2010   January | Puisi Nusantara

Kau Terindah

Posted on 16 January 2010 by (1) Comment

Judul: Kau Terindah
Oleh: Ibeh

sapaan lembut dari celah bibir merahmu
membuat hatiku lapang
tak ada lagi bimbang dalam
air mata yang berkubang
awalnya sudut mataku tlah berkunang-kunang
bersiap menetaskan semua penat dalam derita panjang
tapi kau hadir hapus semua lara
seolah jiwa takkan lagi merana
bagaimana bisa kulupakan semua
sedang kau terlalu berharga
walau lonceng perpisahan tlah berdentang
memaksa kita tuk pisah
tapi aku tetap disini
karena kau yang terindah
yang terindah

Incoming Search

puisi keseimbangan,puisi kau terindah,puisi berjudul kau terindah,puisi cinta sudut mata

Categories: Puisi Cinta, Puisi Malam, Puisi Sahabat



Replika Diorama Terbaptis

Posted on 16 January 2010 by (1) Comment

Judul: Replika Diorama Terbaptis
Oleh: Derrik Hudaya

Kala para birokrat berdebat tentang kemakmuran rakyat.
Ribuan budak tak henti di telanjangi mesin industri milik cukong tak bermartabat.
Penat mendera mereka, para pengabdi…
Habis diperas, dihisap, demi kebutuhan industri.

Sementara itu, dibalik awan, cukong laknat itu terbahak-bahak
Mendekap peti harta keringat para budak dengan tamak
Inilah kesaksian para penghuni jiwa
Dikala malaikat kabarkan duka…
dan Iblis leluasa menghuni Surga…

Incoming Search

Puisi harta,puisi tamak,puisi martabat,puisi harta dan surga,Puisi penantian di rantau,puisi rintihan jiwaku,puisi tentang tamak,www puisimerantau com

Categories: Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Semangat, Puisi Umum



RINTIHAN HATI

Posted on 15 January 2010 by (2) Comment

Judul: RINTIHAN HATI
Oleh: “TRI ULAN TAIPEI CITY

kala sepi menyayat hati
kelelahan jiwa menemani
tertatih-tatih langkahkan kaki
pijak jalan kehidupan penuh duri
raih mimpi tak bertepi
gapai cinta tak pernah bermakna

senandungkan kidung asmara
urai dalam bait-bait derita
debur ombak kehidupan
hantam karang keteguhan hati
mencoba tegarkan jiwa
dari cerita cinta penuh luka

ku akui begitu banyak cinta
yang datang dan pergi
tapi tak satupun cinta yang mampu
menyemaikan segala rasa dikalbu
yang telah gersang dan mengering
walau bibir selalu tersenyum
tapi hati menangis pilu
dihimpit dilema yang membelenggu
jangan cintai………
karena tak pantas untuk dicintai
jangan sayangi……..
karena tak pantas untuk disayayangi
jangan berharap……..
karena tak pantas untuk diharap
biarlah semua berjalan
mengikuti alur roda kehidupan
biarlah semua berlalu mengikuti
kehendak yang MAHA TAHU

Incoming Search

puisi rintihan hati,puisi keteguhan hati,rintihan hati,puisi menyayat hati,Syair menyayat hati,puisi keteguhan cinta,Puisi Rintihan,puisi cinta rintihan hati,puisi tak pantas,kumpulan puisi rintihan hati,puisi-senyum dalam sedih,puisi keteguhan jiwa,puisi senyum dalam sedih,puisi luka karena wanita,Sair yang menyayat hati,puisi tak pantas dicintai,puisi rintihan jiwa,puisi pilu menyayat hati,rintihan hati puisi,puisi rintihan perempuan

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Puisi Umum



kepergian 2 bidadari

Posted on 15 January 2010 by (0) Comment

Judul: kepergian 2 bidadari
Oleh: “netherland

gelap malam di kepergian ke 2 bidadariku..
Aq tidak sangkah secepat itu …
Dirimu meninggalkan diriku di dunia fanah ini…
Aq binggung ini benar apa salah …
Aq terjebak pergaulan bebas…
semenjak kepergian ke 2 bidadariku…

tiada lagi yang mau mendengar ceritaku…
Tiada lagi seperti dirimu ke 2 bidadariku…
Tempatku curhat ,
Tempatku mengadu ,
Tempatku bermanja ,

tapi walau pun tiada lagi dirimu disisiku….
tetap sesalu ada dalam raga dan jiwaku..
UNTUK DIRIMU KE 2 BIDADARIKU….
I MISS YOU ….
I LOVE YOU…
I NEED YOU…

Incoming Search

Contoh talibun 6 berikat,koleksi koleksi talibun nusantara,Puisi cinta - kasih tak sampai di hidupku,Talibun enam berikat yang mengacu syarat-syarat talibun

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Islami, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Puisi Umum



Penerimaan

Posted on 6 January 2010 by (0) Comment

Judul: Penerimaan
Oleh: al-Umam Ibn Ubaidil Akbar

‘Ku tatapkan mata hatiku pada penjuru waktu
‘Ku lampiaskan tanya jiwaku pada yang kujumpai
Ada apa dalam getar hatiku ?
Bila bertemu satu angan yang terbayang
ada rasa kian meronta, hendak mencari penawar hati.
Akankah getar hatiku membawa asa ?. Dimana … ?
Karena asaku adalah hidupnya jiwaku.

Langkah demi langkah ayunan hatiku berpijak,
menelusuri gugusan masa hidupku ;
‘Ku rasakan getar-getar penuh misteri,
- seperti jalur seorang musafir,
menyusuri jalan berpasir .. berkerikil .., kadang berbatu.

Perjuangan,
Laskar cinta di medan sunyi
angan menggapai namun tiada membekas
hampa sebuah raihan kandas dalam bidikan,
sebuah perang sunyi di belantara gundahnya hati.

.. cinta kugapai, tiada kudapat,
rinduku …, ‘bak peluru tiada bermusuh.
Kini laskar cinta kesunyian di medan laga,
kutatap – sepertinya …
perang ini sebuah perjalanan panjang.

Haruskah ‘ku lalui seorang diri,
atau diam termenung berteman kalut
sehingga asaku habis merenungi penjuru waktu
yang hanya terpena di hati.

Haruskah ‘ku lalui seorang diri … ?

Incoming Search

puisibahagia bertemu sahabat,rasa ini takkan pernah tergantikan

Categories: Alunan Puisi, Alunan Sajak