Blood on The Uniform (part 2 b)  | Puisi Nusantara

Blood on The Uniform (part 2 b)

Post: 3 December 2009 Oleh: (2) Comment

Lanjut dari sebelumnya. di malam penuh cahaya lampu di pinggiran jalan aku mengunggu lilyana datang untuk aku ajak menonton film kesukaannya, kemudian muncul lilyana dari kejauhan dengan rok pendek biru, berkaus kaki panjang, bersepatu cantik, bersweeter ungu, bershal biru tua, dan rambutnya menggunakan penjepit rambut yang lucu. aku terkagum dengan penampilan cantiknya.

“Hai Vincent, mengapa menatapku seperti itu?” lilyana bertanya sambil tersenyum padaku
“emm… emmm… tidak , ayo kita pergi ke bioskop” aku gugup sekali…

kemudian kita masuk ke bioskop, membeli pop corn dan menonton film romantis kesukaannya. aku duduk di sebelahnya, menemaninya melihat film yang dia sukai selama ini, penonton mulai menempati semua kursi di ruangan, roll film pun di putar dari belakang, munculah gambar bercerita yang menghibur.

film yang menceritakan suatu romansa kehidupan cinta, yang membuat semua penonton terharu menyaksikannya, membuatku sedikit terhibur, tapi lilyana perlahan menyandarkan kepalanya padaku, menampangkan wajah penuh putus asa.

“seandainya aku dapat bersama terus dengan pangeran itu, dan aku bisa terlepas dari penderitaanku yang selama ini menyiksaku”ucap lilyana dengan putus asa.

sebenarnya apa yang terjadi dengannya ?, hatiku ini seakan ikut menderita dan sedih. aku tak mau dia menderita, menangis sedih. aku berjanji pada saat itu untuk berada disampingnya menjalani hidup ini mengatasi segala kesulitan yang ada. akhirnya film berakhir, aku keluar dari bioskop dan mengantarnya pulang kerumahnya, aku berpikir aku tak perlu berlama lama menyimpan perasaan ini, aku harus menyampaikannya sekarang. hari sudah larut malam, aku dan lilyana sedang melewati taman di pinggir kota. kemudian aku berhenti dan lilyana melihatku.

“lilyana , ada hal yang harus aku sampaikan. sebetulnya aku menyayangimu, aku ingin kau tahu perasaanku, dari sejak pertama kita bertemu, kau melepaskan semua beban hidupku saat aku kesepian, kau sangat perhatian padaku, aku sungguh cinta padamu.sekarang, kau mau kan jadi pacarku, aku berjanji tak akan membuatmu sedih, dan aku berjanji akan menemanimu selalu” aku berkata sambil memegang tangannya dan menatap matanya.

lilyana kaget dan diam tanpa kata, tapi aku melihat air mata dari matanya dan menangis, aku tersenyum dan memeluknya hangat.

“terima kasih, aku terima permintaanmu” lilyana berkata sambil menangis
“sama sama, sekarang kau takan kesepian, karena aku akan selalu disampingmu” sambil mengangkat wajahnya

aku menatap wajahnya, perlahan mencium bibirnya yang lembut. cinta yang kucari selama ini akhirnya mendekap bersamaku di bawah sinar bulan yang indah ditemani bintang bintang yang menyaksikan kisah cintaku bersama lilyana.

“ayo kita pulang sayang” aku berkata sambil menggemgam tangannya

setibanya di rumah lilyana, lilyana sudah di depan pintu masuk dan aku mengucapkan selamat malam padanya, tapi ketika aku melangkah satu langkah dari rumahnya, dia mengejarku dan memeluku dari belakang. ternyata dia sendirian dan takut diam di rumah, aku akhirnya memutuskan untuk menemaninya dan mengantarnya ke tempat tidur. lilyana sudah terbaring di tempat tidurnya dan aku memberikannya selimut.

“lilyana , aku akan tidur di ruang tamu, tidurlah yang nyenyak” aku berkata sambil mengusap kepalanya

kemudian baru saja aku ingin pergi keluar, lilyana menarik tanganku dan memeluku yang kedua kali.

“vincent, temani aku disini, jangan kau jauh dari ku” sambil mengeluarkan air mata.

lilyana menariku ke tempat tidurnya dan menciumku, aku memeluknya dan bercinta di tempat tidur lilyana. suasana di rumah lilyana sepi dan tak ada seorang pun hanya kita berdua, sambil menciumnya aku membuka pakaiannya dan memeluk tubuhnya yang lembut. di tengah malam dengan keadaan telanjang di selimuti selimut hangat, aku melampiaskan semua cintaku padanya, memeluk semua tubuhnya yang indah, menciumi bibirnya yang lembut dan basah, memuaskan semua keinginannya. mengelus dadanya yang merangsang cintanya padaku, perlahan aku membuka keperawanannya dengan lembut, lilyana mendesah kesakitan tapi dia sangat mencintaiku, dia tersenyum dan mengatakan bahwa dia sangat mencintaiku. nikmatnya bercinta yang pertama kali aku rasakan, sangat indah dan sulit dilupakan .cinta seorang turunan mafia, penuh kisah roman dan tragedi.

sudah 3 bulan aku menjalin hubungan dengan lilyana dan sudah banyak cerita yang ku alami, tapi tidak selamanya kisah cinta itu menyenangkan. suatu ketika aku menunggu di kursi taman menunggu lilyana datang, kemudian melihat lilyana diikat dengan tali dan ditutupi mulutnya oleh beberapa orang pria dewasa.

“hey orang bodoh apa yang kau lakukan pada pacarku!!!” aku menjerit sambil berlari

dengan tangan ini aku memukul beberapa orang dari mereka, tapi salah satu orang mengarahkan pistol ke kepala lilyana.

“hahahaha…. mungkin pacarmu ini akan mati jika kau melanjutkan pukulanmu itu”

aku terdiam dan berhenti mengahajar orang orang itu, tapi mereka menendang perutku dan membuatku pingsan.

udara dingin menusuk kulit, membuka mata melihat banyak kotak kotak heroin dan aku berada di dalam gudang dengan keadaan terikat dikursi. kemudian datang seseorang .

“vincent victorione, akhirnya aku bisa menangkap pewaris satu satunya dari keluarga victorione dan mungkin membunuhnya”

ternyata dia Don paul, Ketua organisasi mafia palu merah.

“keparat kau !!” aku marah dan meludahinya.
“ternyata kau bodoh!!, selama ini kau sudah di perdaya oleh anak buahku dan kau tak tau itu ” ucap Don Paul

“apa maksudmu ?!!” ucapku dengan menjerit..

“mungkin kau akan mengerti apabila aku memanggilnya, lilyana” dengan tampang licik dia memanggil lilyana.

ternyata lilyana disuruh oleh don paul untuk memancingku ke tempat busuk ini.

“vincent, maafkan aku, aku sungguh mencintaimu. kau ingat 3 bulan lalu aku menyuruhmu untuk tetap dirumahku, aku melakukan itu agar kau tidak dibunuh oleh anak buah Don Paul. sesungguhnya aku melakukan ini apa yang disuruh don paul karena dia menahan ibu ku di rumahnya” lilyana berkata sambil menangis

“hahhahaha…. sekarang aku tak membutuhkanmu lagi, pergilah kau sekarang ke sana” Don paul mendorong lilyana hingga jatuh

kemudian sebuah peluru dari atas sana menembaki tali yang mengikat tubuhku, dan muncul anak buah mafiaku dan menembaki anak buah don paul, aku berlari dan membawa lilyana pergi tapi don Paul tidak diam. dia mengeluarkan sebuah pistol dan menembaku .suara hentakan keras dari sebuah pistol keluar tapi aku tak merasakan sakit, ternyata lilyana melindungiku dari peluru don paul. don paul ingin menembak lagi tapi dia mati lebih dulu oleh peluru dari sebuah sniper dan ternyata yang berada di atas gudang adalah George Brookeman.

lilyana terbaring dengan darah didadanya, aku benar kaget dan membangunkannya.

” vin…..cent…. maafkan aku telah mengkhianatimu” lilyana berkata dengan lemas dan mengeluarkan air mata

“aku yang harus minta maaf!!!, aku tak bisa menjagamu sayang!!!” aku menangis dengan penuh penyesalan

“aku sayang padamu” ucap lilyana sambil menggenggam tanganku

“aku juga sayang padamu, aku mohon jangan tinggalkan aku!!”

tapi takdir berkata lain. dia melepas genggaman tangannya dan menutup matanya. wajahku perlahan menunjukan tampak histeris, mengalirlah air mata ini karena tak rela melepasnya.

“lilyaannaa!!!!!!………”

pedih rasa ini, orang yang ku cintai dengan sepenuh jiwaku harus pergi dan takan pernah kembali ke dunia ini. tangis kerasku ini hanya bisa mengantarnya pergi ke dunia sana.

akhirnya dikeesokan harinya, aku menghadiri upacara pemakamannya. aku hanya bisa menyesal terdiam dengan semua ini. hujan turun dari langit, awan gelap berkumpul melihat kesedihan dunia ini, meratapi semua yang telah terjadi. aku berdiri terus memandang kuburan lilyana meski tubuhku basah kuyub, aku hanya bisa pasrah dan bersujud di atas kuburannya dan mencucurkan air mata kesedihan yang mendalam.

selamat tinggal lilyana, maaf aku tak bisa menjagamu hingga akhir hayatku. cintamu akan terus kusimpan dalam lubuk hatiku hingga aku tua nanti. tidurlah tenang disana….. aku cinta kamu selamanya….

bersambung

Incoming Search

kumpulan cerita pendek cinta,cerpen kasih tak sampai,Puisi Cinta Menjelang Tidur,kumpulan puisi selamat tidur,puisi selamat tidur,sajak selamat tidur,Cerita cinta tak sampai,kumpulan cerita pendek tentang cinta,cerita pendek tentang cinta yang putus asa,kumpulan cerita cinta pendek,kumpulan puisi menyesal dan gugup,sajak slamat tidur,puisi pendek selamat tidur,Cerpen kisah kasih tak sampai,cerita pendek cinta kumpulan,sajak derita cinta,cerita cinta pendek,Puisi renungan derita cinta,puisi indah menjelang tidur,puisi derita cinta tak sampai

Categories: Cerita Bersambung, Cerita Dewasa, Cerita Remaja


 

If You Like This Post, Share it With Your Friends & Peers

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
rss feed bookmar
   

2 Comments to “Blood on The Uniform (part 2 b)”

  1. crist says:

    keren.. lanjutin dund..

  2. so…sweat…
    Bgus bngt, tp agak sdkit spt crita yg di buat2, mgkn lbh bgus lg kalo bkn spt romeo julit.

Leave your comment here: