Derap Kaki Sang Pejantan
Post: 30 November 2008
(0) Comment
Para pejantan turun dari ranjang
Dengan derap kaki pasukan berkuda mereka melangkah
Bambu runcing erat tergenggam
Seakan haus akan darah si anjing jalang
Dibilik – bilik bambu jiwa merintih lirih
Ditemani do’a terisak pilu, menatap kepergian
Sang pejantan menuju medan darah
Tanpa berfikir mereka menapak
Yang ada hanya rasa cinta pada sang kekasih
Yang harus dibela, dilindungi
Dari kuku – kuku besi si anjing jalang
Satu demi satu pejantan maju
Menantang simata biru dengan tujuh lubang pelor
Meski tubuh terlumuri tajamnya bau amis
Para pejantan maju dengan kemilau
Menuntut dari gejolak jiwa yang mendendam
(Created by Hellen Damayanti 2008)
Incoming Search
puisi pejantan,puisi indah sang pejantan,puisi- si kuku besiCategories: Alunan Puisi







No Comment to “Derap Kaki Sang Pejantan”