Archive for the ‘Puisi Sedih’ Category

jingga

Saturday, August 28, 2010 14:05 1 Comment

Judul: JINGGA
Oleh: Balada Sang Jingga

telah kubawakan jingga yang kucuri dari senja
untuk mengganti warna bajumu yang tlah lusuh karena dosa
telah kubawakan jingga yang kucuri dari purnama
untuk mengganti warna kerudungmu yang pucat karena dunia

usah kau pikirkan senja tanpa jingga
ia akan mengalah saat lengkung malam mulai rebah

tak usah kau pikirkan purnama tanpa jingga
bukankah, tak ada yang merindukan purnama itu
bukankah lebih baik jika jingga itu kucuri saja
lalu kujadikan hijab untukmu,..

biarlah purnama kehilangan jingga
tidakkah cahayanya telah redup oleh gemerlap lampu kota

jika jingga yang kuhantar
tak cukup untuk membuatmu berbinar,.
tak akan kucuri lagi jingga dari sang fajar,..


This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Rumi, Puisi Sedih, Puisi Umum, Sajak Syair Tags: , , , , ,

Tak Tau

Wednesday, August 25, 2010 19:32 1 Comment

Judul: Tak Tau
Oleh: Siti Kholifah

disaat kau ada
aku merasa ta’ membutuhkanmu
tapi disaat kau menghilang
kenapa aku merasa ingin mencarimu
disaat kau dekat
aku merasa ta’ ingin bersamamu
tapi disaat kau dengan yang lainnya
kenapa aku merasa sakit melihatnya

aku ta’ kuasa menafsirkan rasa jiwa
ketakutanku terlalu dalam untuk menetapkannya
tapi hati ingin slalu menemukanmu
memastikan tentang keadaanmu

rindupun menjadi duri di jiwa
membuat wajahku basah dengan air mata
hati gelisah dengan berbagai tanya
ingin kusampaikan namun bibir ta’ mampu untuk berkata

dengarkanlah bisik hatiku
rasakanlah dengan setulus jiwamu
bacalah setiap sorot mataku saat menatapmu
setiap tingkah laku ku saat bersamamu

This was posted under category: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum Tags: , , , ,

Sepi

Sunday, July 4, 2010 2:47 No Comments

Judul: Sepi
From: Al-Umam

hampa rasa diri.
Ini hati bergemuruh
‘tika teringat dikau penuh – seluruh
tinggalkan nama, tinggalkan raut muka
tinggalkan semua yang dikau punya
sebelum asaku bertahta.

Sepi …
hati terpaut padamu
begitu mendendam rindu.
Biar keluh … biarkan menahan pilu,
biar resah … biarkan menahan gundah
merenggutmu, lepas – sudah …

This was posted under category: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum Tags: , , , ,

sepertinya ku terlambat……..??

Thursday, May 13, 2010 9:49 No Comments

seiring berputarnya sang waktu…
menuntunku menjalani takdir cintaku
kadang kedukaan menjadi temanku setiap waktu..
ku rasakan hidupku hanyalah bernafas duka lara…
tapi semua berakhir setelah bidadari itu datang….membelai lembut jerami hatiku
membuatku bangkit dan ingin hidup selamanya..
tapi rasanya ku terlambat untuk menjenputku kebahagiaanku bersamanya..
dia tlah meyimpan rasa cintanya untuk orang lain….jauh sebelum aku mengenalnya sebagai bidadari penawar duka laraku selama ini………
sepertiya ku terlambat??

This was posted under category: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Sahabat, Puisi Sedih Tags: , , , , ,

Ku Menangis untuk kebahagiaanmu

Thursday, May 13, 2010 9:47 No Comments

Kenapa kepuraanmu begitu berbisa??
kini diriku terjebak dalam setiap anganku…
menanti dan terus menanti kesetiaanmu
meneteskan butiran kecewa dalam penantianku..
Kenapa kau hadirkan sebuah syair cinta untukku??
tapi kau hanya menaburkannya dalam badai penghianatanmu…
memulai semua dengan kata-kata manis yang pahit dalam kesendirianku..
ku menangis untuk kebahagiaanmu…
semoga kau bahagia setelah meluluhkan semua kebahagiaanku
semoga penyesalanmu tak pernah datang untukku…
selamat tinggal sisa-sisa harapanku yang hampa..
terbanglah engkau melemparkan penderitaanku yang tak berujung….

This was posted under category: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Umum Tags: , , , , ,

waktuku didalamku

Wednesday, February 17, 2010 12:20 No Comments

aku menulis sekarang
karena aku tahu tak lama akan sia-sia
aku berpikir sekarang
karena aku mempunyai banyak waktu setelah waktuku

hanya saja…
otakku kosong
tak ada yang berteriak…
tak ada yang berbisik…
bahkan tidak ada desahan nafas
apakah waktuku enggan disisiku?
pertanyaanku tidak masuk akal
karena aku tahu waktuku hanya milikku
tapi, aku tidak tahu bahwa dianya telah berubah
menekan kunci kekuranganku
dan membelai lembut tubuhku dengan taring racun
aku tidak berusaha untuk mencari kehidupan
karenanya sudah menjadi sesuatu yang berkabut
tidak ada rasa, tidak merasa
terbang dengan kelemahan yang dipaparkan
dan hilang seperti air yang diminum
inilah waktu setelah waktuku
waktu yang nyata
waktu yang sesungguhnya
dan…

persiapanku tidaklah berguna
harapanku tidaklah terduga
karena aku meninggalkan keinginanku pada akhir waktu permainanku
membiarkannya tanpa seseorang
jatuh pada karpet putih dengan suara menyayat hati
dengan genggaman tangan disekelilingnya,
dan garis perpisahan yang tak dapat diucapkan
aku meninggalkannya.

sekarang…
aku duduk menatapnya dari jauh
dan menunggu seseorang sepertiku mengambilnya kembali

This was posted under category: Puisi Harapan, Puisi Sedih, Puisi Umum Tags: ,

Alone

Sunday, January 24, 2010 2:11 5 Comments

Judul: Alone
Oleh: “Achmad Dzoelay”

Hari demi hari kucoba melupakannya,
Tapi semuanya itu percuma.
Ku coba untuk menghapus kenangannya,
Tapi jawabannya tetap sama.

Apa yang harus ku lakukan?,
Jika dia tak bisa ku lupakan.
Apa yang harus ku korbankan?,
Demi melupakan dirinya seorang.

Aku hanya manusia biasa,
Yang tak akan pernah bisa mencinta.
Aku hanya sebuah bayang-bayang,
Yang tak akan pernah bisa untuk menyayang.

Kini aku pun mulai menyadari,
Aku hanya lelaki yang tak tahu diri.
Kini aku pun mulai merasa,
Aku memang lelaki yang tak pantas mencinta.

This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih Tags: , , , , , ,

Rindu Kebebasan

Sunday, January 24, 2010 2:07 No Comments

Judul: Rindu Kebebasan
Oleh: “abigailroodee”

Aku rindu pada kebebasan,
Rinduku terpatri padanya…
Laksana sang anak rindu akan ibunya.

Tatkala bisikan dedaunan dan angin,
Mengumandangkan adagium kebebasan,
Aku rindu dan semakin rindu padanya.

Karena,
Aku tlahpun melihat, dan mencari tahu…
Tentang penindasan, penjajahan, dan pembodohan,
Oleh…penguasa negeri ini!

This was posted under category: Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum Tags: , , , , ,

RINTIHAN HATI

Friday, January 15, 2010 17:01 1 Comment

Judul: RINTIHAN HATI
Oleh: “TRI ULAN TAIPEI CITY

kala sepi menyayat hati
kelelahan jiwa menemani
tertatih-tatih langkahkan kaki
pijak jalan kehidupan penuh duri
raih mimpi tak bertepi
gapai cinta tak pernah bermakna

senandungkan kidung asmara
urai dalam bait-bait derita
debur ombak kehidupan
hantam karang keteguhan hati
mencoba tegarkan jiwa
dari cerita cinta penuh luka

ku akui begitu banyak cinta
yang datang dan pergi
tapi tak satupun cinta yang mampu
menyemaikan segala rasa dikalbu
yang telah gersang dan mengering
walau bibir selalu tersenyum
tapi hati menangis pilu
dihimpit dilema yang membelenggu
jangan cintai………
karena tak pantas untuk dicintai
jangan sayangi……..
karena tak pantas untuk disayayangi
jangan berharap……..
karena tak pantas untuk diharap
biarlah semua berjalan
mengikuti alur roda kehidupan
biarlah semua berlalu mengikuti
kehendak yang MAHA TAHU

This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Puisi Umum Tags: , , , , , ,

kepergian 2 bidadari

Friday, January 15, 2010 16:59 No Comments

Judul: kepergian 2 bidadari
Oleh: “netherland

gelap malam di kepergian ke 2 bidadariku..
Aq tidak sangkah secepat itu …
Dirimu meninggalkan diriku di dunia fanah ini…
Aq binggung ini benar apa salah …
Aq terjebak pergaulan bebas…
semenjak kepergian ke 2 bidadariku…

tiada lagi yang mau mendengar ceritaku…
Tiada lagi seperti dirimu ke 2 bidadariku…
Tempatku curhat ,
Tempatku mengadu ,
Tempatku bermanja ,

tapi walau pun tiada lagi dirimu disisiku….
tetap sesalu ada dalam raga dan jiwaku..
UNTUK DIRIMU KE 2 BIDADARIKU….
I MISS YOU ….
I LOVE YOU…
I NEED YOU…

This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Islami, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Puisi Umum Tags: , , , , ,

Choreography Blogs - BlogCatalog Blog DirectoryDirectory of Archaeology BlogsArts Blogs - Blog Rankings Visit blogadda.com to discover Indian blogsBlog Search, Blog Directory
Blog DirectoryPowered by Stats 21blogarama - the blog directoryCheck PageRankGoogle bot last visit powered by Gbotvisit.comYahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.comMsn bot last visit powered by ScriptmeAdd to Technorati Favorites
puisi, cinta, alam, milis, buma, bunga, matahari, sejuta, kasih, bebas, sastra, sastra nusantara, poem, sajak, syair, kata cinta, sejuta cinta, sejuta puisi, cerpen, cerita, cerita pendek, cerita panjang, cerbung, cerita bersambung, nusantara, sastra nusantara, pontianak, puisi pontianak, kalbar puisi, pantun, seni, seniman, cerita pendek, cerpen, cerita panjang, cerita bersambung, cerbung, cerita remaja, cerita dewasa, cerita orang tua, cerita dongeng, cerita anak, cerita indonesia, cerita melayu, cerita adat, puisi melayu, puisi malaysia, puisi negara, poem, puisi alam