Archive for the ‘Alunan Sajak’ Category

jingga

Saturday, August 28, 2010 14:05 1 Comment

Judul: JINGGA
Oleh: Balada Sang Jingga

telah kubawakan jingga yang kucuri dari senja
untuk mengganti warna bajumu yang tlah lusuh karena dosa
telah kubawakan jingga yang kucuri dari purnama
untuk mengganti warna kerudungmu yang pucat karena dunia

usah kau pikirkan senja tanpa jingga
ia akan mengalah saat lengkung malam mulai rebah

tak usah kau pikirkan purnama tanpa jingga
bukankah, tak ada yang merindukan purnama itu
bukankah lebih baik jika jingga itu kucuri saja
lalu kujadikan hijab untukmu,..

biarlah purnama kehilangan jingga
tidakkah cahayanya telah redup oleh gemerlap lampu kota

jika jingga yang kuhantar
tak cukup untuk membuatmu berbinar,.
tak akan kucuri lagi jingga dari sang fajar,..


This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Rumi, Puisi Sedih, Puisi Umum, Sajak Syair Tags: , , , , ,

Mentari Kecil

Wednesday, January 27, 2010 22:37 No Comments

aku bukanlah benalu,…
yang hanya bisa tumbuh dan hidup
dari kehidupan “tumbuhan” lain
mengganggu dan merugikan “tumbuhan” itu

bukan pula ku layaknya hama
yang hanya bisa merusak “tumbuhan” orang lain
yang dapat dihancurkan kapan saja
ketika sang pemilik “tumbuhan” menemui titik kebencian

bukan pula q layaknya pungguk yang merindukan rembulan
berharap dapat q rasakan
keindahan akan sinarnya,…
disaat musim penghujan

tp q ingin menjadi mentari kecil
senantiasa pancarkan sinaran
berikan kehidupan pada setiap insan
senyuman senantiasa aku lemparkan
pertanda bahagia dengan kehidupan “tumbuhan” itu
juga kebahagiaan setiap insan…

This was posted under category: Alunan Puisi, Alunan Sajak, Cerita Islami, Cerita Sahabat, Kumpulan Pantun, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Malam Tags: , , ,

Penerimaan

Wednesday, January 6, 2010 18:07 No Comments

Judul: Penerimaan
Oleh: al-Umam Ibn Ubaidil Akbar

‘Ku tatapkan mata hatiku pada penjuru waktu
‘Ku lampiaskan tanya jiwaku pada yang kujumpai
Ada apa dalam getar hatiku ?
Bila bertemu satu angan yang terbayang
ada rasa kian meronta, hendak mencari penawar hati.
Akankah getar hatiku membawa asa ?. Dimana … ?
Karena asaku adalah hidupnya jiwaku.

Langkah demi langkah ayunan hatiku berpijak,
menelusuri gugusan masa hidupku ;
‘Ku rasakan getar-getar penuh misteri,
- seperti jalur seorang musafir,
menyusuri jalan berpasir .. berkerikil .., kadang berbatu.

Perjuangan,
Laskar cinta di medan sunyi
angan menggapai namun tiada membekas
hampa sebuah raihan kandas dalam bidikan,
sebuah perang sunyi di belantara gundahnya hati.

.. cinta kugapai, tiada kudapat,
rinduku …, ‘bak peluru tiada bermusuh.
Kini laskar cinta kesunyian di medan laga,
kutatap – sepertinya …
perang ini sebuah perjalanan panjang.

Haruskah ‘ku lalui seorang diri,
atau diam termenung berteman kalut
sehingga asaku habis merenungi penjuru waktu
yang hanya terpena di hati.

Haruskah ‘ku lalui seorang diri … ?

This was posted under category: Alunan Puisi, Alunan Sajak Tags: , , , , , ,

Tuhan, Titipkan Jawabannya Pada Sang Surya

Thursday, December 24, 2009 11:47 No Comments

Judul: “Tuhan, Titipkan Jawabannya pada sang Surya
Oleh: “Filial Sa’adillah”

Tuhan, aku mengerti,
Kau takkan pernah memberikan ujian kepada hambamu melebihi kemampuannya.

Tuhan, mengapa berat cinta ini tuk meyakinkan hati ini bahwa ia mencintaiku setulus dan sepenuh hatinya.

Tuhan, mengapa begitu tampak sulit baginya tuk lupakan masa lalunya meski aku selalu ada di sisinya dan di hatinya.

Tuhan, mengapa begitu tampak ketidaksempurnaan cintanya padaku jika ia masih saja mengusik otaknya dengan semua tentang masa lalunya.
Begitu berartikah masalalunya itu, hingga aku tak dapat luluhkan semua itu dari pikirannya.

Jika benar tuhan,
Tolong, berikan aku petunjuk untuk menjadi berarti seperti itu.
Tuhan, jika aku memikirkan ia, apakah mungkin ia juga memikirkanku.

Dan lebih manakah kadar ia mencintaiku dan mengingatku daripada masa lalunya itu.

Tuhan, apakah mungkin, aku hanyalah sesosok tempat berlindung dari masa lalunya itu dan tak sama sekali ia mencintaiku.

Tuhan, apakah mungkin aku hanya dapat memberi kebahagiaan padanya sementara saja, dan lebih banyak masa lalunya yang mengisi jiwa dan hatinya.

Tuhan, semudah itukah dia mengungkit tentang masa lalunya di depanku seperti kemudahan aku menutupi perasaan sakitku ketika ia ungkit semua masa lalunya itu?

Tuhan, berikan jawabannya pada matahari, aku tau, tak cukup pagi siang dan sore untuk tau semua jawaban itu, tp meskipun matahari hanya sebatas senja hari, aku yakin ia akan sampaikan jawaban itu pada rembulan melalui sinarnya yang kan di pantulkan bulan kepadaku.

Tuhan, tolong hentikan tangisanku ini, karena aku tau dia tak pernah menangisiku seperti ini, ia hanya tau tangisan untuk tentang masa lalunya itu.

Tuhan, seraya Kau kabulkan doaku, tolong sampaikan pesan batinku padanya tentang permohonanku padanya tuk lupakan masa lalunya demi dia, agar dia dapat bahagia bersamaku.

This was posted under category: Alunan Puisi, Sajak Cinta, Sajak Syair Tags: , , , , , , ,

Kucing Kecil ditepi kota

Friday, November 6, 2009 18:25 6 Comments

Judul: Kucing Kecil ditepi Kota
Oleh: Innayah

Lemah terkulai tanpa tunutan
Perpeluh cacat luka tak terhiraukan
Pedih dengan luka pada tubuhnya
Disekitar keramaian
Lalu lalang kesibukan
Entah tak melihat
atau tanpa iba tuk melirik tatap kecil nan nanar

Kucing kecil memanggil sang tuannya
Tak kenal hanya andal membujuk lewat lugu paras
Kota ini bukan untukmu
Kota ini tak butuh mahluk kecil sepertimu
Terkulai belang dengan warni warna membalut kecil
Tak berwarna seperti pengikat itu

Selengkapnya…

This was posted under category: Sajak Cinta, Sajak Syair Tags: , , , , ,

Dalam kegelapan malam..

Monday, October 26, 2009 16:07 1 Comment

Judul: Dalam kegelapan malam..
Oleh: Rahmat Halim

Dalam kegelapan malam..
Kumendengar gemericik air yang menenangkan jiwa
Membentuk sebuah simponi alam dalam kegelapan
Seperti memainkan lagu sendu
Diantara kekosongan hatiku

Dalam kegelapan malam ..
Kurindukan mentari dengan cahayanya yang sombong
Merasuk masuk kedalam jendela kaca
Mengirimkan sinyalnya akan datangnya pagi
Menghentikan alur dari mimpi indah tentangmu

Dalam kegelapan malam..
Kumainkan jemariku pada sebuah gitar tua
Diiringi angin yang bersiul diantara hamparan rumput kering
Bersama nyanyian jangkrik yang begitu sempurna
Lalu dari situ kubuat sebuah bait lagu indah tentangmu

Dalam kegelapan malam..
Kumenatap ribuan bintang
Dengan sinarnya yang begitu indah
Yang menari diantara cahaya bulan separuh purnama
Membuatku teringat akan senyumanmu
Yang terus membayangi di alam sadarku

Didalam kegelapan malam..
Kutermangu dibuai mimpi
Mimpi akan datangnya seorang bidadari
Lalu menyapaku dengan senyumannya yang suci
Dan membawaku terbang jauh ke dasar hati
Membebaskan diriku dari segala rasa sepi

puisi malam, syair malam, puisi cinta, syair cinta, sajak cinta, sajak malam, puisi malam

This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum, Sajak Cinta, Sajak Syair Tags: , , , , ,

Kedewasaan

Thursday, October 15, 2009 18:41 No Comments

Judul: Kedewasaan
Oleh: “John MN. Darkun

sebagaimana segala yang tumbuh
engkaupun akan berkembang seiring perjalanan sang waktu

engkau akan tumbuh dalam pertumbuhanmu dengan tanpa kau sadari
sebab pergerakan matahari dan hari yang kau jejaki
tidaklah kau mengerti

dan engkah hanya dapat merasakannya
ketika engkau merasa aneh terhadap dirimu
ketika masa lalu menjadi tawa hari ini
dan ketika masa depan menjadi tujuan kehidupan

saat itu kau akan lebih bijak dalam bersikap, dalam mengambil dan memutuskan tindakan
sebab engkau telah tumbuh dewasa

syair, syair cinta, syair kasih, syair sayang, sajak cinta, sajak kasih, sajak sayang, pengalaman

This was posted under category: Puisi Cinta, Sajak Cinta, Sajak Syair Tags: , , , , , , ,

Kau Bukan Aku

Thursday, October 15, 2009 18:39 2 Comments

Judul: Kau bukan Aku
Oleh: “nayla nuha

Kamu bukan aku
Rasaku bukan juga rasamu
pikiranku bukanlah pikiranmu

aku bukan kamu
yang setiap saat
bisa mendapat cinta

kamu bukan aku
yang selalu setia
menanti cita

aku bukan kamu
tak selalu berucap
tapi bukan dari hati

kamu bukan aku
yang selalu
memaknai rasa segenap jiwa

kau bukan cerminku
aku bukan lautmu

Puisi engkau, puisi aku, puisi cinta, puisi setia, puisi penantian, puisi cermin, puisi laut, puisi alam

This was posted under category: Alunan Puisi, Friendship Poems, Love Poems, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Sajak Cinta, Sajak Syair Tags: , , , , , , ,

Egois

Thursday, October 15, 2009 18:31 No Comments

Judul: EGO
Oleh: “Rizky Anggreini”

Pagi ini kulihat senyum mu,
setelah berapa minggu kita diam dan diam…
Akupun membalas senyum mu,
tapi, hambar…
Padahal dulu senyum mu lah yang paling kutunggu…
yang membuat getaran dihati ini,
yang membuat hatiku bergetar hebat…
Kini apalah arti senyum mu,
buat hati ku yang terlanjur membeku…
Ku ingin mengembalikan semuanya seperti dulu,
tapi lagi lagi kesal ku telah membeku…
Tak ingin kah kau jelaskan semuanya ?
haruskah aku yang memulainya ?
Karna ku yakin engkau pun bingung dengan keadaan yang ini…
Aku ingin menjelaskan semuanya
tapi hatiku terlanjur sakit hingga lidah ku pun kelu…
SAyang ku…
Aku memang egois, mengutamakan sakit ku dan mengabaikan rasa sayangku padamu…
Dan sakitku juga bukan karna mu,
tapi mungkin juga salah mu…
Sampai kapan kita bertahan,
sampai kapan kita diam,
sampai kapan aku bisa menahan ?

cinta, syair hambar, syair menunggu, syair ego, syair mausia, syair sayang, syair harapan, syair diam

This was posted under category: Sajak Cinta, Sajak Syair Tags: , , , , , , ,

Saat yang kita lewati, menjadi kenangan

Thursday, October 15, 2009 18:29 No Comments

Judul: Saat yang kita lewati, menjadi kenangan
Oleh: “Rizky Anggreini”

Ingatkah kamu setiap sudut yang pernah kita lewati,
dengan canda, dengan tawa, kebersamaan yang selalu kurindukan…
setiap sudut itu jugalah yang selalu mengingatkan ku padamu…
tempat kita menghabiskan waktu dengan cerita, dengan sedikit tawa, bahkan obrolan serius tentang masa depan….
ooow aku merindukan semuanya…
Setiap kali ku lewati jalan itu, pagi dan sore,
saat itulah rinduku begitu menyesak…
setiap hari ku lewati tempat kita makan waktu itu,
tempat paling pojok dibawah pohon itu,
tempat itu juga lah yang mengingatkan ku padamu…
cerita, ketawa, saling mengejek, tiba-tiba diam, melanjutkan cerita…
kini semuanya jadi begitu berarti, tak seperti saat itu, tak pernah berpikir kalau aku bakal merindukan saat-saat itu…
Senyum mu yang menggoda, tawa mu yang renyah, candaan mu yang buat ku kesal, dan banyak hal yang kita sukai hampir sama…….
hooooo betapa berarti kenangan itu, sekarang…saat semua itu tlah menjadi kenangan

sajak, sajak rindu, sajak kangen, sajak gembira, sajak canda, sajak cinta, sajak menunggu

This was posted under category: Sajak Cinta, Sajak Syair Tags: , , , , , ,

Choreography Blogs - BlogCatalog Blog DirectoryDirectory of Archaeology BlogsArts Blogs - Blog Rankings Visit blogadda.com to discover Indian blogsBlog Search, Blog Directory
Blog DirectoryPowered by Stats 21blogarama - the blog directoryCheck PageRankGoogle bot last visit powered by Gbotvisit.comYahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.comMsn bot last visit powered by ScriptmeAdd to Technorati Favorites
puisi, cinta, alam, milis, buma, bunga, matahari, sejuta, kasih, bebas, sastra, sastra nusantara, poem, sajak, syair, kata cinta, sejuta cinta, sejuta puisi, cerpen, cerita, cerita pendek, cerita panjang, cerbung, cerita bersambung, nusantara, sastra nusantara, pontianak, puisi pontianak, kalbar puisi, pantun, seni, seniman, cerita pendek, cerpen, cerita panjang, cerita bersambung, cerbung, cerita remaja, cerita dewasa, cerita orang tua, cerita dongeng, cerita anak, cerita indonesia, cerita melayu, cerita adat, puisi melayu, puisi malaysia, puisi negara, poem, puisi alam