Balada Tangis Sasmita
Judul: Balada Tangis Sasmita
Oleh: Muhamad Hilman
Apa yang membuatmu tersedu
Sasmita
Pada barisan keringat
Kau cuatkan kebencian
Padahal lautan air mata
Tak akan
Membuat tenggelam
Mungkin masa kanakmu
adalah daging busuk
Yang memenjarakanmu dalam keramaian
Ditoko toko, dimal mal
kau robek robek layar usia
Sampai kau benar benar lupa
Bagaimana caranya mengaduh
Sasmita
Kerinduanmu
Kerinduan kita adalah candu
Yang mengantarkan untuk bermimpi
Setelah itu
Dihanyutkan kembali mimpi itu
Oleh kenyataan yang memilukan
Lalu
Apa lagi
Yang kau elu elukan sasmita
yang pergi bukanlah rizki
Dan mengapa
kau masih menggosok gosok dadamu
padahal kau sudah mati rasa
Sasmita
Kini matahari
enggan terbit di hadapanmu
Sementara
Malam selalu menggurui kita
Untuk bergumul di udara yang lembab
Di punggung bumi
Maka, di tanah mana lagi kau akan bersinggah?
Di satu waktu
Kau korek perut bumi
Mencari air mata yang
Kau tanam di samping kubur istrimu
Karena musim kemarin
Tak ada yang boleh menangis
Sebab katanya
Sedang hari raya pengemis
Dongeng sasmita
Kini ditangan kanannya
Aku mencium bau cinta
Yang tak sempat dilemparkan
Pada truk sampah
Pagi tadi.
Wishu Muhamad, 2010
Incoming search terms:
- puisi taubat bahasa sunda
- kumpulan puisi balada cinta (puisi tangis)
- puisi tobat sunda
Categories: Alunan Sajak, Puisi Cinta, Puisi Malam, Puisi Umum, Sajak Cinta, Sajak Syair







No Comment to “Balada Tangis Sasmita”