Bidadari Malam
Merepih kesunyian dalam sepi malam
Mencari dalam kesendirian
Ketika malam tak lagi tentangmu
Dan pijar lentera meredup di tepian
Sungai hati bermuara di cakrawala jiwa
Buih-buih ombak bawa dirimu menjauh
Jauh, akankah kembali?
Datang, bisakah mengisi?
Jiwa-jiwa yang kosong
Ditingkahi hati yang hampa
Bidadari Malam
Renjana menghantar raga
Di ujung senja menebar asa
Mendekaplah
Rasakan setiap helai nafas
Nafas yang ada karnamu
Nafas yang ada hanya untukmu
Sepotong rendezvous kembali
Terlintas bayang senyum
Terdengar kepak sayap
Sekeping jiwa ku susun dalam hati
Membentuk wajah sang pencipta mimpi
Alunan swara yang datang dari langit
Mencari damai di swargaloka
Wahai titisan malaikat surga
Yang menemani tidur panjang
Yang mengelus mimpi dengan keindahan
Menjelmalah!
Mengejawantah dalam indah rupa Bidadari
Titipkan damai di atas bintang
Membelai tubuhku dengan tangan-tangan cinta
Selimuti raga dengan lembaran kehidupan
Tersenyum dalam dinginnya malam
Buai Sang Pujangga dan antarkan ia tidur tenang
Beri mimpi terindah tentang dirimu
Selamat tidur Bidadari
Pejamkan mata dan kita bersua di bunga tidur
Bidadari, ketika pagi tiba
Ketika embun menetes di ujung daun
Ketika matari muncul di ufuk timur
dan cahaya membias
Ku pinta, jangan pergi
Tetap disini, dipelukanku.
Incoming search terms:
- kamut malam
- puisi bidadari malam
- contoh syair selamat pagi
- puisi tentang bidadari malam
- puisi tema belajar pagi
- puisi selamat tidur bidadari
- minggu malam panjang
- malam minggu yg sunyi
- kata-kata untuk kesunyian malam
- kamut malam yang sunyi
Categories: Love Poems, Puisi Cinta







4 Comments to “Bidadari Malam”
aku adalah seorang wartawan yg pernah belajar di LPDS, Jakarta. Aku kadang suka menulis puisi, namun kadang aku ragu atau lebih tepatnya malu untuk mempublikasikan puisi-puisiku di media. Nama asliku adalah Avan Pedro dan email yg aku gunakan adalah nama kakekku. Disini aku ingin menulis sebuah puisi ttg keadaan Timor leste sesungguhnya terutama pada saat ini dibawah kepemimpinan Xanana yg para menterinya kaumk koruptor. Mata elang adlh judul puisiku. Mohon dinilai!!!
Aku Adalah Mata Elang
Kata orang ini negeri kaya
dipagari cendana
dialiri minyak
dan diteduhkan kopi
tapi,…ke mana pergi dana cendana
minyak,……siapa yang enak dan nyenyak
banyak kopi
tapi pribumi tetap saja koki di restoran-restoran alien
Negeri ini penuh dengan lintah darat
mulut mereka tiada pernah penuh
sebelum terisi dengan tanah
hukum tak lebih dari sebilah pisau
tajam ke bawah tumpul ke atas
tapi aku adalah mata elang
yang kan menandai punggungmu dari atas langit biru
wahai lintah darat
Dan berikut sebuah pantun dari saya “Avan” Pedro from Timor Leste. tolong dinilai ala kadarnya sebagai orang Timor Leste yg tentunya tdk fasih BINAR
Burung pipit di atas loteng
merajut sarang dari ilalang
dasar kita berhati brankas
menyulap istana dari keringat sesama
Puisi ini ku dedikasikan untuk seorang penyair Timor Leste yg dibunuh pada awal infasi rezim ORBA. Ia dibunuh di dermaga Dili pada suatu pagi tgl 07 Desember 1975 ketika militar Indonesia menginfasi TL dalam sebuah operasi militar dibawah komando L.B Moerdeani “Operasi Seroja”. Lagu kebangsaan TL yg berjudul PATRIA adalah hasilo karya dia (Francisco “Borja” da Costa). itulah nama sang penyair yg telah tiada. Inilah pemujaanku utknya.
BORJA
Pada mata penamu
terucap tangis penat derita
lepaskan busur dalam sajak-sajak berbisa
jinakan lawan sadarkan kawan
secarik kertas lenyap terbakar
raga lebur menyatu tanah
namun abadi dalam tangis mengenang
saat tersadar dalam memaknai
semua kata-kata tertuang
please give your comment interms of our poem. Because im not the Indonesia Citizen but im try to do somthing better like you.