Abacadabra Kita Ngumpet…
Abacadabra kita tiarap
Karena tak ada janji peluru itu bukan untuk kita
Abacadabra kita ngumpet
Karena kata merdeka masih dalam perdebatan
Abacadabra kita masuk liang-liang gelap
Karena tak ada siapa-siapa yang menjamin apa-apa
Abacadabra kita mabuk
Karena setiap ingatan terlalu menusuk
Tuhan – kamu jangan tertawa
Nyawa kami tak hilang, hanya ketlingsut entah di mana
Dengarkan tetap puja keperkasaanMu
Dalam kekaguman kami kepada diri kami sendiri
Yang tetap bisa hidup tanpa hak bicara dan peluang untuk berbagi
Tidakkah kamu terharu menyaksikan kepengecutan kami?
Dan mungkinkah kamu mengutuk rasa takut dalam jiwa kami
Sedangkan ketakutan adalah anugerahmu sendiri?
Abacadabra otak kita bercanggih-canggih mengembara
Berebut tema-tema yang tak ada hubungannya dengan apa-apa
Abacadabra kita berjoget
Karena sisa rahmatmyu yang bisa dinikmati hanyalah situasi lupa
Abacadabra kita meniup-niup balon kosong
Abacadabra kita menggelembungkan takhayul agama dan kesenian
Abacadabra kita bercumbu dengan gincu ilmu omong kosong
Abacadabra jangan sampai kita siuman dari kekosongan
Abacadabra apa yang mengganggu ketentraman? Ialah kebenaran
Abacadabra apa yang merusak tatanan? Ialah keadilan
Abacadabra apa puncak kejahatan? Namanya kebebasan
1994
Ainun Nadjib, Emha. 1994 (Cet. Ke-1). Abacadabra Kita Ngumpet…. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya bekerjasama dengan Komunitas Pak Kanjeng. Hal. 3—4.
Incoming Search
syair tentang kekaguman terhadap alam,syair kekaguman alam,pantun tentang kekaguman alam,syair kekaguman,syair tentang kekaguman alam,contoh syair kekaguman terhadap alam,puisi kekaguman keindahan alam,Syair tema kekaguman,puisi kekaguman pada alam,puisi cut nyakdin,bangsa rhoeadales,Pantun kekaguman keindahan alam,pantun kekaguman,ciri ciri rhoeadales (brassicales),contoh makalah tentang pengalengan rambutan,contoh pantun keindahan alam,contoh puisi bertema kekaguman alam,contoh syair kekaguman kepada alam,hama sekunder ulat tritip (plutella maculipennis),kumpulan syair tentang kekagumanCategories: Alunan Sajak, Emha Ainun Nadjib, Sajak Syair







No Comment to “Abacadabra Kita Ngumpet…”