Cerita Pendek

hiduplah dengan mataku

Judul: hiduplah dengan mataku
Oleh: “adhi”
“Aku ingin banget lihat indahnya dunia ini, dan melihat wajah seorang malaikat yang selalu menemani aku di !”
Ucap syanta dengan penuh harapan
“malikat…..?”
Tanya adhi bingung,
“ia malaikat, kamu itu seperti seorang malikat dhi, yang selalu menemani dan menjaga ku”
“kamu bisa aja syanta….”
“dhi, kenapa sih kamu mau menemani aku ?”
“karna aku sayang banget [...]


Cerpen: PERSEMBAHAN TERAKHIR UNTUK BUNDA

Cerpen yang manis,


Apa Salah Aku Cina

Judul: Apa Salah Aku Cina
Created By: DZawin Nuha
Shanghai 31 November 2005.
Gerimis salju yang bergulir keras bersamaan dengan tiupan angin yang lumayan kencang menghiasi kota shanghai sore itu. Kerlip lampu yang telah menyala turut mewarnai suasana di kota yang dikenal paling ramai di negara Cina. Di kanan kiri jalan sudah penuh dengan tumpukan salju yang menggunung. [...]


Pembicaraan Singkat di Handphone…

Judul: Pembicaraan Singkat di Handphone
Oleh: Aishiteru
Mojokerto
4 Mei 2009
Pada sebuah Senin…
Malam sudah begitu menua. Beberapa waktu kemudian pagi datang sebagai jabang bayi yang begitu bersih dari dosa…
Tuuutt…tuuutt…tuuut…
Lalu…
Klik..
“Halo…”
“Hai. Halo. Apa kabar?”
“Masih ingat sama aku?”, suara lelaki itu terdengar begitu sinis.
“Ya iyalah. Gimana kabar kamu?”
“Kenapa?”
“Apanya yang kenapa?
Jangan sewot gitu dong.
Ga capek apa marah dan sewot terus?”


Lelaki Insomnia

Judul: Lelaki Insomnia
Oleh: Aishiteru
Kediri
26 April 2009
Hampir tengah malam disini
23:14
Malam semakin melarut. Semua sudah nyenyak tinggali alam bawah sadar. Terlena oleh suasana malam yang memang begitu lenggang. Bisa juga karena terlanjur rapatkan kelopak karena paksaan lelah yang kian menjajah raga…
Lelaki itu berada disini dengan sebuah kesulitan…
Sebentar…
Handphone-nya berdering oleh panggilan kawan lama. Seorang Andrita yang adalah karib [...]


Surat Kepada RAN 1 & 2

Judul: Surat Kepada Ran 1 & 2
Oleh: “TAUFIK WALHIDAYAT”
SURAT KEPADA RAN 1
pagi ran, mungkin saja baru pagi ini sempat kau baca suara kalbu ini
sebab semalam engkau tidur dengan pulas sekali
setelah seharian bergulat dengan gemerlap pijar lampu yang menyilaukan
ran aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa peracakapan kita
di perlehatan sakral itu penuh makna bagiku
meski kau hanya ucap [...]


Pahlawan Devisa

tetes-tetes air mata
selalu dalam alur cerita
buruh migrein INDNONESIA
tanpa kendali
terpuruk didalam semu duniawi
kesepian…..
ocehan-ocehan para juragan
sedikit-demi sedikit
iman terkikis habis
akan dunia bebas yang bengis
walau sering mencoba
beranjak dari semuanya
kelelahan jiwa
kembali menyeret kelubang yang menganga
masih pantaskah……?
menyandang gelaor pahlawan devisa
sedangkan tubuh tak seharum pahlawan
sedangkan raga
tercemar lumpur-lumpur dosa
From:“TRI ULAN TAIPEI CITY”


Ketakutan

ketakutan selalu menghantuiku
menghantui hari – hari ku
seakan aku tak kan bisa melalui hari – hari ini
ketakutan juga selalu membuatku kecewa
sakit……….
pedih…..
tak ada yang bisa tempatku tuk melalui ketakutanku
aku benci dengan semuanya
aku benar – benar muak
aku ingin lari dari ketakutan ini
tapi kenapa aku ngak bisa
tapi ku ingin melawan ketakutan ini
aku tidak mau terus – menerus dihantui ketakutan [...]


Saat Kucintai Seorang Politikus Di Negeri Anonimus

Saat kucintai seorang politikus
Terlenaku oleh rayuan propagandanya setengah mampus
Ego dan jaim-ku terbakar hangus
Sedikit ada rasa sukaku langsung dia bungkus
Saat kuputuskan mengikat cinta dengan politikus
Privacy-ku terhapus
Nomor handpone-ku disadap terus
Hadiah perkawinan dan kunjungan kerja kami diendus-endus
Rasa santai dan hidup bersahaja segera diberangus
Saat terdengar ada wanita lain dalam kehidupan politikus
Pasrah nelangsa hatiku digerus
Mendengar selalu ada wanita saat ijin [...]


Cinta Laki-Laki Biasa

Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.
Kenapa? Tanya mereka di hari [...]