Archive for the ‘Puisi Semangat’ Category

Tak Tau

Wednesday, August 25, 2010 19:32 1 Comment

Judul: Tak Tau
Oleh: Siti Kholifah

disaat kau ada
aku merasa ta’ membutuhkanmu
tapi disaat kau menghilang
kenapa aku merasa ingin mencarimu
disaat kau dekat
aku merasa ta’ ingin bersamamu
tapi disaat kau dengan yang lainnya
kenapa aku merasa sakit melihatnya

aku ta’ kuasa menafsirkan rasa jiwa
ketakutanku terlalu dalam untuk menetapkannya
tapi hati ingin slalu menemukanmu
memastikan tentang keadaanmu

rindupun menjadi duri di jiwa
membuat wajahku basah dengan air mata
hati gelisah dengan berbagai tanya
ingin kusampaikan namun bibir ta’ mampu untuk berkata

dengarkanlah bisik hatiku
rasakanlah dengan setulus jiwamu
bacalah setiap sorot mataku saat menatapmu
setiap tingkah laku ku saat bersamamu

This was posted under category: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum Tags: , , , ,

Sepi

Sunday, July 4, 2010 2:47 No Comments

Judul: Sepi
From: Al-Umam

hampa rasa diri.
Ini hati bergemuruh
‘tika teringat dikau penuh – seluruh
tinggalkan nama, tinggalkan raut muka
tinggalkan semua yang dikau punya
sebelum asaku bertahta.

Sepi …
hati terpaut padamu
begitu mendendam rindu.
Biar keluh … biarkan menahan pilu,
biar resah … biarkan menahan gundah
merenggutmu, lepas – sudah …

This was posted under category: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum Tags: , , , ,

Kutitipkan Cintaku pada Mentari

Sunday, July 4, 2010 2:45 1 Comment

Judul: Kutitipkan Cintaku pada Mentari
From: Rizky Anggreini

Sayang,
ku titip kan cinta ini pada matahari yang selalu setia menyinari bumi,
walaupun dia kadang enggan bersinar,
tapi kan selalu ada mendampingi bumi.
Begitu juga dengan cintaku.

Sayang kutitipkan cinta ini,
pada matahari dengan harapan suatu saat nanti kau bisa menatap matahari dan bisa membaca bahwa ada cintaku disana…

Sayang mungkin aku tidak bisa bermuluk-muluk padamu,
karna kuyakin suatu saat kau tau bahwa aku kan setia selagi aku mampu.

Sayang cintaku ini seperti matahari,
walaupun suatu saat kujenuh padamu,
tapi yakinlah aku selalu ada untukmu..

Sayang,
kutitipkan cinta ini pada matahari,
berharap kau bisa menatap matahari itu,
dan kau kan tau…

Sayang,
ku akan tetap menitipkan cinta ini pada matahari,
walaupun nantinya kau tak kan pernah menatapnya,
kuyakin pasti ada yang lebih pantas tuk menatap matahari itu dan tau ada cinta yang tulus dariku…

This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum Tags: , , , ,

Sahabat dalam hatiku

Sunday, July 4, 2010 2:44 1 Comment

Judul: Sahabat dalam hatiku
From: Meldasyah

Bagiku sahabat adalah yang terhebat dalam hidupku
Bagiku sahabat adalah yang teristimewa yang pernah kumiliki
Karena hanya sahabat yang bisa membuat warna dalam keseharianku
Hari-hariku terasa mencekam tanpa kehadirannya

Aku jadikan sahabat sebagai hembusan nafasku
Jadi tanpa sahabat aku merasa nafasku terhenti seketika
Aku jalani persahabatan dalam hati,jauh dilubuk hatiku bukan dalam pikiran atau ingatan semata
Jadi ketika aku ataupun sahabatku melakukan kesalahan,dengan hati pula segalanya diselesaikan.

This was posted under category: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Islami, Puisi Kenangan, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum Tags: , , , , ,

Untukmu, Para Pencari Nafkah

Thursday, May 13, 2010 9:45 1 Comment

Sendiri, kudisini Mengamati derap langkah para pencari nafkah
Dalam keterbatasan dan harapan
Menggenggam sebuah impian besar
Impian para kaum sarjana
Sungguh mereka bukan lah mahkluk lemah
Yang hanya bisa mencela kerasnya dunia
Lalu terdiam termakan oleh jaman

Mereka hanyalah kaum yang kurang beruntung
Yang terlupakan oleh kaum beruntung
Terlihat jelas piluh di raut mukanya
Butiran keringat menghiasi setiap bagian tubuhnya

Terpancar semangat di matanya
Dengan senyuman lembut yang menghias wajahnya
Dalam hati ku bertanya
Apa yang bisa kulakukan buat mereka ??

Melihat diriku sendiri yang terjajah..
Sementara kumelihat mereka yang mulai lelah
Namun aku percaya kawan..
Mereka bukanlah orang yang lemah
Mereka bukanlah orang yang mudah putus asa
Mereka adalah harapan bagi keluarganya
Mereka adalah pahlawan bagi keluarganya
Andai aku bisa sedikit membantu …
Ya Robb kumohon berikan kami sedikit peluang …

This was posted under category: Alunan Puisi, Puisi Doa, Puisi Harapan, Puisi Islami, Puisi Pahlawan, Puisi Sahabat, Puisi Semangat, Puisi Umum Tags: , , , ,

Cinta & Rindu

Monday, February 22, 2010 11:11 3 Comments

Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat

Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi

Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat

Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali

Cinta & Rindu berjudul Rindu Puisi ini ditulis oleh friady Dilarang keras menyalin Cinta & Rindu ini di lain tempat tanpa menyebutkan URL website serta nama penulisnya.

This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Semangat Tags: , ,

Rindu Kebebasan

Sunday, January 24, 2010 2:07 No Comments

Judul: Rindu Kebebasan
Oleh: “abigailroodee”

Aku rindu pada kebebasan,
Rinduku terpatri padanya…
Laksana sang anak rindu akan ibunya.

Tatkala bisikan dedaunan dan angin,
Mengumandangkan adagium kebebasan,
Aku rindu dan semakin rindu padanya.

Karena,
Aku tlahpun melihat, dan mencari tahu…
Tentang penindasan, penjajahan, dan pembodohan,
Oleh…penguasa negeri ini!

This was posted under category: Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum Tags: , , , , ,

Replika Diorama Terbaptis

Saturday, January 16, 2010 0:45 1 Comment

Judul: Replika Diorama Terbaptis
Oleh: Derrik Hudaya

Kala para birokrat berdebat tentang kemakmuran rakyat.
Ribuan budak tak henti di telanjangi mesin industri milik cukong tak bermartabat.
Penat mendera mereka, para pengabdi…
Habis diperas, dihisap, demi kebutuhan industri.

Sementara itu, dibalik awan, cukong laknat itu terbahak-bahak
Mendekap peti harta keringat para budak dengan tamak
Inilah kesaksian para penghuni jiwa
Dikala malaikat kabarkan duka…
dan Iblis leluasa menghuni Surga…

This was posted under category: Puisi Pahlawan, Puisi Penantian, Puisi Semangat, Puisi Umum Tags: , , , ,

Tersenyum di atas air mata yang sepi

Wednesday, December 30, 2009 3:48 No Comments

Judul: Tersenyum di atas air mata yang sepi
Oleh: Amelia Fitriana

hari-hari ku yang sepi…
telah membawa hidupku dalam kesedihan..
canda tawa yang dulu ada..
telah terbawa jauh oleh rasa cintaku padamu…
aku hanya bisa berharap..
kau akan tau dan mengerti…
memahami dan merasakan apa yang aku rasakan..
dan membawa kembali senyuman untuk ku…
senyuman yang dulu kau bawa bersama cintaku…

tapi ada satu hal yang selalu aku takutkan…
kau tak pernah merasakan apa yang aku rasakan..
kau hanya menganggapku sebagai teman..
itu yang selalu membuatku merasa sepi…
tak mengungkapkan apa yang aku rasakan selama ini…
rasa cinta yang terpendam di dasar lubuk hati..

itu yang selalu membuatku tersenyum saat kau bahagia..
melihat kau bersama dia yang kau cintai…
dan dia itu bukan aku…
mungkin memang aku tersenyum bahagia…
tapi sebenarnya hatiku menangis…
menyadari bahwa cintamu bukan untuk ku…
tapi aku akan tetap tersenyum bahagia…
karna bahagiamu bahagia ku juga….

by:_”chanmel loverz 250809″_

Tags: puisi sepi, puisi sedih, puisi canda dan tawa, puisi cintaku, puisi ketakutan, puisi senyum, puisi bahagia, puisi lubuk hati

This was posted under category: Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum Tags: , , , , , , ,

Kerinduanku Padamu

Wednesday, December 30, 2009 3:47 No Comments

Judul: Kerinduanku padamu
Oleh: Rizky Anggreini

Sebentuk awan menghiasi langit
Kau lihatkah itu sayang ?
mencorak indah dilangit sana…
Kutatap, kurasakan kerinduan
kerinduan atas kebersamaan kita…

Sayang awan putih itu masih mewarnai langit,
memberikan corak biru putih pada langit itu…
Ku ingin saat ini kau juga memandang langit itu,
biar kau juga bisa merasakan kerinduan ku yang mendalam…

Tags: puisi sayang, puisi awan, puisi warna, puisi langit, puisi hiasan, puisi rindu, puisi bersama, puisi kerinduan

This was posted under category: Alunan Puisi, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kenangan, Puisi Malam, Puisi Penantian, Puisi Sahabat, Puisi Sedih, Puisi Semangat, Puisi Umum Tags: , , , , , , ,

Choreography Blogs - BlogCatalog Blog DirectoryDirectory of Archaeology BlogsArts Blogs - Blog Rankings Visit blogadda.com to discover Indian blogsBlog Search, Blog Directory
Blog DirectoryPowered by Stats 21blogarama - the blog directoryCheck PageRankGoogle bot last visit powered by Gbotvisit.comYahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.comMsn bot last visit powered by ScriptmeAdd to Technorati Favorites
puisi, cinta, alam, milis, buma, bunga, matahari, sejuta, kasih, bebas, sastra, sastra nusantara, poem, sajak, syair, kata cinta, sejuta cinta, sejuta puisi, cerpen, cerita, cerita pendek, cerita panjang, cerbung, cerita bersambung, nusantara, sastra nusantara, pontianak, puisi pontianak, kalbar puisi, pantun, seni, seniman, cerita pendek, cerpen, cerita panjang, cerita bersambung, cerbung, cerita remaja, cerita dewasa, cerita orang tua, cerita dongeng, cerita anak, cerita indonesia, cerita melayu, cerita adat, puisi melayu, puisi malaysia, puisi negara, poem, puisi alam