Hancur

Friday, July 10, 2009 2:52
Artikel ini di Kirim Oleh: penyair cinta

Judul: Hancur
Oleh: meeaiiamm

ak termenung dlam kesedihanku
ak menangis dlam kbimbanganku
tak ada lagi cinta yang tulus darimu
kini kau pergi meninggalkanku
pergi tanpa sebuah kata…
dan hanya menyisakan sebuah duka

apa salahku??
apa yang membuatmu pergi dariku
stlah ak bisa melupakannya
dan kaupun datang membawa cinta untukku

Tuhan..
ak mencintainya,,
namun tidak melebihi cintaku pdaMu

ak ingin dia kembali bersamaku
ak ingin dia mencintaiku lagi
karena saat ini aku sangat merindukan
kasih sayang yang tulus darinya..

You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses to “Hancur”

  1. win says:

    December 23rd, 2009 at 2:41 PM

    it wn bgt. saat ne it yg wn alami.skt nhancur bgt emg. cm qt yg bsa rasain smua org mlh menertawakan kita. q d anggap orang bego karena merasakan yang kamu rasakan.

  2. suryadewa says:

    January 12th, 2010 at 7:26 AM

    kena banget T_T

  3. uyip says:

    July 4th, 2010 at 4:03 PM

    aku banget…. Ya Allah tabah kan hati ini…

Leave a Reply


Choreography Blogs - BlogCatalog Blog DirectoryDirectory of Archaeology BlogsArts Blogs - Blog Rankings Visit blogadda.com to discover Indian blogsBlog Search, Blog Directory
Blog DirectoryPowered by Stats 21blogarama - the blog directoryCheck PageRankGoogle bot last visit powered by Gbotvisit.comYahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.comMsn bot last visit powered by ScriptmeAdd to Technorati Favorites
puisi, cinta, alam, milis, buma, bunga, matahari, sejuta, kasih, bebas, sastra, sastra nusantara, poem, sajak, syair, kata cinta, sejuta cinta, sejuta puisi, cerpen, cerita, cerita pendek, cerita panjang, cerbung, cerita bersambung, nusantara, sastra nusantara, pontianak, puisi pontianak, kalbar puisi, pantun, seni, seniman, cerita pendek, cerpen, cerita panjang, cerita bersambung, cerbung, cerita remaja, cerita dewasa, cerita orang tua, cerita dongeng, cerita anak, cerita indonesia, cerita melayu, cerita adat, puisi melayu, puisi malaysia, puisi negara, poem, puisi alam