Pantun Melayu
Buat Kamu
Judul: Buat Kamu
Oleh: Tito
kagen itu selalu tumbuh menjalari seluruh tubuh,
bagai air yang selalu mengalir
hanya ia yang mengerti…
Lalu,
biarkanlah angin menyapu pasir
membawanya terbang bertemu awan
bersimpuh, menanti kening langit tak berkerut lagi,,
Lalu ia kehilangan cahaya surya,
berganti kelabu beku,
sampai kau menangis…
berteriak dan menghasilkan petir..
dan..
ketika tangis terasa tak berarti,
ia datang menghadiahkan mu.,
sebuah pelangi…
Saat Kucintai Seorang Politikus Di Negeri Anonimus
Saat kucintai seorang politikus
Terlenaku oleh rayuan propagandanya setengah mampus
Ego dan jaim-ku terbakar hangus
Sedikit ada rasa sukaku langsung dia bungkus
Saat kuputuskan mengikat cinta dengan politikus
Privacy-ku terhapus
Nomor handpone-ku disadap terus
Hadiah perkawinan dan kunjungan kerja kami diendus-endus
Rasa santai dan hidup bersahaja segera diberangus
Saat terdengar ada wanita lain dalam kehidupan politikus
Pasrah nelangsa hatiku digerus
Mendengar selalu ada wanita saat ijin [...]
Pantun Melayu Lama
Sutan Muda dari Lampung,
Memikul cangkul dengan bajak,
Singgah minum di lepau nasi;
Sudah serkah tempat bergantung,
Telah patah tempat berpijak,
Budi yang baik tetap di hati
Banyak orang di Bukit Cina,
Daun nanas serak-serakan,
Burung tempua di pohon saga;
Zaman sekarang ringgit berguna,
Emas perak jadi taruhan,
Budi baik terpinggir juga.
