<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kumpulan Sastra Nusantara &#187; Puisi Chairil Anwar</title>
	<atom:link href="http://www.bangfad.com/sastra/category/syair-puisi/puisi-chairil-anwar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bangfad.com</link>
	<description>None</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Aug 2010 07:05:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Sia Sia</title>
		<link>http://www.bangfad.com/sastra/sia-sia.html</link>
		<comments>http://www.bangfad.com/sastra/sia-sia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 05:40:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penyair cinta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi Chairil Anwar]]></category>
		<category><![CDATA[chairil anwar]]></category>
		<category><![CDATA[chairil anwar poem]]></category>
		<category><![CDATA[sajak chairil anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bangfad.com/?p=444</guid>
		<description><![CDATA[Penghabisan kali itu kau datang membawa karangan kembang Mawar merah dan melati putih: darah dan suci. Kau tebarkan depanku serta pandang yang memastikan: Untukmu. Sudah itu kita sama termangu Saling bertanya: Apakah ini? Cinta? Keduanya tak mengerti. Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri. Ah! Hatiku yang tak mau memberi Mampus kau dikoyak-koyak sepi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penghabisan kali itu kau datang<br />
membawa karangan kembang<br />
Mawar merah dan melati putih:<br />
darah dan suci.<br />
Kau tebarkan depanku<br />
serta pandang yang memastikan: Untukmu.</p>
<p>Sudah itu kita sama termangu<br />
Saling bertanya: Apakah ini?<br />
Cinta? Keduanya tak mengerti.</p>
<p>Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri.</p>
<p>Ah! Hatiku yang tak mau memberi<br />
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bangfad.com/sastra/sia-sia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku</title>
		<link>http://www.bangfad.com/sastra/aku.html</link>
		<comments>http://www.bangfad.com/sastra/aku.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 14:29:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penyair cinta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi Chairil Anwar]]></category>
		<category><![CDATA[anwar]]></category>
		<category><![CDATA[puisi anwar]]></category>
		<category><![CDATA[puisi chairil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bangfad.com/?p=434</guid>
		<description><![CDATA[Kalau sampai waktuku &#8216;Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Maret [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau sampai waktuku<br />
&#8216;Ku mau tak seorang kan merayu<br />
Tidak juga kau</p>
<p>Tak perlu sedu sedan itu<br />
Aku ini binatang jalang<br />
Dari kumpulannya terbuang</p>
<p>Biar peluru menembus kulitku<br />
Aku tetap meradang menerjang<br />
Luka dan bisa kubawa berlari Berlari<br />
Hingga hilang pedih peri</p>
<p>Dan aku akan lebih tidak perduli<br />
Aku mau hidup seribu tahun lagi</p>
<p>Maret 1943</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bangfad.com/sastra/aku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PRAJURIT JAGA MALAM</title>
		<link>http://www.bangfad.com/sastra/prajurit-jaga-malam.html</link>
		<comments>http://www.bangfad.com/sastra/prajurit-jaga-malam.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 04:41:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penyair cinta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi Chairil Anwar]]></category>
		<category><![CDATA[bait puisi]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[puisi perjuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bangfad.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ? Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini Aku suka pada mereka yang berani hidup Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu…… Waktu jalan. Aku tidak tahu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?<br />
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam<br />
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian<br />
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini<br />
Aku suka pada mereka yang berani hidup<br />
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam<br />
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……<br />
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !</p>
<p>(1948)<br />
Siasat,<br />
Th III, No. 96<br />
1949</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bangfad.com/sastra/prajurit-jaga-malam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
