2010   January | Puisi Nusantara

Perjalanan

Posted on 27 January 2010 by (0) Comment

tetap setia dengan apa yang ku pegang dalam perjalanan ini,
telah menjadi kunci bagi ku,
untuk terus tegar,
ku kan slalu mengingat semuanya.

apakah betul,
semua yang ku jalani ini.
berkat hancurnya hidupku,
dalam 16 tahun lalu,

berawal dari perpisahan mereka,
ku jalani tanpa beban,
namun,
dengan segudang tanya
muncul di benakku,
satu tanya yang ku jawab sendiri,
tanpa mengharap kritik
dan anggapan dari yang lain.
“SIAPA yang salah dalam kehidupan ku ini?”

Incoming Search

puisi panjang,puisi tegar,puisi panjang tentang kehidupan,puisi panjang tentang alam,cara untuk menjadi kuat dan tegar,puisi sadarku,puisi semangat dan tegar,puisi tegar menghadapi cobaan,puisi tegar menjalani kehidupan,puisi tegar tanpamu,puisi tentang tegar dalam menjalani hidup,puisi tetap semangat walau tertatih-tatih,puisiku tegar,puisisemangat menjalani hidup,roda kehidupan puisi,sajak keteguhan hati,puisi sadar ku,puisi rintihan hidup,Puisi rintihan hati menjalani hidup,puisi akan tetap kuat dan tegar

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan



Mentari Kecil

Posted on 27 January 2010 by (0) Comment

aku bukanlah benalu,…
yang hanya bisa tumbuh dan hidup
dari kehidupan “tumbuhan” lain
mengganggu dan merugikan “tumbuhan” itu

bukan pula ku layaknya hama
yang hanya bisa merusak “tumbuhan” orang lain
yang dapat dihancurkan kapan saja
ketika sang pemilik “tumbuhan” menemui titik kebencian

bukan pula q layaknya pungguk yang merindukan rembulan
berharap dapat q rasakan
keindahan akan sinarnya,…
disaat musim penghujan

tp q ingin menjadi mentari kecil
senantiasa pancarkan sinaran
berikan kehidupan pada setiap insan
senyuman senantiasa aku lemparkan
pertanda bahagia dengan kehidupan “tumbuhan” itu
juga kebahagiaan setiap insan…

Incoming Search

puisi tumbuhan,Contoh puisi tumbuhan,puisi alam hutan,puisi matahari dan tumbuhan,puisi kehidupan alam,jenis tumbuhan yang merugikan,puisi keindaan alam,puisi kecil q,puisi harapan cinta dan alam,puisi bertema tanaman dan tumbuhan,anggarian andisetya puisi alam,puisi tentang alam,puisi tentang alam atau lingkungan yang bersajak,puisi tentang alam bersajak,puisi tentang alam yang bersajak,puisi tentang tumbuhan dan alam,pupuk cair yang mengandung co2 buat tanaman moss,puisi bersajak tentang matahari,puisi berontak,puisi alam nusantara

Categories: Alunan Puisi, Alunan Sajak, Cerita Islami, Cerita Sahabat, Kumpulan Pantun, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Malam



Alone

Posted on 24 January 2010 by (5) Comment

Judul: Alone
Oleh: “Achmad Dzoelay”

Hari demi hari kucoba melupakannya,
Tapi semuanya itu percuma.
Ku coba untuk menghapus kenangannya,
Tapi jawabannya tetap sama.

Apa yang harus ku lakukan?,
Jika dia tak bisa ku lupakan.
Apa yang harus ku korbankan?,
Demi melupakan dirinya seorang.

Aku hanya manusia biasa,
Yang tak akan pernah bisa mencinta.
Aku hanya sebuah bayang-bayang,
Yang tak akan pernah bisa untuk menyayang.

Kini aku pun mulai menyadari,
Aku hanya lelaki yang tak tahu diri.
Kini aku pun mulai merasa,
Aku memang lelaki yang tak pantas mencinta.

Incoming Search

puisi pengorbanan,puisi tentang pengorbanan,kumpulan puisi pengorbanan,Puisi pengorbanan seorang pahlawan,pengorbanan Puisi,contoh puisi pengorbanan seorang pahlawan,puisi tentang pengorbanan seorang pahlawan,puisi pengorbanan pahlawan,puisi alone,contoh puisi pengorbanan,kumpulan puisi tentang pengorbanan,judul puisi pengorbanan pahlawan,puisi judul pengorbanan seorang pahlawan,kumpulan puisi bertema pengorbanan,puisi pengorbanan seorang pahlawn,puisi bertema pengorbanan,puisi pengorbanan pahlawan 5B,puisi pengorbanan untuk negara,puisi pengorbanan pahlawan indonesia,puisi pngorbanan

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih



Rindu Kebebasan

Posted on 24 January 2010 by (0) Comment

Judul: Rindu Kebebasan
Oleh: “abigailroodee”

Aku rindu pada kebebasan,
Rinduku terpatri padanya…
Laksana sang anak rindu akan ibunya.

Tatkala bisikan dedaunan dan angin,
Mengumandangkan adagium kebebasan,
Aku rindu dan semakin rindu padanya.

Karena,
Aku tlahpun melihat, dan mencari tahu…
Tentang penindasan, penjajahan, dan pembodohan,
Oleh…penguasa negeri ini!

Incoming Search

puisi penindasan,puisi tentang penindasan,Kata penindasan,puisi pembodohan,sajak penindasan,cerpen penindasan,puisi bertema penindasan,puisi penguasa,puisi pembodohan cinta,puisi penindasan cinta,puisi tentang penindasan penjajah,puisi yang bertema kebebasan,sajak bertemakan kebebasan,sajak penindasan penjajah,Sang penyair pembodohan cinta,cerpen bertema penindasan perempuan,puisi negeri ini,cerpen tentang penindasan,contoh puisi negeri,coretanrindukebebasan

Categories: Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum



hiduplah dengan mataku

Posted on 24 January 2010 by (4) Comment

Judul: hiduplah dengan mataku
Oleh: “adhi”

“Aku ingin banget lihat indahnya dunia ini, dan melihat wajah seorang malaikat yang selalu menemani aku di !”
Ucap syanta dengan penuh harapan
“malikat…..?”
Tanya adhi bingung,
“ia malaikat, kamu itu seperti seorang malikat dhi, yang selalu menemani dan menjaga ku”
“kamu bisa aja syanta….”
“dhi, kenapa sih kamu mau menemani aku ?”
“karna aku sayang banget sama kamu dan aku ga mau terjadi apa-apa sama kamu”
Ucap adhi tulus sambil memegang telapak tangan kiri syanta,
“Sayang,,,,! Kamu sayang sama aku, bukannya kamu hanya kasihan dengan seorang gadis buta seperti aku ?”
“kenapa kamu bicara seperti itu, jadi kamu meragukan perasaan ku ?”
“bukanya aku meragukan dhi, mana ada sih seseorang yang ingin punya kekasih tunanetra, itu hanya dapat membuat ………..”
Belum selesai bicara syanta memutuskan kata-katanya
“membuat apa ?”
Syanta hanya terdiam sejenak,
“aku menyayangi kamu dengan tulus syanta, bukan karna aku kasihan dengan kamu, jadi buanglah keraguan kamu itu. Aku ingin menjadi kekasih yang selalu menjaga dan menemani kamu syanta”
“maafin aku dhi aku ga bisa menjadi kekasih kamu, kamu lebih pantas dengan wanita normal bukan seperti aku”
“kenapa kamu bicara seperti itu syanta ? aku ingin kamu bicara jujur bagaimana perasaan kamu selama ini sama aku ?”
“sudahlah dhi, ga ada sedikitpun perasaan aku untuk kamu, aku selama ini hanya mengganggap kamu sebagai teman !”
“kamu bohong syanta, kamu bohong………..!!!”
Teriak adhi dengan sedih dan ia segera berlari pergi dari hadapan syanta dengan membawa kehancuran di hatinya, syanta hanya terdiam dan merenung atas semua apa yang telah dikatakannya pada adhi. Dalam hatinya syanta berkata “maafin aku dhi, aku telah membohongi perasaan aku sebenarnya aku sayang sama kamu tapi aku tidak ingin menyusahkan kamu semoga kamu mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku”
Ternyata syanta juga memendam perasaan dengan adhi, terpaksa ia mengorbankan cintanya hanya karna ketidak sempurnaan dirinya, namun apa yang di lakukannya itu justru membuat dua hati menjadi hancur.

***

Incoming Search

puisi berharap kau kembali,kata kata kesel,kata kata kesel sama seseorang,ucapan malam minggu,kata-kata kesel,kata kesel,kata kata ingin punya pacar,puisi ku ingin kau kembali,puisi aku sayang kamu,cerita pendek q tak ingin punya teman,puisi berharap seseorang,kata kepalsuan cinta,puisi berharap kau kembali padaku,kumpulan puisi berharap kau kembali,kumpulan kata kesel hati,puisi ingin punya pacar,kata kata kesel sama pacar,puisi malam minggu cuma kesel,kata kata lagi kesel,hiduplah dengan mataku

Categories: Cerita Bersambung, Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja, Cerita Sahabat, Sebuah Cerita