Blada Kapelaku | Puisi Nusantara

Blada Kapelaku

Post: 23 June 2009 Oleh: (2) Comment

Judul: Balada Kapelaku
(bintang paling terang dalam susunan bintang auriga)
Karya: Mega Diza

Seperti Kemala, di kemit pekat
Rampas waktu sejenak,
Untuk melinangkan air mata.. .
Apakah harus menanti hujan ?
Agar bumi basah tuk sejenak saja.
Siasati kemauan rasa, rasa sakral yang tabu.
Lampion kecil terhempas ke pantai
Telacak pasir pantai, ombak menyapa perih.
“mengapa kau kejar sesuatu yang tak mungkin kau dapatkan?”
Lantunan harmoniku cukup mjenjawab smua teki2 alam.
Historisitas cinta dulu, hilang tanpa bukti
Intimasi karisma kusut masai
Keramat kasih maras sudah
Nostalgia itu amat pesam
Rasaku ramu jadi satu.
Daku dini tuk ditanya.

Galaunya jiwaku, rajah menatap kapela timur..
Resapan ombak, merenjis tubuhku
Phien menyapa menggelemparkan arus pikiran
Lumba-lumba kecil merumpi sahaja
Inovasi itu jujur, hysteria suara hati
Musang timur yang punya jawaban malam
Gadis munsyi telan raut malam
Senandungkan 1000 oktaf bait puisi
Menghibur auriga kapela separuh cinta
Di depan ombak, phin menyanyi untukku
Cendayamku hidup, auraku sejuk
Ambiguitas rasa bergetar cepat
Sayup suara harmonica penuh hatif
Phine lemparkan ikatan bunga
Ilustrasikan indraloka khayalan
Honji kecil di mahkota indah….
“Yung Pyong yiu min wo sae”
Pecahlah honji ke kaumnya.
Tubuhku kebab, mencakar angin, menitikkan air maya
Harmonika itu….?
Gagak hitam isyaratkan dunia lain.
Dunia Tuhan penuh koagregasi pamor kehidupan
Berembang harmonica bulan.
Malam janji dia untuk menangis usailah sudah.
Jalan roh dia tersuar senyum pedih…

Incoming Search

puisi balada,kumpulan puisi balada,contoh puisi balada,puisi balada chairil anwar,puisi hujan malam,BALADA PUISI,contoh puisi himne,contoh puisi balada karya chairil anwar,puisi balada karya chairil anwar,puisi balada cinta,contoh puisi balada chairil anwar,puisi belada,puisi tentang balada,puisi ballada,puisi blada,puisi himne,puisi balada \,puisis balada,puisi balada adalah,puisi bentuk balada

Categories: Puisi Malam, Puisi Sahabat, Sajak Syair


 

If You Like This Post, Share it With Your Friends & Peers

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
rss feed bookmar
   

2 Comments to “Blada Kapelaku”

  1. oby says:

    wih….
    bahasany itu lho yg bikin greget..
    thanks sob sangat bagus sekali puisi kamu
    ^_^
    mampir balik yah

  2. Harizlinardi says:

    thanx for idea

Leave your comment here: