Archive for the ‘Cerita Remaja’ Category

Dua Potongan Kecil – kepingan pertama

Thursday, May 13, 2010 9:59 Comments Off

Copyright By: Andri Nugraha
noedley_andreij@yahoo.com

http://kotakcerita-andri.blogspot.com

http://noedleylab.wordpress.com

Legenda Sang Penguasa menciptakan Dunia dengan serangkaian kejadian… Ia menunjuk Alam sebagai bentuknya…Kemudian…Atas kehendak-Nya, Takdir memanggil dan menebarkan manusia laksana potongan-potongan kecil untuk melengkapi rangkaian tersebut Mereka membawa berbagai keanekaragaman untuk tetap saling melengkapi Lalu Sang Waktu diputar dan mulai menghitung mundur… Berabad-abad lamanya di hari yang lain… Sang Penguasa menciptakan kembali sepasang potongan kecil, Untuk kembali melengkapi rangkaian Dunia Mereka sama, namun memiliki keanekaragaman berbeda Kedua potongan kecil itu serupa, tetapi terlahir dari rahim yang berlainan Mereka adalah satu jiwa yang terpisah ke dalam dua raga

Manusia yang akan menentukan kemana arah rangkaian itu akan berjalan, Dan manusia juga-lah yang akan membentuk wajah dunia nanti… Karenanya… Takdir mengutus kedua potongan tersebut turun ke dunia, Hingga pada suatu saat mereka akan di pertemukan.

Jika waktu itu telah tiba… Mereka sendirilah yang akan menentukan siapa yang akan menjadi bagian dari rangkaian tersebut. Karena hanya ada satu tempat yang akan diisi oleh salah satu dari keduanya.

Satu dari keduanya akan terpanggil pulang, Dan yang satu lagi… Dialah yang akan mengisi tempat itu, Melengkapi rangkaian tersebut, Agar dunia tetap berputar… Dan berjalan sampai pada waktu yang telah ditentukan.

Selengkapnya…

This was posted under category: Alunan Puisi, Cerita Bersambung, Cerita Cinta, Cerita Pendek, Cerita Remaja, Sebuah Cerita Tags: ,

Dedes

Monday, March 22, 2010 2:20 Comments Off

DEDES

Oleh : Suhariyadi

Dedes! Engkaukah itu yang mengintip dari balik jendela kamarku. Malam begitu dingin dan sepi. Angin membawa embun, melembabkan malam. Tak seorang pun yang mau melewati malam ini. Tapi kenapa engkau benamkan tubuhmu dalam suasana seperti itu. Adakah yang mengusik pikiranmu? Adakah yang mengotori perasaanmu? Masuklah kalau engkau mau berbagi atau sekedar menghangatkan badan dan memenuhi kehausanmu. Aku, Arok yang selalu melihat cahaya di betismu. Itu adalah tanda bahwa takdir akan menyatukan kita untuk meraih ambisi dan cita-cita. Tak perlu ragu. Aku tahu apa yang mesti aku perbuat. Aku tahu apa yang mesti aku lakukan. Sudah ada jalan membentang di depan dan rakyat berjajar sepanjang jalan, mengelu-elukan rajanya yang telah tiba. Tak kau lihatkah semua itu? Tidakkah kau rasakan gemuruh perasaan kita untuk berpaut. Gemuruh suara-suara gaib yang mendorong kita untuk berjalan di sepanjang jalan itu.

Selengkapnya…

This was posted under category: Cerita Bersambung, Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja Tags: , , , ,

hiduplah dengan mataku

Sunday, January 24, 2010 2:04 2 Comments

Judul: hiduplah dengan mataku
Oleh: “adhi”

“Aku ingin banget lihat indahnya dunia ini, dan melihat wajah seorang malaikat yang selalu menemani aku di !”
Ucap syanta dengan penuh harapan
“malikat…..?”
Tanya adhi bingung,
“ia malaikat, kamu itu seperti seorang malikat dhi, yang selalu menemani dan menjaga ku”
“kamu bisa aja syanta….”
“dhi, kenapa sih kamu mau menemani aku ?”
“karna aku sayang banget sama kamu dan aku ga mau terjadi apa-apa sama kamu”
Ucap adhi tulus sambil memegang telapak tangan kiri syanta,
“Sayang,,,,! Kamu sayang sama aku, bukannya kamu hanya kasihan dengan seorang gadis buta seperti aku ?”
“kenapa kamu bicara seperti itu, jadi kamu meragukan perasaan ku ?”
“bukanya aku meragukan dhi, mana ada sih seseorang yang ingin punya kekasih tunanetra, itu hanya dapat membuat ………..”
Belum selesai bicara syanta memutuskan kata-katanya
“membuat apa ?”
Syanta hanya terdiam sejenak,
“aku menyayangi kamu dengan tulus syanta, bukan karna aku kasihan dengan kamu, jadi buanglah keraguan kamu itu. Aku ingin menjadi kekasih yang selalu menjaga dan menemani kamu syanta”
“maafin aku dhi aku ga bisa menjadi kekasih kamu, kamu lebih pantas dengan wanita normal bukan seperti aku”
“kenapa kamu bicara seperti itu syanta ? aku ingin kamu bicara jujur bagaimana perasaan kamu selama ini sama aku ?”
“sudahlah dhi, ga ada sedikitpun perasaan aku untuk kamu, aku selama ini hanya mengganggap kamu sebagai teman !”
“kamu bohong syanta, kamu bohong………..!!!”
Teriak adhi dengan sedih dan ia segera berlari pergi dari hadapan syanta dengan membawa kehancuran di hatinya, syanta hanya terdiam dan merenung atas semua apa yang telah dikatakannya pada adhi. Dalam hatinya syanta berkata “maafin aku dhi, aku telah membohongi perasaan aku sebenarnya aku sayang sama kamu tapi aku tidak ingin menyusahkan kamu semoga kamu mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku”
Ternyata syanta juga memendam perasaan dengan adhi, terpaksa ia mengorbankan cintanya hanya karna ketidak sempurnaan dirinya, namun apa yang di lakukannya itu justru membuat dua hati menjadi hancur.

***
Selengkapnya…

This was posted under category: Cerita Bersambung, Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja, Cerita Sahabat, Sebuah Cerita Tags: , , , , ,

Blood on The Uniform (part 2 b)

Thursday, December 3, 2009 23:13 2 Comments

Lanjut dari sebelumnya. di malam penuh cahaya lampu di pinggiran jalan aku mengunggu lilyana datang untuk aku ajak menonton film kesukaannya, kemudian muncul lilyana dari kejauhan dengan rok pendek biru, berkaus kaki panjang, bersepatu cantik, bersweeter ungu, bershal biru tua, dan rambutnya menggunakan penjepit rambut yang lucu. aku terkagum dengan penampilan cantiknya.

“Hai Vincent, mengapa menatapku seperti itu?” lilyana bertanya sambil tersenyum padaku
“emm… emmm… tidak , ayo kita pergi ke bioskop” aku gugup sekali…

kemudian kita masuk ke bioskop, membeli pop corn dan menonton film romantis kesukaannya. aku duduk di sebelahnya, menemaninya melihat film yang dia sukai selama ini, penonton mulai menempati semua kursi di ruangan, roll film pun di putar dari belakang, munculah gambar bercerita yang menghibur.

film yang menceritakan suatu romansa kehidupan cinta, yang membuat semua penonton terharu menyaksikannya, membuatku sedikit terhibur, tapi lilyana perlahan menyandarkan kepalanya padaku, menampangkan wajah penuh putus asa.

“seandainya aku dapat bersama terus dengan pangeran itu, dan aku bisa terlepas dari penderitaanku yang selama ini menyiksaku”ucap lilyana dengan putus asa.

Selengkapnya…

This was posted under category: Cerita Bersambung, Cerita Dewasa, Cerita Remaja Tags: , , , , , , , ,

Blood on The Uniform (part 2 a)

Thursday, December 3, 2009 23:12 No Comments

Cinta, saat cinta memberikan suatu penerangan yang hangat, awan gelap menutupi cahaya cinta dan menghacurkannya dengan petir, cinta yang dicari selama ini oleh sang pria akhirnya hancur menjadi abu. tangisan kesedihan, kepedihan teralirkan melalui derasnya hujan darah dari awan yang membasahi tanah jiwaku ini.

begitulah rasa sakit hati yang begitu merobek perasaan ini. kematian seorang wanita yang aku sayangi dan kupercayai mendampingi hidupku selama ini harus pergi mejauh dariku ke dunia lain dengan peluru di dadanya yang menyimpan semua perasaan cinta ku padanya, dan rasaku telah mati untuk menyadarinya.

berawal mula dari sebuah pertemuan di kelas yang sama, seorang wanita lugu, baik, berparas cantik sanggup meluluhkan hatiku yang keras ini. dialah Lilyana Maria Griswold .

Selengkapnya…

This was posted under category: Cerita Bersambung, Cerita Dewasa, Cerita Remaja Tags: , , , , , , , ,

Kartini dialah Ibuku

Thursday, June 18, 2009 18:51 No Comments

Judul: Kartini Dialah Ibuku
Oleh: Iwansteep

Di umurnya yang hampir genap 46 tahun beliau masih bergelut dengan jarum mesin dan benang jahit. Wajahnya sudah nampak berkerut dengan rambut panjang yang jarang terurus. Di atas mesin jahit itu dengan semangat membabi buta beliau terus mencari nafkah untuk kehidupan yang lebih baik katanya. Berapa kali beliau mengungkapkan itu kepadaku tapi tak terlalu ku gubris, bagiku ini adalah jalan yang terbaik yang telah Tuhan berikan untuk aku dan ibuku.

Ya…,mau gimana lagi, sosok suami yang seharusnya mendampinginya kini telah pergi demi cinta seorang pelacur. Kedua anaknya pun kini tak terlalu perduli dengan keadanya. Tinggallah aku dan dirinya menjalani hidup yang mungkin kelak bisa berubah. Mungkin..?

Selengkapnya…

This was posted under category: Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Remaja, Puisi Cinta, Puisi Umum, Sajak Cinta, Sajak Syair

Apa Salah Aku Cina

Monday, June 1, 2009 19:31 5 Comments

Judul: Apa Salah Aku Cina
Created By: DZawin Nuha

Shanghai 31 November 2005.
Gerimis salju yang bergulir keras bersamaan dengan tiupan angin yang lumayan kencang menghiasi kota shanghai sore itu. Kerlip lampu yang telah menyala turut mewarnai suasana di kota yang dikenal paling ramai di negara Cina. Di kanan kiri jalan sudah penuh dengan tumpukan salju yang menggunung. Terlihat satu dua orang petugas membersihkan tumpukan salju itu dari jalan. Menyingkirkannya ke tepi. Lengah sedikit saja tumpukan salju itu bisa mengganggu perjalanan para pengguna jalan. Dari arah berlawanan mobil berbagai jenis melaju pelan melawan derasnya arus salju yang turun lebih banyak sore itu.

Di sisi lain seperti kebiasaan orang Cina sejak dulu, meski salju turun cukup deras masih terlihat beberapa orang melintasi jalan dengan jaket tebal. Agak menggigil dan merapatkan jaket langkah demi langkah mereka lalui. Diantara mereka terlihat seorang gadis berjalan cepat melintasi jalan tersebut. Udara yang semakin dingin membuatnya makin tidak betah tinggal terlalu lama di luar.

Selengkapnya…

This was posted under category: Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja Tags: , , , ,

Pembicaraan Singkat di Handphone…

Friday, May 22, 2009 18:21 No Comments

Judul: Pembicaraan Singkat di Handphone
Oleh:

Mojokerto
4 Mei 2009
Pada sebuah Senin…

Malam sudah begitu menua. Beberapa waktu kemudian pagi datang sebagai jabang bayi yang begitu bersih dari dosa…

Tuuutt…tuuutt…tuuut…

Lalu…

Klik..

“Halo…”

“Hai. Halo. Apa kabar?”

“Masih ingat sama aku?”, suara lelaki itu terdengar begitu sinis.

“Ya iyalah. Gimana kabar kamu?”

“Kenapa?”

“Apanya yang kenapa?
Jangan sewot gitu dong.
Ga capek apa marah dan sewot terus?”

Selengkapnya…

This was posted under category: Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja Tags: , , , , , , ,

Lelaki Insomnia

Friday, May 22, 2009 18:20 No Comments

Judul: Lelaki Insomnia
Oleh: Aishiteru

Kediri
26 April 2009
Hampir tengah malam disini
23:14

Malam semakin melarut. Semua sudah nyenyak tinggali alam bawah sadar. Terlena oleh suasana malam yang memang begitu lenggang. Bisa juga karena terlanjur rapatkan kelopak karena paksaan lelah yang kian menjajah raga…

Lelaki itu berada disini dengan sebuah kesulitan…

Sebentar…

Handphone-nya berdering oleh panggilan kawan lama. Seorang Andrita yang adalah karib seperjuangannya di bangku Fakultas Ilmu Administrasi dulu.

“Apa bedanya admired by dengan admired with?”

Lalu lelaki itu menjawab singkat; “Bukannya kamu dulu pernah menanyakan itu?”

“Masa sih?”

“Iya…”

“Kalau begitu ulang lagi dong jawabannya!”

“Basically sih sama aja, cuma kalau yang lebih grammar ya Admired By karena itu pasif. Tapi dua duanya common dipakai kok. Jadi ya sama saja…”

“Oh gitu. Ya sudah. Thanks ya…”

Pembicaraannya selesai…

Tentang lelaki itu…

Selengkapnya…

This was posted under category: Cerita Cinta, Cerita Dewasa, Cerita Pendek, Cerita Remaja

Surat Kepada RAN 1 & 2

Saturday, May 16, 2009 18:16 No Comments

Judul: Surat Kepada Ran 1 & 2
Oleh: “TAUFIK WALHIDAYAT

SURAT KEPADA RAN 1

pagi ran, mungkin saja baru pagi ini sempat kau baca suara kalbu ini
sebab semalam engkau tidur dengan pulas sekali
setelah seharian bergulat dengan gemerlap pijar lampu yang menyilaukan

ran aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa peracakapan kita
di perlehatan sakral itu penuh makna bagiku
meski kau hanya ucap sepintas lalu
ucapmu adalah anugerh bagiku
tapi tahukah kau ran saat itu hatiku laksana terhempas gletser
dingin sedingin beku
sejuk sesejuk embun yang jatuh didedaunan
ran , adakah bahasa yang sanggup ungkap bahagia ini
saat kutahu kau baca setiap sajak
yang kukirim padamu disetiap titik dua belas
dan yakinlah ran, aku pasti datang padamu bukan hanya sajak
seperti janjiku padamu saat itu
tak lupa kubawa serta segala kejujuran yang pernah kumiliki
itupun jika ada sepatah kata kepastian darimu
ran, dibawah kegamangan dan keraguan mungkin
aku menggigil diam seribu bahasa
tersiksa waktu yang tersenyum beku disudut sunyi.

Banyuwangi, 02 Desember 2008

Selengkapnya…

This was posted under category: Cerita Cinta, Cerita Pendek, Cerita Remaja Tags: , ,

Choreography Blogs - BlogCatalog Blog DirectoryDirectory of Archaeology BlogsArts Blogs - Blog Rankings Visit blogadda.com to discover Indian blogsBlog Search, Blog Directory
Blog DirectoryPowered by Stats 21blogarama - the blog directoryCheck PageRankGoogle bot last visit powered by Gbotvisit.comYahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.comMsn bot last visit powered by ScriptmeAdd to Technorati Favorites
puisi, cinta, alam, milis, buma, bunga, matahari, sejuta, kasih, bebas, sastra, sastra nusantara, poem, sajak, syair, kata cinta, sejuta cinta, sejuta puisi, cerpen, cerita, cerita pendek, cerita panjang, cerbung, cerita bersambung, nusantara, sastra nusantara, pontianak, puisi pontianak, kalbar puisi, pantun, seni, seniman, cerita pendek, cerpen, cerita panjang, cerita bersambung, cerbung, cerita remaja, cerita dewasa, cerita orang tua, cerita dongeng, cerita anak, cerita indonesia, cerita melayu, cerita adat, puisi melayu, puisi malaysia, puisi negara, poem, puisi alam