Dedes
DEDES
Oleh : Suhariyadi
Dedes! Engkaukah itu yang mengintip dari balik jendela kamarku. Malam begitu dingin dan sepi. Angin membawa embun, melembabkan malam. Tak seorang pun yang mau melewati malam ini. Tapi kenapa engkau benamkan tubuhmu dalam suasana seperti itu. Adakah yang mengusik pikiranmu? Adakah yang mengotori perasaanmu? Masuklah kalau engkau mau berbagi atau sekedar menghangatkan badan dan memenuhi kehausanmu. Aku, Arok yang selalu melihat cahaya di betismu. Itu adalah tanda bahwa takdir akan menyatukan kita untuk meraih ambisi dan cita-cita. Tak perlu ragu. Aku tahu apa yang mesti aku perbuat. Aku tahu apa yang mesti aku lakukan. Sudah ada jalan membentang di depan dan rakyat berjajar sepanjang jalan, mengelu-elukan rajanya yang telah tiba. Tak kau lihatkah semua itu? Tidakkah kau rasakan gemuruh perasaan kita untuk berpaut. Gemuruh suara-suara gaib yang mendorong kita untuk berjalan di sepanjang jalan itu.
Incoming Search
puisi tentang bunga,puisi cinta bahasa jawa,puisi pohon,kumpulan puisi bahasa jawa,puisi kebohongan,puisi buat anak,Puisi cinta dalam bahasa jawa,puisi jawa cinta,puisi panas,Puisi jujur,puisi ulang tahun untuk anak,puisi keadaan alam,puisi ulang tahun anak,puisi bahasa jawa tentang alam,puisi malam hari,puisi ulang tahun buat anak,puisi meraih cita-cita,puisi ulang tahun pernikahan,puisi tahun 20 an,puisi tentang alam yang indahCategories: Cerita Bersambung, Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja
