Archive for the ‘Sajak Cinta’ Category

Tuhan, Titipkan Jawabannya Pada Sang Surya

Thursday, December 24, 2009 11:47 No Comments

Judul: “Tuhan, Titipkan Jawabannya pada sang Surya
Oleh: “Filial Sa’adillah”

Tuhan, aku mengerti,
Kau takkan pernah memberikan ujian kepada hambamu melebihi kemampuannya.

Tuhan, mengapa berat cinta ini tuk meyakinkan hati ini bahwa ia mencintaiku setulus dan sepenuh hatinya.

Tuhan, mengapa begitu tampak sulit baginya tuk lupakan masa lalunya meski aku selalu ada di sisinya dan di hatinya.

Tuhan, mengapa begitu tampak ketidaksempurnaan cintanya padaku jika ia masih saja mengusik otaknya dengan semua tentang masa lalunya.
Begitu berartikah masalalunya itu, hingga aku tak dapat luluhkan semua itu dari pikirannya.

Jika benar tuhan,
Tolong, berikan aku petunjuk untuk menjadi berarti seperti itu.
Tuhan, jika aku memikirkan ia, apakah mungkin ia juga memikirkanku.

Dan lebih manakah kadar ia mencintaiku dan mengingatku daripada masa lalunya itu.

Tuhan, apakah mungkin, aku hanyalah sesosok tempat berlindung dari masa lalunya itu dan tak sama sekali ia mencintaiku.

Tuhan, apakah mungkin aku hanya dapat memberi kebahagiaan padanya sementara saja, dan lebih banyak masa lalunya yang mengisi jiwa dan hatinya.

Tuhan, semudah itukah dia mengungkit tentang masa lalunya di depanku seperti kemudahan aku menutupi perasaan sakitku ketika ia ungkit semua masa lalunya itu?

Tuhan, berikan jawabannya pada matahari, aku tau, tak cukup pagi siang dan sore untuk tau semua jawaban itu, tp meskipun matahari hanya sebatas senja hari, aku yakin ia akan sampaikan jawaban itu pada rembulan melalui sinarnya yang kan di pantulkan bulan kepadaku.

Tuhan, tolong hentikan tangisanku ini, karena aku tau dia tak pernah menangisiku seperti ini, ia hanya tau tangisan untuk tentang masa lalunya itu.

Tuhan, seraya Kau kabulkan doaku, tolong sampaikan pesan batinku padanya tentang permohonanku padanya tuk lupakan masa lalunya demi dia, agar dia dapat bahagia bersamaku.

This was posted under category: Alunan Puisi, Sajak Cinta, Sajak Syair Tags: , , , , , , ,

Kucing Kecil ditepi kota

Friday, November 6, 2009 18:25 6 Comments

Judul: Kucing Kecil ditepi Kota
Oleh: Innayah

Lemah terkulai tanpa tunutan
Perpeluh cacat luka tak terhiraukan
Pedih dengan luka pada tubuhnya
Disekitar keramaian
Lalu lalang kesibukan
Entah tak melihat
atau tanpa iba tuk melirik tatap kecil nan nanar

Kucing kecil memanggil sang tuannya
Tak kenal hanya andal membujuk lewat lugu paras
Kota ini bukan untukmu
Kota ini tak butuh mahluk kecil sepertimu
Terkulai belang dengan warni warna membalut kecil
Tak berwarna seperti pengikat itu

Selengkapnya…

This was posted under category: Sajak Cinta, Sajak Syair Tags: , , , , ,

Dalam kegelapan malam..

Monday, October 26, 2009 16:07 1 Comment

Judul: Dalam kegelapan malam..
Oleh: Rahmat Halim

Dalam kegelapan malam..
Kumendengar gemericik air yang menenangkan jiwa
Membentuk sebuah simponi alam dalam kegelapan
Seperti memainkan lagu sendu
Diantara kekosongan hatiku

Dalam kegelapan malam ..
Kurindukan mentari dengan cahayanya yang sombong
Merasuk masuk kedalam jendela kaca
Mengirimkan sinyalnya akan datangnya pagi
Menghentikan alur dari mimpi indah tentangmu

Dalam kegelapan malam..
Kumainkan jemariku pada sebuah gitar tua
Diiringi angin yang bersiul diantara hamparan rumput kering
Bersama nyanyian jangkrik yang begitu sempurna
Lalu dari situ kubuat sebuah bait lagu indah tentangmu

Dalam kegelapan malam..
Kumenatap ribuan bintang
Dengan sinarnya yang begitu indah
Yang menari diantara cahaya bulan separuh purnama
Membuatku teringat akan senyumanmu
Yang terus membayangi di alam sadarku

Didalam kegelapan malam..
Kutermangu dibuai mimpi
Mimpi akan datangnya seorang bidadari
Lalu menyapaku dengan senyumannya yang suci
Dan membawaku terbang jauh ke dasar hati
Membebaskan diriku dari segala rasa sepi

puisi malam, syair malam, puisi cinta, syair cinta, sajak cinta, sajak malam, puisi malam

This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Umum, Sajak Cinta, Sajak Syair Tags: , , , , ,

Kedewasaan

Thursday, October 15, 2009 18:41 No Comments

Judul: Kedewasaan
Oleh: “John MN. Darkun

sebagaimana segala yang tumbuh
engkaupun akan berkembang seiring perjalanan sang waktu

engkau akan tumbuh dalam pertumbuhanmu dengan tanpa kau sadari
sebab pergerakan matahari dan hari yang kau jejaki
tidaklah kau mengerti

dan engkah hanya dapat merasakannya
ketika engkau merasa aneh terhadap dirimu
ketika masa lalu menjadi tawa hari ini
dan ketika masa depan menjadi tujuan kehidupan

saat itu kau akan lebih bijak dalam bersikap, dalam mengambil dan memutuskan tindakan
sebab engkau telah tumbuh dewasa

syair, syair cinta, syair kasih, syair sayang, sajak cinta, sajak kasih, sajak sayang, pengalaman

This was posted under category: Puisi Cinta, Sajak Cinta, Sajak Syair Tags: , , , , , , ,

Kau Bukan Aku

Thursday, October 15, 2009 18:39 2 Comments

Judul: Kau bukan Aku
Oleh: “nayla nuha

Kamu bukan aku
Rasaku bukan juga rasamu
pikiranku bukanlah pikiranmu

aku bukan kamu
yang setiap saat
bisa mendapat cinta

kamu bukan aku
yang selalu setia
menanti cita

aku bukan kamu
tak selalu berucap
tapi bukan dari hati

kamu bukan aku
yang selalu
memaknai rasa segenap jiwa

kau bukan cerminku
aku bukan lautmu

Puisi engkau, puisi aku, puisi cinta, puisi setia, puisi penantian, puisi cermin, puisi laut, puisi alam

This was posted under category: Alunan Puisi, Friendship Poems, Love Poems, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Sajak Cinta, Sajak Syair Tags: , , , , , , ,

Egois

Thursday, October 15, 2009 18:31 No Comments

Judul: EGO
Oleh: “Rizky Anggreini”

Pagi ini kulihat senyum mu,
setelah berapa minggu kita diam dan diam…
Akupun membalas senyum mu,
tapi, hambar…
Padahal dulu senyum mu lah yang paling kutunggu…
yang membuat getaran dihati ini,
yang membuat hatiku bergetar hebat…
Kini apalah arti senyum mu,
buat hati ku yang terlanjur membeku…
Ku ingin mengembalikan semuanya seperti dulu,
tapi lagi lagi kesal ku telah membeku…
Tak ingin kah kau jelaskan semuanya ?
haruskah aku yang memulainya ?
Karna ku yakin engkau pun bingung dengan keadaan yang ini…
Aku ingin menjelaskan semuanya
tapi hatiku terlanjur sakit hingga lidah ku pun kelu…
SAyang ku…
Aku memang egois, mengutamakan sakit ku dan mengabaikan rasa sayangku padamu…
Dan sakitku juga bukan karna mu,
tapi mungkin juga salah mu…
Sampai kapan kita bertahan,
sampai kapan kita diam,
sampai kapan aku bisa menahan ?

cinta, syair hambar, syair menunggu, syair ego, syair mausia, syair sayang, syair harapan, syair diam

This was posted under category: Sajak Cinta, Sajak Syair Tags: , , , , , , ,

Saat yang kita lewati, menjadi kenangan

Thursday, October 15, 2009 18:29 No Comments

Judul: Saat yang kita lewati, menjadi kenangan
Oleh: “Rizky Anggreini”

Ingatkah kamu setiap sudut yang pernah kita lewati,
dengan canda, dengan tawa, kebersamaan yang selalu kurindukan…
setiap sudut itu jugalah yang selalu mengingatkan ku padamu…
tempat kita menghabiskan waktu dengan cerita, dengan sedikit tawa, bahkan obrolan serius tentang masa depan….
ooow aku merindukan semuanya…
Setiap kali ku lewati jalan itu, pagi dan sore,
saat itulah rinduku begitu menyesak…
setiap hari ku lewati tempat kita makan waktu itu,
tempat paling pojok dibawah pohon itu,
tempat itu juga lah yang mengingatkan ku padamu…
cerita, ketawa, saling mengejek, tiba-tiba diam, melanjutkan cerita…
kini semuanya jadi begitu berarti, tak seperti saat itu, tak pernah berpikir kalau aku bakal merindukan saat-saat itu…
Senyum mu yang menggoda, tawa mu yang renyah, candaan mu yang buat ku kesal, dan banyak hal yang kita sukai hampir sama…….
hooooo betapa berarti kenangan itu, sekarang…saat semua itu tlah menjadi kenangan

sajak, sajak rindu, sajak kangen, sajak gembira, sajak canda, sajak cinta, sajak menunggu

This was posted under category: Sajak Cinta, Sajak Syair Tags: , , , , , ,

Berita Alam

Wednesday, July 8, 2009 11:51 1 Comment

Judul: Berita Alam
Oleh: Ahmadi

Hailintar menggelegar, daun-daun berguguran
Langit biru menghilang
Burung terbang tinggalkan sarang
Rintik hujan berjatuhan, payung-payung dikenakan
Pohon tumbang tercabut dari akarnya
Awan hitam semakin mengembang
Kulangkahkan kakiku menuju cakrawala
Gapai harapan mimpi indah
Kupetik senar gitarku nyanyikan lagu tra la la
Merah putih sudah kusam warnanya
Burung garuda entah terbang kemna
Pancasila tak lagi bermakna
Indonesiaku tertutup wajahnya
Badai datanglah hentak kegersangan
Hujan turunlah sirami kekeringan
Mentari terbitlah ubah kesuraman alam ini, negri ini..

This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Malam, Puisi Rumi, Puisi Semangat, Puisi Valentine, Sajak Cinta, Sajak Melayu, Sajak Syair Tags: , , , , , , , , , , ,

Penciptaku

Wednesday, July 8, 2009 3:45 No Comments

wahai engkau yg tidak tidur
selalu melihatku apa yg kulakukan
kau tau aku bersalah selalu kau beri kesempatan tuk bertaubat
kau beri aku kenikmatan yg tak henti
kau beri kan aku cinta yg bersemi
kau beri aku org-org yg berhati mulia terhadapku tapi ku tak pernah sadar akan kebesaran mu dunia ini indah
tapi kau berjanji akan memberi surga bilaku taat kepada mu banyak kesalahan yg telah ku perbuat apakah kau masih mau menerima taubat ku pantaskah aku di surga mu apa tapi aku takut akan neraka mu masih kah pantas aku mengakui kau tuhan ku padahal aku selalu mendustaimu bodohnya aku yg tak pernah jujur pada hatiku ini yg jelas selalu memujamu dan menyebut namamu ya allh tuhan ku yg ingat padamu saat menderitaku saja dan melupakan mu dikala aku sedang jaya

This was posted under category: Emha Ainun Nadjib, Sajak Cinta, Sajak Melayu, Sajak Syair Tags: , , ,

Kartini dialah Ibuku

Thursday, June 18, 2009 18:51 No Comments

Judul: Kartini Dialah Ibuku
Oleh: Iwansteep

Di umurnya yang hampir genap 46 tahun beliau masih bergelut dengan jarum mesin dan benang jahit. Wajahnya sudah nampak berkerut dengan rambut panjang yang jarang terurus. Di atas mesin jahit itu dengan semangat membabi buta beliau terus mencari nafkah untuk kehidupan yang lebih baik katanya. Berapa kali beliau mengungkapkan itu kepadaku tapi tak terlalu ku gubris, bagiku ini adalah jalan yang terbaik yang telah Tuhan berikan untuk aku dan ibuku.

Ya…,mau gimana lagi, sosok suami yang seharusnya mendampinginya kini telah pergi demi cinta seorang pelacur. Kedua anaknya pun kini tak terlalu perduli dengan keadanya. Tinggallah aku dan dirinya menjalani hidup yang mungkin kelak bisa berubah. Mungkin..?

Selengkapnya…

This was posted under category: Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Remaja, Puisi Cinta, Puisi Umum, Sajak Cinta, Sajak Syair

Choreography Blogs - BlogCatalog Blog DirectoryDirectory of Archaeology BlogsArts Blogs - Blog Rankings Visit blogadda.com to discover Indian blogsBlog Search, Blog Directory
Blog DirectoryPowered by Stats 21blogarama - the blog directoryCheck PageRankGoogle bot last visit powered by Gbotvisit.comYahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.comMsn bot last visit powered by ScriptmeAdd to Technorati Favorites
puisi, cinta, alam, milis, buma, bunga, matahari, sejuta, kasih, bebas, sastra, sastra nusantara, poem, sajak, syair, kata cinta, sejuta cinta, sejuta puisi, cerpen, cerita, cerita pendek, cerita panjang, cerbung, cerita bersambung, nusantara, sastra nusantara, pontianak, puisi pontianak, kalbar puisi, pantun, seni, seniman, cerita pendek, cerpen, cerita panjang, cerita bersambung, cerbung, cerita remaja, cerita dewasa, cerita orang tua, cerita dongeng, cerita anak, cerita indonesia, cerita melayu, cerita adat, puisi melayu, puisi malaysia, puisi negara, poem, puisi alam