30 Hari Yang Lalu | Puisi Nusantara

30 Hari Yang Lalu

Post: 15 October 2009 Oleh: (1) Comment

Judul: 30 Hari Yang Lalu
Oleh: “Ayudha Setiawan Soedarmono

tiga puluh hari yang lalu
di kotamu yang bisu, aku mencarimu
tiga puluh hari yang lalu
sikapmu membisu, sesatkan aku
kelam menuntunku

Sebelum tiga puluh hari yang lalu
kau masih mengucap sayang padaku
membelai hangat malamku
Sebelum tiga puluh hari yang lalu
kau masih menjadi milikku
temaniku mengigau hingga pagi

dan kini dari tiga puluh hari yang lalu
hampir satu purnama aku menunggumu
dan kini dari tiga puluh hari yang lalu
kau sudah bersama kekasihmu yang baru

menangis sendiri….
seperti tiga puluh hari yang lalu,
di kotamu yang menyembunyikanmu

tiga puluh hari yang lalu
aku, ahh !!!…
sudahlah, baiknya aku merobek bayangmu ( meski tak juga mampu )

puisi putus, puisi cinta, puisi sedih, puisi ingkar, puisi menunggu, puisi malam, puisi kelam, puisi hampa, puisi selingkuh, puisi pendusta

Incoming Search

puisi selingkuh,puisi selingkuhan,puisi jadi selingkuhan,puisi PENDUSta,puisi cinta untuk selingkuhan,puisi tentang selingkuh,puisi kau pendusta,puisiselingkuh,sajak selingkuh,puisi selinkuh,puisi bertema selingkuh,puisi selingkuh bermajs,puisi tentang pendusta,puisi kamu selingkuh,puisi mengapa kamu selingkuh,pusis kamuselingkuh,kamut selingkuhan,Puisi kau menusukku dengan durimu,puisi menjadi selingkuhan,PUISI PENDUSTA INTA

Categories: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih


 

If You Like This Post, Share it With Your Friends & Peers

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
rss feed bookmar
   

One Comment to “30 Hari Yang Lalu”

  1. Ullie says:

    Kepalsuan emg sangat menyakitkan…

Leave your comment here: