Archive for the ‘Emha Ainun Nadjib’ Category

Penciptaku

Wednesday, July 8, 2009 3:45 No Comments

wahai engkau yg tidak tidur
selalu melihatku apa yg kulakukan
kau tau aku bersalah selalu kau beri kesempatan tuk bertaubat
kau beri aku kenikmatan yg tak henti
kau beri kan aku cinta yg bersemi
kau beri aku org-org yg berhati mulia terhadapku tapi ku tak pernah sadar akan kebesaran mu dunia ini indah
tapi kau berjanji akan memberi surga bilaku taat kepada mu banyak kesalahan yg telah ku perbuat apakah kau masih mau menerima taubat ku pantaskah aku di surga mu apa tapi aku takut akan neraka mu masih kah pantas aku mengakui kau tuhan ku padahal aku selalu mendustaimu bodohnya aku yg tak pernah jujur pada hatiku ini yg jelas selalu memujamu dan menyebut namamu ya allh tuhan ku yg ingat padamu saat menderitaku saja dan melupakan mu dikala aku sedang jaya

This was posted under category: Emha Ainun Nadjib, Sajak Cinta, Sajak Melayu, Sajak Syair Tags: , , ,

Abacadabra Kita Ngumpet…

Monday, December 15, 2008 5:44 No Comments

Abacadabra kita tiarap
Karena tak ada janji peluru itu bukan untuk kita
Abacadabra kita ngumpet
Karena kata merdeka masih dalam perdebatan
Abacadabra kita masuk liang-liang gelap
Karena tak ada siapa-siapa yang menjamin apa-apa
Abacadabra kita mabuk
Karena setiap ingatan terlalu menusuk

Tuhan – kamu jangan tertawa
Nyawa kami tak hilang, hanya ketlingsut entah di mana
Dengarkan tetap puja keperkasaanMu
Dalam kekaguman kami kepada diri kami sendiri
Yang tetap bisa hidup tanpa hak bicara dan peluang untuk berbagi
Tidakkah kamu terharu menyaksikan kepengecutan kami?
Dan mungkinkah kamu mengutuk rasa takut dalam jiwa kami
Sedangkan ketakutan adalah anugerahmu sendiri?
Selengkapnya…

This was posted under category: Alunan Sajak, Emha Ainun Nadjib, Sajak Syair Tags: , , , , ,

Pantun2 Indonesia Raya

Monday, December 15, 2008 5:39 No Comments

inilah pantun-pantun tanpa sampiran
Karena yang terburuk sudah sangat telanjang
Inilah pantun-pantun hanya sampiran
Karena setiap isi tidak boleh diungkapkan

Inilah syair pantun-pantunan
Untuk pelipur lara koran-koran yang ngumpet di balik kegelapan
Untuk para cendekiawan yang arif dan bungkam
Untuk kaum seniman yang sibuk main akrobat aliran-aliran

Selengkapnya…

This was posted under category: Emha Ainun Nadjib, Kumpulan Pantun Tags: , ,

Choreography Blogs - BlogCatalog Blog DirectoryDirectory of Archaeology BlogsArts Blogs - Blog Rankings Visit blogadda.com to discover Indian blogsBlog Search, Blog Directory
Blog DirectoryPowered by Stats 21blogarama - the blog directoryCheck PageRankGoogle bot last visit powered by Gbotvisit.comYahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.comMsn bot last visit powered by ScriptmeAdd to Technorati Favorites
puisi, cinta, alam, milis, buma, bunga, matahari, sejuta, kasih, bebas, sastra, sastra nusantara, poem, sajak, syair, kata cinta, sejuta cinta, sejuta puisi, cerpen, cerita, cerita pendek, cerita panjang, cerbung, cerita bersambung, nusantara, sastra nusantara, pontianak, puisi pontianak, kalbar puisi, pantun, seni, seniman, cerita pendek, cerpen, cerita panjang, cerita bersambung, cerbung, cerita remaja, cerita dewasa, cerita orang tua, cerita dongeng, cerita anak, cerita indonesia, cerita melayu, cerita adat, puisi melayu, puisi malaysia, puisi negara, poem, puisi alam