Jenuh




Masih ingat lagi tak, denganku? namaku Banyu
Ada berapa dengan kabarmu

Kita pernah bertemu tatkala cuaca kadung gelisah
Menghitung peruntungan yang kau bawa, pelanpelan
Dan kau bubuhkan dalam tanda lingkaran di almanak perlawanan
Membawa nyala api sebuah huruf
- sulit kubaca, maaf

Aku jenuh, tulismu di kacamata minusku
Memaksa aku sadar bahwa aku perempuan
Dan kau bukan perempuan
Tak sekedar dari kerudung yang kukenakan

Sebuah puisi, maka bacalah!
Agar urung kau gunting harapan yang tengah mekar
Agar jenuhmu berpendar

Dan aku kian sadar
Ternyata aku bukan siapasiapa

Danau UI Depok, November 2006

Incoming search terms:

  • syair jenuh
  • Jenuh sajak
  • puisi jenuh
  • syair kejenuhan

Leave a Reply