenggu dada
Ku coba menerjang, meradang
Ku coba menentang, merajang
Namun langit begitu pekat
Dan angin teramat sarat
Meninju langkah
Membunuh asa
Hingga aku
Tak bisa lari dari keluhku
Kini
Di langit tersungging mentari
Namun bukan mentari yang kuingini
Mentari kini
Tak lagi menatap merata
Wajahnya timpang ke utara
Pada tuan – tuan kaya
Yang congkak di atas beranda
Aku hanya bisa meratap
Senyap
Meresap segala cemar yang berkibar
Tak adakah duka usai akhirnya?
Tags: puisi jiwa, suara jiwa, puisi langkah, puisi alam, puisi harta, puisi sombong, puisi congkak
Incoming search terms:
- puisi alam bersajak
- puisi jawa kasmaran
- kupetik senar gitar
- pantun jawa menyedihkan
- puisi jowo kasmaran
- puisi kasmaran jowo
- sajak jiwa
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Umum