Archive for the ‘Puisi Doa’ Category

Malam

Saturday, August 28, 2010 14:04 No Comments

Judul: Malam
Oleh: Acalseple

Ketika sisi gelapku yang lapang menempati kekosongan dalam wujud ruang
Evolusi atas rasa ketidakpuasan
Juga…
ketidak berdayaan
Selamanya mungkin aku terus merasa nyaman dalam perasaan penuh kekosongan
Di langitku…
Orbit-orbit beterbangan dan mengambang
Berputar satu sama lain dalam renggan
Enggan rasanya aku memberikan siang
Aku… andai kau tahu
Kegelapanku mulai tak tertahankan
Dan saat benar-benar ingin kusembunyikan diriku dalam semesta yang coba kuciptakan
Katakan aku adalah pengecut…
Aku takut menyakiti semuanya yang telah berusha

This was posted under category: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Kahlil Gibran, Puisi Kenangan, Puisi Umum Tags: , , , ,

Tak Tau

Wednesday, August 25, 2010 19:32 1 Comment

Judul: Tak Tau
Oleh: Siti Kholifah

disaat kau ada
aku merasa ta’ membutuhkanmu
tapi disaat kau menghilang
kenapa aku merasa ingin mencarimu
disaat kau dekat
aku merasa ta’ ingin bersamamu
tapi disaat kau dengan yang lainnya
kenapa aku merasa sakit melihatnya

aku ta’ kuasa menafsirkan rasa jiwa
ketakutanku terlalu dalam untuk menetapkannya
tapi hati ingin slalu menemukanmu
memastikan tentang keadaanmu

rindupun menjadi duri di jiwa
membuat wajahku basah dengan air mata
hati gelisah dengan berbagai tanya
ingin kusampaikan namun bibir ta’ mampu untuk berkata

dengarkanlah bisik hatiku
rasakanlah dengan setulus jiwamu
bacalah setiap sorot mataku saat menatapmu
setiap tingkah laku ku saat bersamamu

This was posted under category: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum Tags: , , , ,

Sahabat dalam hatiku

Sunday, July 4, 2010 2:44 1 Comment

Judul: Sahabat dalam hatiku
From: Meldasyah

Bagiku sahabat adalah yang terhebat dalam hidupku
Bagiku sahabat adalah yang teristimewa yang pernah kumiliki
Karena hanya sahabat yang bisa membuat warna dalam keseharianku
Hari-hariku terasa mencekam tanpa kehadirannya

Aku jadikan sahabat sebagai hembusan nafasku
Jadi tanpa sahabat aku merasa nafasku terhenti seketika
Aku jalani persahabatan dalam hati,jauh dilubuk hatiku bukan dalam pikiran atau ingatan semata
Jadi ketika aku ataupun sahabatku melakukan kesalahan,dengan hati pula segalanya diselesaikan.

This was posted under category: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Islami, Puisi Kenangan, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum Tags: , , , , ,

Ku Menangis untuk kebahagiaanmu

Thursday, May 13, 2010 9:47 No Comments

Kenapa kepuraanmu begitu berbisa??
kini diriku terjebak dalam setiap anganku…
menanti dan terus menanti kesetiaanmu
meneteskan butiran kecewa dalam penantianku..
Kenapa kau hadirkan sebuah syair cinta untukku??
tapi kau hanya menaburkannya dalam badai penghianatanmu…
memulai semua dengan kata-kata manis yang pahit dalam kesendirianku..
ku menangis untuk kebahagiaanmu…
semoga kau bahagia setelah meluluhkan semua kebahagiaanku
semoga penyesalanmu tak pernah datang untukku…
selamat tinggal sisa-sisa harapanku yang hampa..
terbanglah engkau melemparkan penderitaanku yang tak berujung….

This was posted under category: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Umum Tags: , , , , ,

Untukmu, Para Pencari Nafkah

Thursday, May 13, 2010 9:45 1 Comment

Sendiri, kudisini Mengamati derap langkah para pencari nafkah
Dalam keterbatasan dan harapan
Menggenggam sebuah impian besar
Impian para kaum sarjana
Sungguh mereka bukan lah mahkluk lemah
Yang hanya bisa mencela kerasnya dunia
Lalu terdiam termakan oleh jaman

Mereka hanyalah kaum yang kurang beruntung
Yang terlupakan oleh kaum beruntung
Terlihat jelas piluh di raut mukanya
Butiran keringat menghiasi setiap bagian tubuhnya

Terpancar semangat di matanya
Dengan senyuman lembut yang menghias wajahnya
Dalam hati ku bertanya
Apa yang bisa kulakukan buat mereka ??

Melihat diriku sendiri yang terjajah..
Sementara kumelihat mereka yang mulai lelah
Namun aku percaya kawan..
Mereka bukanlah orang yang lemah
Mereka bukanlah orang yang mudah putus asa
Mereka adalah harapan bagi keluarganya
Mereka adalah pahlawan bagi keluarganya
Andai aku bisa sedikit membantu …
Ya Robb kumohon berikan kami sedikit peluang …

This was posted under category: Alunan Puisi, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Islami, Puisi Pahlawan, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum Tags: , , , ,

Mentari Kecil

Wednesday, January 27, 2010 22:37 No Comments

aku bukanlah benalu,…
yang hanya bisa tumbuh dan hidup
dari kehidupan “tumbuhan” lain
mengganggu dan merugikan “tumbuhan” itu

bukan pula ku layaknya hama
yang hanya bisa merusak “tumbuhan” orang lain
yang dapat dihancurkan kapan saja
ketika sang pemilik “tumbuhan” menemui titik kebencian

bukan pula q layaknya pungguk yang merindukan rembulan
berharap dapat q rasakan
keindahan akan sinarnya,…
disaat musim penghujan

tp q ingin menjadi mentari kecil
senantiasa pancarkan sinaran
berikan kehidupan pada setiap insan
senyuman senantiasa aku lemparkan
pertanda bahagia dengan kehidupan “tumbuhan” itu
juga kebahagiaan setiap insan…

This was posted under category: Alunan Puisi, Alunan Sajak, Cerita Islami, Cerita Sahabat, Kumpulan Pantun, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Malam Tags: , , ,

Tersungkur Sujud dalam Sajadah BUMI-MU

Wednesday, December 30, 2009 3:49 1 Comment

Judul: Tersungkur Sujud dalam Ssajadah BUMI-MU
Oleh: Afri Yendra

Pagi yang cerah ketika burung-burung meliuk diangkasa
Bersembunyi diawan-awan putih pada pelataran birunya langit
Bak bersautan dengan tengadahnya tanganku menjulang tinggi
Alunan dzikirku melebihi riuhnya nyanyian mega
Dalam rasa dalam jiwa qalbuku melebihi dalamnya samudera
Tetesdarah rindu bolak balik dalam bongkahan hati
Semakin jernih sampai dijantungtubuh dan,
Duduk terdiam dalam nadi qalbuku.

Helahan nafas silih berganti berirama mengeringi nyanyian zikir
Semakin jauh masuk dalam qalbujiwaku akhirnya sampai pada ruhqalbuku.
Semakin dalam semakin jernih darahrinduku, dan…
Semakin tenang bermukim rinduku pada-Mu.

Rabbi,
Kadang kakiku sudah mulai gontai dilangkahkan,
Kadang nafasku mulai sesak,
Itu tubuh milik-Mu.
Tapi Rab,
Kaki jantungku semakin tegap melangkah
Nafas qlbujiwaku semakin teratur
Mengiringi tetesdarah rindu menuju Arsy-Mu
Ohh, melayangkan jauh melebihi burung-brung itu
Bersautanlah rindu cinta dalam rulqalbu jiwaku
Keharibaan-Mu melebih sautan mega dalam pelataran langit biru.

Aku tertegun dalam aliran nada dzikir,
Tersungkur sujud dalam sajadah bumi-Mu.
Berlipattangan dalam dekapan rindu,
Tersenyum dalam lambaian wajah-Mu dihatiku
Satu kata,…. satu kalimah,….. satu rasa…..
Yang mengantarkan melayang jiwakurinduku pada-Mu
Laa Ilaaha Illa Allah.

Bsk, 160409,0951.

Tags: puisi islam, puisi rabbi, puisi dzikir, puisi zikir, puisi ruhqalbuku, puisi religius, puisi doa

This was posted under category: Puisi Doa, Puisi Islami, Puisi Malam, Puisi Sahabat Tags: , , , , , ,

Choreography Blogs - BlogCatalog Blog DirectoryDirectory of Archaeology BlogsArts Blogs - Blog Rankings Visit blogadda.com to discover Indian blogsBlog Search, Blog Directory
Blog DirectoryPowered by Stats 21blogarama - the blog directoryCheck PageRankGoogle bot last visit powered by Gbotvisit.comYahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.comMsn bot last visit powered by ScriptmeAdd to Technorati Favorites
puisi, cinta, alam, milis, buma, bunga, matahari, sejuta, kasih, bebas, sastra, sastra nusantara, poem, sajak, syair, kata cinta, sejuta cinta, sejuta puisi, cerpen, cerita, cerita pendek, cerita panjang, cerbung, cerita bersambung, nusantara, sastra nusantara, pontianak, puisi pontianak, kalbar puisi, pantun, seni, seniman, cerita pendek, cerpen, cerita panjang, cerita bersambung, cerbung, cerita remaja, cerita dewasa, cerita orang tua, cerita dongeng, cerita anak, cerita indonesia, cerita melayu, cerita adat, puisi melayu, puisi malaysia, puisi negara, poem, puisi alam