Jalan Cinta yang Utama | Puisi Nusantara

Jalan Cinta yang Utama

Post: 24 December 2008 Oleh: (0) Comment

.. Pencinta punya pelindung dalam pembuluh darahnya,
Pencinta sibuk membicarakan Cinta yang tak dapat dibandingkan.
Kata Akal, “Rukun iman yang lima perkara sudah mencukupi, tiada lagi jalan”
Cinta menjawab, “Ada sebuah jalan, berulang kali aku melaluinya!”
Akal melihat pasar, kemudian mulai berjualan
Cinta melihat ada banyak pasar di sebalik pasar akal.
Banyak al-Hallaj mereka temui di sana, mereka meyakini jiwa cinta
Dan menolak mimbar seraya memilih tiang gantungan
Pencinta yang faqir memiliki penglihatan hati penuh pesona
Orang yang hanga mengandailkan pada akal, hatinya gelap, semua disangkalnya
Akal berkata, “ Janganlah kakimu dijejakkan di situ,
Di halaman istana hanya duri yang tumbuh!”
Cinta berkata, “Duri-duri ini semuanya milik akal yang bersarang dalam dirimu!”
Waspadalah dan diam, buanglah duri kehidupan dari telapak kaki!
Supaya kau mendapat pelindung di dalam dirimu.
Shamsi Tabriz! Kaulah matahari dalam awan kata-kata;
Apabila matahari terbit, maka setiap kata pun sirna!

Judul Inspirasi oleh Admin
Sajak Jalaluddin Rumi

Incoming Search

puisi abab,puisi a-b-a-b tentang pasar,puisi bunga yang bersajak ab ab,puisi matahari terbenam,puisi matahari terbenam bersajak abab,puisi tentang matahari terbenam dan bersajak abab,sajak khalil gibran-lelah

Categories: Puisi Rumi


 

If You Like This Post, Share it With Your Friends & Peers

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
rss feed bookmar
   

No Comment to “Jalan Cinta yang Utama”

  1. No Comment yet. Be the first to comment...

Leave your comment here: