Judul: Dunia Gelap
Oleh: Nie Cawa
Kutertidur tapi kusadar
Bukan mimpi tapi kenyataan
Perih…Pahit ku rasa……….
Menyenagkan bila tak terasa
Tertawa,tersenyum untuk menutup luka
Ooh sungguh
Dunia terasa gelap saat ku rasa
Beban berat hidup ini sangatlah nyata
Kebohongan serta sandiwara
Menjadi satu dalam rasa
Aku lelah bukan menyerah
Perih..sesak di dada
Tapi…..apalah daya,aku tak bisa mengalah
Nasibku memang begini adanya
Menahan sakit,sampai jiwa terasa tak ada
Kurus,kering …
Walau tak kena siksa
Sesak..Sesak ..rintihku
Melihat derita hidup keluargaku
Walaupun terang,tapi terasa gelap
Aku harus sanggup untuk berkata
Aku bisa..aku bisa…agar mereka terlihat terang
Untuk Dunia
TAGS: Puisi lelah, puisi menyerah, puisi mampu, puisi terang, puisi perih, puisi sedih, puisi sesak, puisi tangis
Incoming Search
puisi sesak,
puisi derita hidup,
puisi kenyataan pahit,
puisi lelah hidup,
puisi penderitaan hidup,
Puisi dunia gelap,
puisi aku lelah dengan hidup ini,
puisi lelah kehidupan,
puisi lelah dengan kehidupan,
puisi perihnya kehidupan,
puisi lelah dalam hidup,
puisi pendek perihnya mencari rizki,
puisi pendek penderitaan hidup,
puisi pendek kesengsaraan,
puisi menyerah,
puisi menyerah atau lelah,
puisi menyerah lelah,
puisi pendek bohong,
puisi pahit dan perih,
puisi pendek tentang kehidupan di dunia
Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Sahabat, Puisi Sedih
Judul: Apa yang kita cari
Oleh: Rizky Anggreini
Apa sebenarnya yang kita cari,
berkutat pada kebohongan ?
mengenyampingkan perasaan ?
Kita terus ikuti alur,
dari satu kebohongan ke kebohongan yang lain,
dan masing-masing kita tidak sadar bahwa kita tlah memulai tuk saling menyakiti…
Apa yang kita cari,
aku ingin mengakhiri semuanya,
mungkin akulah yang memulainya,
Aku sayang kamu, sayang…
tapi mengapa kita harus mempertahankan kebohongan ?
TAGS: puisi pencarian, puisi akhir, puisi kebohongan, puisi menyakiti, puisi ingkar
Incoming Search
puisi kebohongan,
puisi ingkar,
aku tak mengira jika perasaanmu begitu halus puisi romantis,
kamut kebohongan,
kamut langkah kaki,
puisi maaf sahabat kutelah menyakiti perasaanmu,
puisi tentang kebohongan
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Umum
Judul: Memori 17
Oleh: “chieky”
17 tahun yg lalu,
aku pergi meninggalkanmu,
untuk mencari arah jalan hidup
cinta dan kehidupan
dgn ucapan2 yang terlewat dan terabaikan
sebebelum 17 thn yg lalu
canda tawa selalu ada
mengisi ruang2 kelas yg kini berganti suasana
celoteh ringan menghiasi dindingnya
tenggelam kelam kala amarah guru menggema
ketika 17 thn yg lalu
rindu, kasih, sayang, cinta yg mulai tumbuh
membawa kita menjadi kenangan
yg menjadi sejarah yg tak terlupakan dalam perjalanan hidup
setelah 17 thn yg lalu
Tuhan….
berikan kami kesempatan untuk bertemu
utk ucapkan maaf yg terabaikan
utk ucapkan terima kasih yg terlewatkan
dan lindungi kami untuk selalu menjaga amanah Mu.
hingga akhirnya waktu akan berlalu
Tags: puisi pencarian, puisi hidup, puisi canda, puisi tawa, puisi rindu, puisi cinta, puisi kasih, puisi sayang
Incoming Search
puisi terima kasih guruku,
contoh puisi terima kasih,
aruni dyah utami,
puisi aku yang terlupakan,
puisi ttg rindu yg terabaikan,
puisi terimakasih untuk guru,
Puisi terimakasih sayangku,
puisi terima kasih untuk dosen,
puisi terima kasih dosen,
puisi rindu buat guru,
puisi maaf untuk terakhir kalinya,
puisi cinta untuk guru pria,
puisi berterima kasih pada guru,
kuympulan puisi terimakasih untuk guru,
kumpulan puisi kasih sayang pada guru,
contoh puisi kasih sayang untuk guru,
puisi untuk si kaya sombong
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Puisi Semangat
Judul: Air Mata
Oleh: Angga
Dimana air mata
Di sana ada duka
Namun tidak semua
Air mata
Berakhir dengan duka
Lihat di sana
Seorang bunda
Menangis tertawa
Melihat anaknya
Selamat dari jeram dunia
Lantas benarkah selama ini kau bicara
Air mata
Selalu berakhir duka?
Tags: puisi cinta, puisi duka, puisi tangis, puisi air mata
Incoming Search
syair cinta sejati bersajak aaaa
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum
Judul: Suara Dari Jiwa
Oleh “Anggarian Andisetya”
Aku berontak
Aku teriak
Namun suara dari jiwa
Begitu erat membelenggu dada
Ku coba menerjang, meradang
Ku coba menentang, merajang
Namun langit begitu pekat
Dan angin teramat sarat
Meninju langkah
Membunuh asa
Hingga aku
Tak bisa lari dari keluhku
Kini
Di langit tersungging mentari
Namun bukan mentari yang kuingini
Mentari kini
Tak lagi menatap merata
Wajahnya timpang ke utara
Pada tuan – tuan kaya
Yang congkak di atas beranda
Aku hanya bisa meratap
Senyap
Meresap segala cemar yang berkibar
Tak adakah duka usai akhirnya?
Tags: puisi jiwa, suara jiwa, puisi langkah, puisi alam, puisi harta, puisi sombong, puisi congkak
Incoming Search
puisi berontak,
puisi getaran jiwa,
puisi sombong,
puisi harta,
puisi inginku memelukmu,
puisi jiwa,
puisi kehidupan yang sombong,
Puisi langkah,
Puisi tema suara
Categories: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Umum