Blood on The Uniform (part 1)

Awan seakan gelap, dan air turun dari langit menghapus semua darah di jalananan, seorang wanita histeris ketakutan saat matanya menatap sekelilingnya hanyalah mayat mayat pembunuhan…

saat darah membanjiri jalanan, ratusan killo heroin berantakan di atas trotoar, koper dengan uang yang berhamburan melayang menghiasi langit, ribuan peluru dan ratusan senjata menyelimuti mayat mayat penjahat, lahirlah seorang bayi yang mengakhiri tragedi tersebut, itulah saat saat aku dilahirkan, dan The Godfather memberiku nama Vincent Victorione.

waktu demi waktu telah kulalui dan sekarang aku menginjak masa masa remajaku di sekolah, dan kumulai ceritaku disini. sebagai seorang mafia. Di suatu ketika, aku berkenalan dengan teman sekolahku, ada yang aku senangi dan ada yang tidak. segerombol gank yang menguasai sekolah dengan berbagai kenakalannya seperti melakukan pemerasan, pemukulan, pencurian. saat itu aku aku di halang oleh gank itu di sebuah lorong sekolah dekat toilet pria untuk memerasku, aku tidak memberikan sepeserpun pada mereka dan aku bertemu dengan orang yang merupakan pimpinan mereka.

” oh, ternyata anak ini yang mau menantang saya, dia hanyalah lelaki idiot yang ingusan”, ucap ketua gank itu dengan wajah yang merendahkan.

” lebih baik kau minta maaf padaku, kata katamu tidak layak untuk seorang pecundang seperti kau”, ucapku dengan wajah tenang.

ketua gank itu marah dan menghajarku hingga tubuhku terbaring lemas, mereka meludahi aku dan meninggalkan aku bagai sampah busuk di temapt sampah, inilah awal dendamku yang sulit ku hilangkan dalam pikiranku…

pukul 17.00 aku sampai di rumah dan aku bertemu dengan Underboss keluarga mafia ku dia adalah George Brokeman .
” hey nak, ada apa dengan wajahmu itu?? , kau tampak seperti gelandangan di kolong jembatan ampera” ucap george dengan anehnya

aku hanya menjawab ” ini bukan urusanmu orang tua”, lalu aku menghiraukannya dan pergi tapi george memanggilku lagi.

“vincent, aku mungkin mengerti tentang kau, ini mungkin akan membantumu menyelesaikan semua masalahmu.”, sambil memberikan sebuah kotak kepadaku .

aku mengambilnya dan aku membawanya ke kamarku, kemudian membukanya. aku kaget ternyata yang dia memberikan aku Walther P99 sebuah pistol semi automatis dengan peluru di dalamnya. apakah maksud dari semua ini?, apakah yang harus kulakukan dengan barang ini?. keesokan harinya aku membawa pistol itu dalam kantung celanaku saat kesekolah . ketika bel akhir pelajaran berbunyi dan anak anak pulang ke rumah masing masing dengan gembira, tapi aku hanya berjalan sambil merenungkan semua ini. tiba tiba sesuatu yang berat menghantamku dan membuatku tidur sejenak.

aku terbangung di malam hari di belakang sekolah . tentu saja aku bingung dengan apa yang terjadi siang hari, tapi suara yang sumbang keluar dari arah barat dan menghampiriku, ternyata dia ketua gank berandalan itu sendirian mendatangiku.

” vincent victorione, ternyata temanmu melaporkan aku dan anak buahku ke bimbingan konseling tentang kejadian kemarin, dan aku harus menanggung semua hukum bodoh itu selama berjam jam !!!, mungkin pukulan ini akan menyadarkanmu”

dia memukulku lagi, tapi dendam hati ini bergejolak meracuni hati dan pikiranku. aku medorongnya hingga terjatuh di dekat sungai, dan mengarahkan sebuah pistol ke kepalanya.

” ternyata kau lemah tanpa anak buahmu, apakah kau bisa merasakan dendam yang meracuni diriku??, kau tolol dan lembek !! kepopuleranmu sebagai ketua gank sudah sampai ke telinga iblis di bawah sana, dan iblis menginginkan kamu masuk kesana dan akan dijadikan teman berjudi nya. kau tahu tenyata pesan ini disampaikan kepadaku dan aku disuruh mengantarkanmu ke sana”

sampai jumpa, kata itu terlampir dalam kepalanya di saat saat kematiannya, saat peluru menembus kepalanya yang keras dan melemahkan semua syarafnya dan membuatnya masuk ke sungai. aku terdiam saat bulan melihat pembunuhan pertamaku dan mengolok oloku, tapi kemudian aku hanya tersenyum dengan tangan yang berlumuran darah ini…

inilah sebuah jawaban dari masalahku, ternyata aku lahir untuk menjadi seorang kriminal, itulah takdirku, takdir seorang Mafia…

bersambung…



If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)